Sunday , December 28 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / Ilmu Pelet Tingkat Tinggi

Ilmu Pelet Tingkat Tinggi

Saya mau memperkenalkan diri, nama saya Rudiono, saat ini berusia 34 tahun dan telah berkeluarga, memiliki seorang istri dan dua orang anak laki-laki. Saya ingin membagi kisah saya disaat waktu masih bujangan dulu.

Saya lahir di Jakarta, tapi dari kecil saya dibesarkan bukan oleh orang tua saya melainkan oleh abang angkat saya, dikarena sejak usia 7 tahun saya sudah menjadi anak yatim.



Abang saya itu adalah salah satu paranormal hebat yang ada di Indonesia, merupakan salah satu pegangan dari mantan presiden kita dan saat ini masih menjadi salah satu pegangan dari keluarga presiden kita. Beliau juga salah satu pemandi pusaka dibeberapa keraton yang ada di Indonesia disaat Bulan Muharam dan Maulud. Hanya sedikit sekali orang yang kuat dan sanggup merawat serta memandikan Pusaka-Pusaka milik Keraton.

Dari waktu masih sekolah dasar dulu, saya sudah banyak melihat dan membuktikan kehebatan doa-doa atau ilmu-ilmu dari Agama Islam, dimana sesuatu hal yang tidak mungkin menurut logika orang pintar, tapi oleh abang saya bisa dibuat menjadi mungkin. Tentunya atas izin dari Allah SWT.

Saya banyak melihat pasien abang saya yang sewaktu datang ke rumahnya digotong oleh keluarganya, karena menurut dokter ahli yang menanganinya penyakitnya sudah tidak mungkin disembuhkan lagi dan umurnya mungkin sudah tinggal beberapa bulan lagi, karena sakit jantung, stoke atau kanker yang sudah parah, tetapi setelah diobati oleh abang saya ternyata bisa sembuh dan pulangnya bisa jalan sendiri, setelah beberapa kali datang menjalani pengobatan dengan abang saya tersebut.

Oleh karena itu saya lalu mulai belajar dengan tekun dan serius dengan abang saya, supaya bisa memiliki kemampuan seperti abang saya tersebut. Saya mulai tekun menjalankan wirid tengah malam, puasa dan lelaku lainnya agar bisa memiliki kemampuan seperti abang saya itu.

Saya bukan hanya mempelajari ilmu untuk mengobati penyakit alami saja, tetapi juga untuk mengobati penyakit buatan seperti misalnya teluh atau santet, asihan, pelet, gendam, penunduk penurut, pelaris usaha, ilmu penerawangan dan lain-lain.

Untuk membuktikan bahwa saya sudah berhasil membeli atau menguasai ilmu tersebut, biasanya saya memprektekannya langsung dengan mengobati pasiennya abang saya tersebut.

Tetapi ketika saya sudah duduk dibangku SMP, saya mulai menyelewengkan pemakaian ilmu-ilmu tersebut. Hal ini pada awalnya tidak saya sadari karena mungkin saat itu bawaan dari pengaruh masa puber saya tersebut.

Jadi sebetulnya semua Agama itu baik, doa-doa dan ilmunya juga baik, akan tetapi manusia yang memakainya itu sendiri yang tidak baik karena manusianyalah yang menyelewengkan dan menyalahgunakan pemakaian doa-doa atau ilmu-ilmu itu sendiri.

Seperti ibarat pisau kalau dipakai didapur itu baik, tapi kalau dipakai untuk nodong yah jadi tidak baik. Jadi sekali lagi ini adalah masalah manusianya, bukan masalah agamanya atau doa-doanya.

Dimasa muda atau bujangan saya dulu, saya benar-benar berkelakuan buruk dan sangat berdosa sekali. Saya sudah pernah terjerumus dan menyalahgunakan doa atau ilmu yang telah saya kuasai beberapa kali.

Hingga sekarang ini hanya tinggallah penyesalan yang ada di dalam diri saya, karena telah banyak korban akibat perbuatan saya tersebut dan saat ini saya berusaha menebusnya dengan bertobat serta membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan dari saya.



Saya akan mencoba menceritakannya pengalaman saya tersebut satu per satu, dengan harapan agar orang yang membaca cerita saya ini, tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan yang pernah saya perbuat.

Kejadian itu dimulai ketika pada suatu pagi saya melihat seorang gadis yang menurut saya saat itu sangat cantik dan manis sekali, berjalan memakai seragam SMP melewati depan rumah saya.

Tubuhnya tinggi, ramping dan sangat ideal sekali. Kulitnya putih mulus dengan dada dan pinggul yang tidak terlalu besar, akan tetapi kelihatan sexy sekali karena memakai seragam sekolah yang cukup ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang saat itu baru mulai berkembang.

Spontan timbul rasa sir dalam diri saya dan ingin sekali berkenalan bahkan menjadikan gadis itu sebagai pacar saya. Saya lalu menerapkan ilmu pengasihan yang pernah saya pelajari dan telah saya kuasai, lalu saya lari mengejar gadis itu. Setelah berhasil mengejar dan berada disebelahnya, saya lalu menyapa gadis itu dan berkenalan dengannya.

“Hai.” sapa saya.

Gadis itu lalu tersenyum melihat saya. Wow benar-benar cantik dan manis sekali gadis itu rupanya.

“Mau berangkat sekolah?” tanya saya.

“Ya.” jawab gadis itu sambil tetap tersenyum manis pada saya.

“Oh ya kenalkan, nama saya Rudiono, saya tinggal di rumah nomor 34 yang telah kamu lewati tadi.” kata saya.

“Boleh saya berkenalan dengan kamu?” tanya saya sambil menyodorkan tangan saya untuk mengajaknya bersalaman.

“Boleh.” jawab gadis itu dengan senyum yang masih tetap menghiasi bibirnya yang mungil dan menggemaskan itu.

“Nama kamu siapa dan kamu tinggal dimana?” tanya saya yang sudah tidak sabar ingin mengetahui gadis itu tinggal dimana.

“Lusiana, saya tinggal dijalan ini juga dinomor 2.” jawabnya kembali sambil tersenyum.

“Hari ini kamu pulang jam berapa? Boleh kita ketemu lagi nanti setelah kamu pulang sekolah?” tanya saya lagi. Lalu di dalam hati saya menerapkan ilmu pelet yang telah saya kuasai dan tanpa sepengetahuan gadis itu, saya meniupkan ilmu tersebut kearahnya.

“Boleh saja, saya pulang sekolah jam 12.00 lalu ada pelajaran ektra kurikuler sampai jam 15.00 dan setelah itu saya tidak ada acara lagi.” jawab gadis itu.

“Bagaimana kalau kita ketemu siang ini jam 12.00? Bagaimana kalau kamu tidak usah ikut pelajaran ektra kurikuler aja?” tanya saya yang saat itu sudah tidak tahan lagi ingin segera bisa mendapatkan gadis itu.

“Oke deh, nanti setelah pulang sekolah jam12.00, saya langsung kerumah kamu saja yah.” jawab gadis itu. Wah betapa senangnya hati saya karena apa yang saya harapkan telah terjadi.

“Oke, saya tunggu didepan rumah yah, jangan lupa rumah saya yang nomor 34 yah.” kata saya. Sambil bercakap-cakap disepanjang perjalanan itu, akhirnya sampailah kita disekolahan gadis itu. Setelah Lusi panggilan dari Lusiana itu masuk ke dalam halaman sekolahnya, saya langsung pulang kembali kerumah saya.

Sesampai dirumah saya langsung masuk kekamar tidur saya, kebetulan kamar tidur saya berada dipaling depan, dulunya bekas garasi mobil tapi telah dirubah menjadi kamar tidur saya dan memiliki pintu sendiri yang bisa langsung keluar rumah.

Saya membaringkan tubuh diatas tempat tidur saya. lalu menghayal yang jorok dengan gadis itu, maklumlah saat itu mungkin hormon saya lagi sedang tinggi-tingginya karena sedang dalam masa puber.

Karena tidak sabar menunggu Lusi pulang sekolah, saya lalu menerapkan ilmu penerawangan saya yang fungsinya untuk bisa melihat menembus penghalang, melihat jarak jauh atau melihat kealam gaib. Saya lalu menggunakan ilmu itu untuk melihat Lusi yang saat itu sedang berada di sekolah, saya perhatikan dia yang saat itu lagi duduk belajar di kelas, akan tetapi kelihatan sekali bahwa Lusi sering ngelamun, gelisah dan rasanya hampir tidak tahan untuk bisa segera pulang, rupanya ilmu yang saya gunakan kepadanya itu sudah mulai terlihat reaksinya.

Lalu saya perkuat dosis ilmu penerawangan saya, sehingga saya bisa melihat tubuhnya yang indah itu menembus ke dalam pakaian seragam sekolah yang dikenakannya. Padahal ilmu penerawangan itu tidak boleh digunakan untuk sengaja melihat hal-hal seperti itu karena dosa. Akan tetapi saat itu rupanya setan sudah terlalu kuat mempengaruhi saya, sehingga saya tetap saja mempergunakan ilmu tersebut untuk menikmati keindahan tubuh bugilnya Lusiana.

Wah luar biasa sekali indahnya tubuh Lusiana, tubuhnya betul-betul mulus sekali dengan buah dadanya yang baru tumbuh, dimana kedua ujungnya dihiasi dengan puting kecil yang berwarna coklat kemerahan. Kemaluannyapun baru sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang sangat menggemaskan sekali dan membuat saya yang melihatnya terangsang sekali.



Akhirnya jam di rumah sayapun menunjukkan juga pukul 12.00. Saya lalu bergegas membuka pintu kamar langsung menunggu didepan rumah.

15 menit kemudian akhirnya Lusianapun tiba di depan rumah saya, setelah sedikit berbasa basi dan melihat situasi rumah sudah aman, sayapun mengajak Lusiana masuk ke dalam kamar saya melalui pintu depan yang dulunya bekas pintu garasi.

Setelah berada di dalam kamar, saya lalu menawarkan minuman dingin yang telah saya siapkan sebelumnya. Sambil ngobrol ngalor ngidul, di dalam hati saya kembali menerapkan ilmu asihan, pelet, penunduk penurut, gendam, ajian jaran goyang, semar mesem, pembangkit sir atau nafsunya dan sebagainya, setelah itu lalu saya tiupkan kearah Lusi yang lagi duduk diatas tempat tidur disamping saya.

Luar biasa sekali hasilnya, kelihatan sekali bahwa si Lusi itu sudah kena dalam pengaruh ilmu saya tersebut. Duduknya mulai gelisah, sebentar-sebentar sambil tersenyum dia melirik kearah saya dan menunduk malu bila ketahuan dia sedang melirik saya. Rupanya ajian atau ilmu pembangkit sir, jaran goyang dan semar mesem yang saya gunakan kepadanya mulai menunjukan reaksinya, sehingga Lusipun mulai merasa kepanasan atau kegerahan.

“Panas sekali rasanya hari ini yah?” kata Lusi sambil mengipasi dirinya dengan buku pelajaran sekolahnya yang diambilnya dari tasnya. Padahal kamar tidur saya tidak terlalu besar dan memakai AC 1 PK. Rupanya pengaruh ilmu itu lebih kuat dari dinginnya AC sehingga membuat panas tubuhnya Lusi meningkat dan menaikan gairah nafsunya Lusi.

“Kalau mau mandi silahkan, tuh ada kamar mandi disana.” kata saya sambil menunjuk kamar mandi yang ada dipojok di dalam kamar tidur saya.

“Mungkin kamu masih kepanasan karena tadi habis jalan kaki dari sekolah kerumah saya.” kata saya lagi sambil mulai merangkulnya.

“Iya deh, saya mandi dulu yah.” kata Lusi kemudian sambil berdiri mau berjalan kearah kamar mandi.

Sayapun ikut berdiri, lalu saya menahan tubuhnya dan berkata, “Boleh saya ikutan mandi bareng sama kamu? Sayapun juga merasa gerah sekali.” Lusipun tertunduk malu, tapi dia menganggukan kepalanya dengan perlahan.

“Kamu tidak usah malu sama saya, sini saya bantu bukain baju kamu.” kata saya kemudian sambil tangan saya bergerak membuka kancing bajunya satu persatu mulai dari atas dan Lusipun yang sudah terpengaruh oleh ilmu-ilmu yang saya gunakan tersebut hanya diam saja.

Wah indah sekali tubuhnya, benar-benar mulus sekali dan terlihat buah dadanya yang baru tumbuh serta belum terlalu besar masih tertutup dalam BHnya yang berwarna krem. Lalu sambil memeluk tubuhnya dari depan, tangan saya lalu bergerak kebelakang tubuh Lusi dan mulai membuka resluiting rok seragam SMPnya dan menurunkan ke bawahnya.

Benar-benar indah sekali tubuhnya Lusi, kulitnya putih dan mulus sekali tidak ada cacatnya. Saat ini Lusi berdiri sambil menundukan kepalanya malu berhadapan dengan saya dengan hanya memakai BH dan CD yang berwarna kremnya saja.

Lalu saya peluk erat sekali tubuh Lusi dan mencium bibirnya karena saya sudah tidak tahan ingin memeluk tubuhnya dan mencium bibirnya yang mungil menggemaskan itu. Tangan sayapun lalu bergerak kebelakang tubuh Lusi, membuka kaitan BHnya dan melepaskan BH itu dari dadanya. Indah sekali buah dada Lusi tersebut. Putih mulus, baru mulai tumbuh, tidak terlalu besar tapi padat dan kedua putingnya masih kecil berwarna coklat kemerahan.

Lalu tangan sayapun kembali bergerak ke bawah, menurunkan CD krem yang merupakan pakaian terakhir yang dipakai Lusi tersebut. Bagai mimpi rasanya, saat ini ada seorang gadis cantik dan manis berdiri dihadapan saya dengan tubuh polos telanjang tanpa memakai pakaian selembarpun.

Dengan kulit yang putih mulus dengan buah dada yang baru tumbuh, tidak terlalu besar tapi padat, menggantung indah didadanya, kemaluannyapun baru ditumbuhi bulu-bulu halus yang membuat saya semakin terangsang melihatnya.

Tak lama kemudian akhirnya Lusipun tidak tahan lagi, dia langsung memeluk saya dan menyembunyikan wajahnya didada saya. Terdengar suaranya yang lirih bertanya, “Kakak benar-benar sayang sama Lusi?”

“Tentu saja sayang, saya sangat sayang sekali sama Lusi.” jawab saya.

“Saya sudah pasrah bila kakak mau memiliki diri Lusi seutuhnya.” kata Lusi kemudian.

Sayapun memeluk tubuhnya dengan erat sekali, lalu mencium bibirnya yang mungil itu dan Lusipun membalas ciuman saya tersebut. Cukup lama kami berciuman dan berpagutan bibir, lidah kamipun saling bermain di dalam mulut Lusi, sambil tangan saya mengusap-usap punggung Lusi, turun kepinggulnya dan tangan sayapun meremas-remas pelan pinggul Lusi yang masih belum terlalu besar juga namun padat sekali. Lusipun juga memeluk tubuh saya dengan erat sekali.

Lalu ciuman sayapun mulai turun kelehernya Lusi, tampak terlihat Lusi memejamkan mata sambil mendongakan wajahnya, terdengar mulutnya mendesah menikmati ciuman saya yang sedang bermain dilehernya tersebut, lidah sayapun bermain-main ditelinganya dan akhirnya ciuman sayapun turun kedadanya.

Mulut sayapun mulai menciumi buah dadanya, lalu menjilati puting buah dadanya yang sebelah kiri sambil tangan saya meremas lembut buah dadanya yang sebelah kanan. Terlihat tubuh Lusi bergelinjang seperti terkena strum disaat lidah saya menyentuh putingnya.

Bahkan tubuh Lusipun semakin bergelinjang-gelinjang dan mendesah-desah ketika lidah saya mulai bermain-main diputing buah dadanya, sambil mencium dan menghisap-hisap puting buah dadanya itu serta meremas-remasnya. Lusipun kelihatannya sudah tidak tahan lagi, tangannya bergerak memegang penis saya dan meremas-remasnya dengan keras. Ah rupanya Lusi belum berpengalaman dan belum mengerti bagaimana caranya membuat pasangannya merasakan nikmat.

Sambil memeluk dan meremas buah dadanya, saya berbisik ditelinganya mengajarinya memegang, mengusap-usap lembut dan memperlakukan batang kemaluan saya agar saya juga bisa merasakan nikmat seperti yang sedang dirasakan oleh dirinya.

Lalu saya merebahkan tubuh Lusi ditempat tidur, lalu membuka kedua kakinya kemudian menindihnya diantara kakinya tersebut. Lalu kembali kami berciuman bibir dan bermain lidah, lalu ciuman sayapun turun kelehernya dan terus turun sampai kedadanya sambil tangan saya meremas-remas lembut buah dadanya.

Lusi kelihatannya sudah tidak tahan lagi, tubuhnya sudah tegang bergelinjang-gelinjang, sambil memeluk tubuh saya erat sekali, Lusipun mengeluarkan desahan yang semakin keras karena pengaruh ilmu pembangkit sir yang saya gunakan kepadanya mulai bereaksi mencapai klimaks.

Lusi merasakan nafsunya sudah semakin meledak dan naik keubun-ubun, dimana pada saat itu batang kemaluan saya sudah menempel dikemaluannya dan menggesek-gesek belahan kemaluannya. Lusi semakin menggoyang-goyangkan pinggulnya agar batang kemaluan saya bisa segera menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya, Rupanya dia sudah ingin sekali lubang kemaluannya dimasuki oleh batang kemaluan saya.

Akan tetapi dikarenakan saya masih belum mau segera menyelesaikan permainan ini, karena saya masih belum puas bermain dengan buah dadanya Lusi, maka sayapun berusaha mengimbangi goyangan pinggulnya Lusi agar batang kemaluan saya tidak berhasil dibuat masuk olehnya ke dalam lubang kemaluannya dan hanya menggesek-gesek belahan kemaluannya saja.

Karena Lusi tidak berhasil membuat batang kemaluan saya masuk ke dalam lubang kemaluannya dengan goyangan pinggulnya yang semakin hebat, akibatnya malah membuat kepala penis saya menyundul-nyundul lubang kemaluan dan dan menggesek-gesek clitorisnya, sehingga akhirnya nafsunya memuncak dan dipengaruhi reaksi ilmu pembangkit sir yang juga sudah mencapai klimaksnya, akhirnya dengan desahan yang cukup keras dan pelukan yang sangat kencang, dengan tubuh yang tegang bergelinjang-gelinjang, sambil kedua kakinya mengapit pinggul saya dengan kerasnya, Lusipun akhirnya mencapai orgasme. Terlihat tubuhnya teregang beberapa saat. Terasa cairan hangat meleleh keluar dari kemaluannya membasahi batang kemaluan saya yang menempel di belahan kemaluan Lusi.

Setelah beberapa saat memejamkan matanya, dengan tubuh yang meregang, pelan-pelan terasa pelukan Lusi mulai mengendor dan kedua kakinyapun turun ke bawah, terbuka mengangkang lemas dengan tubuh saya ditengah-tengahnya.

Sayapun mencium keningnya dan membisikan kata-kata bahwa saya sayang sekali padanya. Setelah itu saya mencium bibirnya kembali, kami berciuman dan bermain lidah kembali sambil berpelukan, masih tetap dalam kondisi saya menindih tubuhnya Lusi.

“Gimana rasanya sayang? Enak?” tanya saya kepada Lusi. Sambil tersenyum dan memandang saya, Lusipun menganggukkan kepalanya.

“Mau ngerasain yang lebih nikmat dan lebih dahsyat lagi?” tanya saya kembali.

“Terserah kakak, saya akan melakukan apa yang kakak mau.” jawab Lusi kemudian.

“Bagaimana kalau sekarang gantian kamu yang membuat saya merasakan nikmat?” tanya saya lagi. Lusipun tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Tanpa membuang waktu lagi, saya langsung membaringkan diri terlentang di tempat tidur. Lusipun lalu naik keatas badan saya dan merebahkan dirinya tertelungkup di atas badan saya. Lalu kami berciuman, bermain lidah dan berpelukan kembali dengan panasnya.

Lusipun mulai mencumbu saya menciumi leher saya, terus turun kedada saya. Lidahnya bermain-main di puting dada saya yang sebelah kiri sambil sesekali dihisap-hisapnya, sedangkan tangan kanannya mengusap-usap puting dada saya yang sebelah kanan. Tangan kirinyapun bergerak turun ke bawah, memegang batang kemaluan saya dan meremas-remasnya dengan lembut.

Ah luar biasa sekali nikmatnya, saya hanya bisa memejamkan mata merasakan betapa nikmatnya dicumbu oleh Lusi sambil tangan saya meremas-remas lembut buah dada dan putingnya. Lalu ciuman dan lidah Lusipun mulai bergerak turun ke bawah sampai akhirnya wajah Lusi tepat berada di depan batang penis saya.

Lalu lidahnya menjilat-jilat batang kemaluan saya dengan pelan sekali dan oh.. Nikmat sekali rasanya ketika Lusi memasukan kepala penis saya ke dalam mulutnya yang mungil itu, mengulumnya, menghisap-hisapnya dan nikmat sekali ketika bibirnya yang lembut bergerak keatas ke bawah, mengocok-ngocok batang penis saya sehingga keluar masuk dari mulutnya.

Akhirnya setelah 20 menit kemudian saya tidak tahan lagi, terasa ada sesuatu yang mau meledak dan keluar dari batang penis saya, lalu saya memegang kepala Lusi dan sambil meremas rambutnya, saya menggerak-gerakan kepala Lusi naik turun semakin cepat, semakin cepat dan semakin cepat.

Akhirnya dengan tubuh yang menegang kencang sekali, saya tekan kepala Lusi ke bawah sehingga batang kemaluan saya yang panjangnya 17 cm dengan diameter 3 cm itu tertelan masuk semua ke dalam mulutnya dan saya menyemprotkan cairan kenikmatan saya itu berkali-kali ke dalam mulutnya.

Karena saya tahan kepalanya disaat saya mengalami orgasme yang luar biasa tersebut, menyebabkan hampir semua cairan kenikmatan saya tertelan oleh Lusi dan hanya sedikit yang meleleh keluar dari sela-sela bibirnya.

Lalu Lusipun membersihkan batang kemaluan saya dengan menjilat-jilatinya sampai bersih. Kemudian saya tarik tubuh Lusi keatas menindih tubuh saya, kami berpelukan dan berciuman mesra sekali.

Berhubung hari sudah menjelang sore dan sudah waktunya pulang, dimana Lusipun belum minta izin orang tuanya mau pulang terlambat, maka kami segera mandi berdua dan akhirnya Lusipun saya antar keluar rumah agar dia bisa segera pulang.

Tak lupa kami janjian kembali, dimana Lusi akan datang kembali kerumah saya besok siang setelah pulang sekolah jam 12.00 dan sudah terlebih dulu izin pada orang tuanya akan pulang terlambat.

Ternyata benar, Lusi menepati janjinya. Setelah selesai sekolah Lusi langsung kerumah saya. Ah betapa bahagianya hati saya karena kekasih yang sangat saya sayangi telah datang untuk menemui saya, telebih lagi Lusi sudah meminta izin terlebih dulu kepada orang tuanya akan pulang terlambat. Jadi kami punya waktu yang cukup banyak untuk melepas rindu dan memadu kasih.

Tak membuang waktu lagi. Pintu pagar langsung saya bukain dan saya langsung menarik tangan Lusi untuk mengajaknya masuk kekamar saya. Setelah berada di dalam kamar dan mengunci pintunya, saya langsung memeluk Lusi erat-erat dan mencium serta melumat bibirnya. Lusipun yang telah mulai berpengalaman dalam berciuman, langsung membalas ciuman saya dan juga melumat bibir saya, sampai akhirnya kitapun bermain lidah.



Kali ini saya sudah berencana untuk bisa menikmati tubuh Lusi habis-habisan karena saya sudah tidak tahan lagi melihat bodynya yang luar biasa. Lalu Lusipun saya suruh berbaring di ranjang agar bisa tidur dan beristirahat sebentar barangkali dia hari ini lelah sekali belajar di sekolahnya. Lalu sayapun membaringkan tubuh saya di samping tubuh Lusi tersebut sambil memeluknya.

Tanpa sepengetahuan Lusi, pelan-pelan tangan saya mengeluarkan biji lada dari saku celana pendek saya yang sudah saya siapkan dari tadi pagi sebelumnya. Saya ingin mencoba ilmu yang pernah saya pelajari akan tapi belum pernah saya berkesempatan untuk mengetes kemampuannya. Biji lada tersebut baru bisa digunakan dan berfungsi apabila kita mengambilnya dari dapur rumah orang lain yang bukan tempat tinggal kita dan harus tanpa sepengetahuan orang-orang yang tinggal di rumah itu, apa lagi sampai kepergok.

Lalu apabila kita memilin-milin biji lada tersebut dengan ibu jari dan jari tengah kita, sambil menerapkan ilmu memindahkan rasa tersebut sambil ditujukan pada seorang wanita, maka wanita yang kita tuju tersebut akan merasakan klitorisnya seperti dipilin-pilin, semakin cepat dan keras kita memilin biji lada tersebut, maka wanita itu juga akan merasakan klitorisnya semakin cepat dan keras dipilin-pilin.

Sambil menunggu beberapa saat sampai Lusi mulai tertidur dalam pelukan saya, sayapun mulai menerapkan ilmu memindahkan rasa yang ditujukan kepada Lusi binti pulan sambil jari tangan saya mulai memilin-milin biji lada tersebut. Ternyata hasilnya luar biasa sekali, pertama saya merasakan tubuh Lusi tersentak dalam pelukan saya.

Rupanya Lusi kaget karena dia merasa kok aneh klitorisnya seperti ada yang menyentuh dan memilin-milinnya, sedangkan dia melihat tangan kiri saya sedang memeluk tubuh dia dan ada di punggungnya, tangan yang kanan sedang ada di samping tubuh saya sebelah kanan lurus di atas tempat tidur. Posisi saya tidur terlentang dan Lusi ada di sebelah kiri saya setengah tertelungkup memeluk tubuh saya.

Dalam keadaan setengah bingung dan heran, Lusipun lalu mencoba tidur kembali sambil memeluk tubuh saya dan ketika saya lihat Lusi mulai hampir tertidur kembali, saya mulai memilin-milin biji lada itu kembali. Kali ini walaupun dalam keadaan setengah bingung dan heran, Lusi diam saja dan tetap memejamkan matanya.

Pada awalnya Lusi berusaha mencoba untuk melawan perasaan “aneh” tersebut, akan tetapi akhirnya lama-lama dia terlihat mulai menikmatinya juga. Saya mulai merasakan tubuh Lusi mulai bergelinjang-gelinjang pelan dan kaki kirinya yang berada di atas kaki kiri saya juga mulai terasa sebentar-sebentar menegang. Sambil meram pura-pura tidur, saya mempercepat pilinan biji lada tersebut sambil sesekali saya memencet biji lada tersebut dengan agak keras.

Luar biasa sekali, saya merasa tubuh Lusi mulai semakin bergelinjang-gelinjang dan tangan kirinya yang berada di dada saya mulai terasa memeluk saya erat sekali. Dari mulutnyapun mulai terdengar desahan-desahan halus yang lirih sekali. Lalu sayapun mulai menambah kecepatan pilinan pada biji lada tersebut lagi, semakin cepat dan semakin cepat lagi sambil sesekali memencetnya dengan agak keras.

Setelah beberapa saat tubuh Lusi bergelinjang-gelinjang dengan kencang disertai dengan pelukannya yang juga sudah semakin erat pada tubuh saya, diiringi dengan suara desahan yang cukup keras dan disertai dengan tubuh yang tegang sambil memeluk tubuh saya erat sekali, akhirnya Lusipun mencapai puncak orgasmenya yang luar biasa.

Setelah tubuhnya tegang beberapa saat sambil memejamkan matanya, akhirnya tubuh Lusipun pelan-pelan terasa mulai mengendur. Lusipun kembali memeluk tubuh saya dengan tubuh yang basah kuyub dengan keringat sambil memejamkan mata dan tersenyum penuh kepuasan.

Lalu saya membangunkan Lusi dan menyuruhnya membuka baju karena bajunya telah basah kuyup oleh keringat. Lusipun lalu bangun dan membuka baju serta rok seragam sekolahnya, kali ini rupanya Lusi sudah tidak malu-malu lagi pada saya dan diapun juga membuka BHnya sekalian.

Luar biasa sekali, tubuhnya yang putih mulus kembali terpampang di depan mata saya dengan buah dadanya yang masih baru mulai numbuh dihiasi dengan puting kecil berwarna coklat kemerahan terlihat menggantung indah di dadanya. Wah rupanya Lusi tadi mengeluarkan cairan yang cukup banyak waktu orgasme karena saya melihat CDnya yang berwarna krem ada bercak-bercak cairan yang tembus dari dalam CDnya.

Sekalian saja saya suruh buka CDnya dengan alasan agar cepat kering bila disampirkan di atas kursi. Dengan wajah yang memerah karena merasa agak malu ketahuan tadi habis orgasme, pelan-pelan Lusi menurunkan CDnya dan melepaskannya lalu menaruhnya di atas senderan kursi dalam kamar saya. Supaya Lusi tidak malu telanjang polos sendirian, lalu sayapun membuka seluruh pakaian yang melekat pada tubuh saya sampai telanjang polos juga seperti halnya dengan Lusi saat itu.

Timbul niat saya untuk isengin Lusi sekali lagi, karena saya ingin hari itu Lusi benar-benar merasakan kepuasan yang tiada tara sampai saya bisa merasakan tubuhnya sepenuhnya. Kembali saya bilang padanya agar lebih baik kita sama-sama coba tidur untuk beristirahat sebentar dulu, agar kita nanti bisa melepaskan rindu habis-habisan dengan tubuh yang segar. Lusipun menganggukan kepalanya tanda mengiyakan.

Akhirnya saya merebahkan diri kembali terlentang ditempat tidur dan Lusipun berbaring di sebelah kiri saya setengah tertelungkup sambil memeluk saya dengan tangan kirinya di atas dada saya dan kaki kirinyapun ditaruhnya di atas kaki kiri saya. Sekilas saya cium keningnya dan Lusipun lalu menyelusupkan wajahnya kedada saya. Sayapun juga memeluk tubuhnya dengan erat dan mengusap-usap rambutnya.

Akhirnya sayapun mulai mengisenginnya kembali dengan memilin-milin biji lada itu kembali. Kali ini Lusi memberi respon kepada saya, sambil bergelinjang-gelinjang secara perlahan, tangan kirinya mulai mengusap-usap dada saya juga puting dada saya. Ahh.. nikmat sekali rasanya, sayapun lalu mencium bibirnya sambil tak lupa tangan saya tetap terus memilin-milin biji lada tersebut.

Kali ini saya memilinnya pelan-pelan berirama diselingi dengan pijitan yang agak keras pada biji lada tersebut. Saya tidak ingin buru-buru memilinnya dengan cepat karena saya ingin agar Lusi merasa nafsunya sangat membara dan meledak-ledak namun tak kunjung menyampai puncak.

Luar biasa sekali, saya merasa tubuh Lusi mulai semakin bergelinjang-gelinjang dan tangan kirinya yang berada di dada saya mulai terasa memeluk saya erat sekali. Dari mulutnyapun mulai terdengar desahan-desahan yang cukup keras, akhirnya saya lumat bibirnya. Kami saling melumat bibir dan lidah kami saling berkaitan didalam mulutnya Lusi, kelihatannya Lusi sudah mulai tidak tahan dan akhirnya dia mulai merangkak menaiki dan menindih tubuh saya.

Lusipun mulai mencumbu saya, menciumi leher saya, terus turun kedada saya. Lidahnya bermain-main diputing dada saya yang sebelah kiri sambil sesekali dihisap-hisapnya, sedangkan tangan kanannya mengusap-usap lembut puting dada saya yang sebelah kanan. Tangan kirinyapun bergerak turun kebawah, memegang batang kemaluan saya, meremas-remasnya dan mengocok-ngocoknya dengan lembut. Ah, sudah mulai pintar dia rupanya..

Benar-benar luar biasa sekali nikmatnya, saya hanya bisa memejamkan mata merasakan betapa nikmatnya dicumbu oleh Lusi sambil tangan saya meremas-remas buah dadanya yang lembut tapi padat dan mengusap-usap puting buah dadanya yang sudah mulai membesar dan mengeras.

Jari tangan kiri saya lalu memilin-milin puting buah dadanya yang sebelah kanan sambil jari tangan kanan saya masih tetap memilin-milin biji lada secara teratur. Lalu ciuman dan lidah Lusipun mulai bergerak turun kebawah sampai akhirnya wajah Lusi tepat berada di depan batang penis saya.

Lalu lidahnya menjilat-jilat batang kemaluan saya dengan pelan sekali dan Oh, Nikmat sekali rasanya ketika Lusi memasukan kepala penis saya kedalam mulutnya yang mungil itu, mengulumnya, menghisap-hisapnya dan Luar biasa sekali nikmatnya ketika bibirnya yang lembut bergerak keatas kebawah, mengocok-ngocok batang penis saya sehingga keluar masuk dari mulutnya.

Setelah hampir 15 menit lamanya penis saya diberikan kenikmatan oleh mulut Lusi yang mungil tersebut, akhirnya saya mulai merasakan ada sesuatu yang ingin meledak dan keluar dari penis saya. Akan tetapi dikarenakan saat itu saya benar-benar ingin bisa membuat Lusi merasakan kenikmatan orgasme yang luar biasa dan terbang kelangit yang ketujuh, lalu saya mulai menerapkan ilmu supaya penis saya agar bisa bertahan lama.

Setelah itu saya minta agar Lusi membalikan badannya sehingga kami lalu mempraktekan gaya 69 dikarenakan saya masih belum puas diberikan kenikmatan oleh mulutnya Lusi. Tak lupa tentunya jari tangan kanan saya memilin-milin biji lada tersebut.

Rupanya Lusi sudah sangat basah sekali, belahan kemaluannya sudah dibasahi oleh cairan yang dikeluarkan oleh vaginanya sendiri. Aromanyapun harum dan membuat saya semakin terangsang. Langsung saja saya jilati semua cairan yang ada di vagina Lusi.

Terlihat Lusipun semakin bergelinjang-gelinjang merasakan kenikmatan disaat lidah saya menjilati belahan kemaluannya, terlebih lagi disaat lidah saya bermain-main pada klitorisnya. Terasa Lusi menggigit penis saya dan mulai menghisap penis saya semakin kuat. Benar-benar nikmat rasanya.

Setelah lidah saya bermain-main cukup lama dibelahan kemaluannya terutama pada klitorisnya, Lusipun akhirnya tidak tahan lagi karena nafsunya sudah naik sampai keubun-ubun, dengan tubuh yang menegang dengan kencang dibarengi desahannya yang cukup keras Lusipun mencapai orgasme yang luar biasa.

Terasa di lidah saya lubang vaginanya berdenyut-denyut dan mengeluarkan cairan kental yang cukup banyak. Gurih dan harum rasanya. Langsung saja semua cairannya yang keluar banyak sekali dari lubang vagina Lusi tersebutpun saya jilati sampai bersih dan saya telan sampai habis.



Beberapa saat kemudian terasa tubuhnya mulai mengendur tergeletak pasrah di atas tubuh saya dengan nafasnya ngos-ngosan. Saya rasa sudah cukup sampai di sini saya isengin Lusi, lalu tanpa sepengetahuan Lusi saya buang biji lada tersebut ke bawah ranjang. Lalu saya bangunkan Lusi dan saya ajak dia untuk mandi agar tubuhnya terasa segar kembali.

Akhirnya saya berpacaran dengan Lusi kurang lebih selama 4 tahun, walau hampir tiap hari kita bertemu secara sembunyi-sembunyi dan hampir setiap hari kita memadu kasih, akan tetapi saya tetap berusaha menjaga kesuciannya dan tidak menyetubuhinya.

sumber: http://wartahot.blogspot.com/2013/04/ilmu-pelet-tingkat-tinggi.html

Incoming search terms:

cerita dewasa pelet, cerita seks pelet, cerita pelet, ngentot panas dengan cewek ABG tingkat tinggi, cerita seks bergambar pelet, cerita seks pelet istri orang lain, ilmu pelet tingkat tinggi, www wartahot blogspot com, lusi puting coklat ngentot, cerita ngentot adik pake gendam dan pelet, ceritadewasapelet, cerita dewasa melet tante jilbab, vagina di strum saat ngentot, cerita dewasa wartahot blogspot, cerita dewasa pelet cewek jilbab, cewek cantik di pelet dan di perkosa, www cerita ilmu pelet, Ceritaseks17tahun com pelet, www cerita seks ilmu pengasih, cewek jilbab di gendam dan di perkosa, cewek kerudung digendam, ceritamesumngentotpolwan, kumpulan cerita ngentot jilbab menggunakan ilmu pelet dan gambar hot telanjang, foto jilbab melet, ilmu memadu istri

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker