Friday , December 26 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / Kisah Suryati, Buruh Pabrik Berjilbab Lebar

Kisah Suryati, Buruh Pabrik Berjilbab Lebar

Suryati atau sering dipanggil Yati atau Sur itu memiliki wajah yang cukup cantik, berkulit hitam manis dengan bibir sensual, tubuhnya kelihatan agak berisi, montok dan sekal yang nampak membayang meskipun dia mengenakan baju jubah panjang dan jilbab lebar yang menutupi seluruh tubuhnya.
Tinggi badannya 166 cm dan ukuran bra 36B, membuat penampilannya makin menggairahkan, apalagi ketika ia mengenakan baju seragam kerjanya dengan baju agak ketat dan rok seragam coklat panjangnya yang juga berukuran agak ketat sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas menembus dan menghias kedua buah pantatnya yang sekal, selain jilbab yang selalu dia kenakan. Karena ukuran roknya yang agak ketat, sehingga saat ia berjalan goyangan pantatnya terlihat aduhai. Semua pria yang berpikiran nakal pastilah ingin mencicipi tubuhnya, walaupun berjilbab tapi jilbabnya itu tak mampu menyembunyikan kemontokan tubuh Suryati.Walaupun sudah mendekati usia kepala tiga, entah mengapa, Suryati masih belum mau berumah tangga. 
Banyak yang mengejeknya sebagai perawan tua, perawan tak laku dan sebagainya. Tapi Suryati cuek aja, banyak yang mau melamar tapi selalu dia tolak. Salah seorang yang mau melamar Suryati adalah seorang pria bernama Syamsul dan biasa disapa Syam, 38 tahun, punya dua orang istri dan cukup mapan hidupnya. Tapi Suryati juga menolak pria ini. Syam sangat dendam dan sakit hati. Dia membuat sebuah rencana terhadap Suryati.Pada suatu malam sehabis lembur, sekitar jam 10 malam Suryti berjalan sendirian meninggalkan kantor untuk pulang menuju ke kontrakannya yang kebetulan hanya berjarak sekitar 600 meter dari tempatnya bekerja. Dia merasakan badannya amat lelah akibat seharian kerja ditambah lembur tadi, sekujur tubuhnya pun terasa lengket-lengket karena keringat yang juga membasahi seragam kerja yang dikenakannya.Dengan berjalan agak lambat, kini tibalah Suryati pada sebuah jalan pintas menuju ke kontrakan yang kini tinggal berjarak 100 meter itu, namun jalan tersebut agak sunyi dan gelap. Tiba-tiba tanpa disadarinya, sebuah mobil Kijang berkaca gelap memotong jalan dan berhenti di depannya. Belum lagi hilang rasa kagetnya, sekonyong-konyong keluar seorang pria berbadan kekar dari pintu dan langsung menyeret Suryati yang tidak sempat menghilangkan kekagetannya itu masuk ke dalam mobil tersebut, dan mobil itu kemudian langsung tancap gas dalam-dalam meninggalkan lokasi.Di dalam mobil tersebut ada seorang pria. Suryati diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil terus melaju dengan cepat. Suryati yang masih terbengong-bengong pun didudukkan di bagian jok, di sebelah pria itu. Sementara mobil melaju, lelaki itu berusaha meremas-remas pahanya.
Tangan lelaki tersebut mulai mengusap-usap kedua paha mulus Suryati yang ada di balik rok panjangnya. Naluri Suryati bangkit dan berontak. Namun belum lagi berbuat banyak, tiba-tiba lelaki yang duduk di belakang setir itu membekap mulut Suryati dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius. Akhirnya Suryati pingsan.Kedua tangan Surtayi diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang montok dan masih dilapisi seragam kerja dan jilbab itu mencuat ke depan. Sementara itu selama dalam perjalanan, pria itu memanfaatkan kesempatan dengan bernafsu menyingkap rok seragam panjangnya Suryti sampai sepinggang. Setelah itu kedua belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan sampai akhirnya tangan nakal lelaki tersebut dengan leluasa menyeruak ke dalam celana dalam Surtayi, sementara dengan tangan sebelahnya dia mengemudikan mobilnya.Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah lama tidak ditempati di suatu daerah sepi. Mobil langsung masuk ke dalam dan garasi langsung ditutup rapat-rapat. Kemudian Suryati yang masih pingsan itu langsung dibopong oleh pria itu masuk ke dalam rumah tersebut. Rumah tersebut kelihatan sekali tidak terawat dan kosong, namun di dalamnya terdapat sebuah kamar besar yang cukup bersih. 
Ternyata di kamar itu tersedia ranjang dan di beberapa sudut kamar itu dipasang beberapa kamera.Suryati kemudian didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di kamar itu.”Waw betapa cantiknya wanita ini.” guman lelaki itu sambil memandangi tubuh lunglai Suryati. Tiba-tiba pria itu mengambil segayung air dan menyiramkan air pelan-pelan ke wajah Surtayi.Beberapa saat kemudian, ketika sadar karyawati cantik itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya, “Kamu..” katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tangannya terikat erat.Kali ini Syam tersenyum, senyum kemenangan.”Mau apa kamu..!” Suryati bertanya setengah menghardik kepada Syam.”Jangan macam-macam ya, nanti saya laporkan ke polisi..!” lanjutnya lagi.Syam hanya tersenyum, “Silakan saja teriak, nggak bakal ada yang dengar kok. Ini rumah jauh dari mana-mana.” kata Syam.”Asal tau aja, begitu kamu waktu itu menolak lamaranku, elo udah jadi incaran gue nomer satu.” sambungnya.Sadar akan posisinya yang terjepit, keputusasaan pun mulai terlihat di wajah karyawati itu, wajahnya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Namun kebencian di hati Syam masih belum padam, terlebih-lebih dia masih ingat ketika Suryati berani menolak lamarannya dan menghina dirinya. Hal inilah yang membuat Syam mendendam dan bertindak nekat seperti ini. Memang di kalangan penduduk kampung itu nama Syam cukup terkenal. “Ampun Mas, maafkan aku, aku waktu itu terpaksa bersikap begitu.” katanya seolah membela diri.”Ha.. ha.. ha..” Syam tertawa lepas sambil mengejek Suryati yang duduk terkulai lemas.”Hei perawan tua goblok, gue ini berkuasa di sini tau! Elo nolak gue sama aja bunuh diri!” ujar Syam sambil meremas-remas tetek Suryati di balik jilbab dan baju seragam kerjanya.”Sekarang elo musti bayar mahal atas tindakan elo itu, dan gue mau kasih elo pelajaran supaya elo tau siapa gue.” sambungnya.Suryati pun tertunduk lemas seolah dia menyesali tindakan yang telah diambilnya dulu, airmatanya pun mulai berlinang membasahi wajahnya yang cantik itu.Tiba-tiba, “PLAK..” sebuah tamparan telak menghantam pipi kanannya, membuat tubuh Suryti terlontar ke belakang seraya menjerit. Lelaki itu telah menghajar pipinya, dan “BUKK” sekali lagi sebuah pukulan menghantam perut Suryat dan membuat badannya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.”Aduh.., ampun Bang.. ampunn..,” ujar Surtayi dengan suara melemah dan memelas.Syam sambil melepaskan baju yang dikenakannya berjalan mendekati Suryat, badannya yang gagah dan kekar itu semakin terlihat seram dengan banyaknya otot yang menghiasi sekujur badannya.”Udah lah, sekarang gue mau action.” ujar Syam sambil mendorong tubuh Suryati terbaring di ranjang kamar itu.Tidak perduli dengan pembelaan diri Suryati, Syam dengan kasarnya menyingkapkan rok seragam kerja Suryati ke atas hingga kedua paha mulus hitam manis perawam tua ini terlihat jelas, juga celana dalam putihnya.Suryati menatap Syam dengan ketakutan, “Jangan, jangan Mas..” ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.Kemudian, dengan kasar ditariknya celana dalam Suryati sehingga bagian bawah tubuh Suryati telanjang.
 Kini terlihat gundukan kemaluan Suryati yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat karena sering dicukur itu, sementara itu Suryati menangis terisak-isak.Pria yang bernama Syam itu pun melongo melihat indahnya kemaluan karyawati itu. Sekarang dia dapat mengerjai sang karyawati itu untuk melampiaskan dendamnya. Kini Syam memposisikan kepalanya tepat di hadapan selangkangan Surtayi yang nampak mengeliat-geliat ketakutan. Tanpa membuang waktu, direntangkannya kedua kaki Suryti hingga selangkangannya agak sedikit terbuka, dan setelah itu dilumatnya kemaluan Suryati dengan bibir dan lidah Syam.Dengan rakus bibir dan lidah Syam mengulum, menjilat-jilat lubang vagina Suryati. Badan Suryati pun menggeliat-geliat kerenanya, matanya terpejam, keringat mulai banjir membasahi baju seragam kerjanya, dan rintihan-rintihannya pun mulai keluar dari bibirnya akibat ganasnya serangan bibir Syam di kemaluannya, “Iihh.. iihh.. hhmmh..”Suryati sesekali nampak berusaha meronta, namun hal itu semakin meningkatkan nafsu Syam. Jari-jari Syam juga meraba secara liar daerah liang kemaluan yang telah banjir oleh cairan kewanitaannya dan air liur Syam. Jari telunjuknya mengorek dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk-nusuk.”Aakkh.. Ooughh..” Suryati semakin keras mengerang-ngerang.Setelah puas dengan selangkangan Suryati, kini Syam bergeser ke atas ke arah wajah Suryai. Dan kini giliran bibir merah Suryatni yang dilumat oleh bibir Syam. Sama ketika melumat kemaluan Suryati, kini bibir Suryati pun dilumat dengan rakusnya, dicium, dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Suryati tanpa melepaskan.jilbab yang dikenakan Suryati.”Hmmph.. mmph.. hhmmp..” Suryati hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah karena mulutnya terus diserbu oleh bibir Syam.Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar, air liur mereka pun meleleh menetes-netes. Sesekali Syam menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Suryati dengan sedikit menyingkap jiblab yang dipakai Suryati.”It’s showtime..!” teriak Syam dengan gembira..Kini Syam yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Suryati yang napasnya terengah-engah akibat gempuran Syam tadi, matanya masih terpejam dan kepalanya menoleh ke kiri seolah membuang wajah dari pandangan Syam. Syam pun membuka celananya hingga akhirnya telanjang bulat. Kemaluannya yang berukuran besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa.Kini Syam, yang telah berpengalaman bermain wanita itu, meluruskan posisi tubuh Suryati dan merentangkan kembali kedua kakinya hingga selangkangannya terkuak sedikit kemudian mengangkat kedua kaki itu serta menekuk hingga bagian paha kedua kaki itu menempel di dada Suryati. Hingga kemaluan Suryati yang berwarna kemerahan itu kini menganga seolah siap menerima serangan. 
Tangis Suryati semakin keras, badannya terasa gemetaran, dia tahu akan apa-apa yang segera terjadi pada dirinya.Sementara adegan demi adegan berlangsung kamera yang terpasang merekam semuanya. Syam akan memanfaatkannya untuk memaksa Suryati agar selalu mau ngentot dengannya.Syams pun mulai menindih tubuh Suryati, tangan kanannya menahan kaki Suryati, sementara tangan kirinya memegangi batang kemaluannya membimbing mengarahkan ke lubang memek Suryati yang telah menganga.”Ouuhh.. aah.. ampuunn.. Mass..!” rintih Suryati.Badan Suryati menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak masuk ke dalam lubang vaginanya.”Aaakkh..!” Suryati mejerit keras, matanya mendelik, badannya mengejang keras saat Syam dengan kasarnya menghujamkan batang kemaluannya ke dalam lubang vagina Suryati dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang memek Surytai yang masih kencang dan rapat itu walaupun Suryati sudah berusia kepala tiga.Keringat pun kembali membasahi seragam kerja dan jilbab lebar yang masih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika kemaluan Syam berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang vagina Suryatii, Syam mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela kemaluan Suryati yang sedang disusupi kemaluan Syam itu. Dengan irama cepat Syam mulai menggenjot tubuh Suryati, rintihan Suryati pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Syam.”Ooh.. oh.. oohh..!” badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Syam yang semakin bernafsu.Setelah beberapa menit kemudian badan Syam menegang, kedua tangannya semakin erat mencengkram kepala Suryati, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Syam berejakulasi di rahim Suryati. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Suryati hanya dapat pasrah menatap wajah Syam dengan panik dan kembali memejamkan mata disaat Syam bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Suryati.Tangis Suryati pun kembali merebak, ia nampak sangat shock. Badan Syam yang terkulai di atas tubuh Suryati pun terguncang-guncang jadinya karena isakan tangisan dari Suryati.
Ada rasa sesal karena telah kehilangan keperawanannya. Tapi Suryati pun menikmati perkosaan yang baru saja menimpa dirinya.”Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..?” ujar Syam sambil menyusupkan tangannya di balik jilabab dan membelai-belai rambut Suryati dan kemudian mencopot jilbab yang dipakai Suryati.Beberapa saat lamanya Syam menikmati kecantikan wajah Suryati yang kini tanpa jilbab itu sambil membelai-belai rambut dan wajah Suryati yang masih merintih-rintih dan menangis itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang memek Suryati.”Makanya jangan main-main sama gue lagi ya Sayang..!” sambung Syam sambil bangkit dan mencabut kemaluannya dari memek Suryati.Setengah jam kemudian kembali nafsu Syam naik dan dia kembali menyetubuhi Suryati, kali ini Syam mencopot seluruh pakaian Suryati hingga telanjang bulat. Untuk kedua kalinya dia orgasme di atas tubuh Suryati. Sejak itu, Syam sering mengajak Suryati untuk melayani birahinya. 
Suryati tak dapat menolak sebab jika menolak dia diancam kalau adegan yang direkam itu akan disebarkan. Karena serang mengentot tanpa pengaman akhirnya jadwal bulanan Suryati tidak datang. Suryati hamil. Surytai memohon Syam untuk menikahinya walaupun harus jadi istri ketiga. Untung Syam berbaik hati mau menikahi Suryati.

Incoming search terms:

cerita seks di pabrik, cerita seks karyawati, Cerita ngentot karyawati, Cerita seks karyawan pabrik, cerita seks buruh pabrik, cerita dewasa diancam, cerita mesum buruh pabrik, Ngentot karyawan pabrik, cerita sek karyawan pabrik, cerita seks karyawati pabrik, kisah cerita seks, cerita seks karyawan, cerita ngentot karyawan pabrik, CERITA MESUM KARYAWAN PABRIK, cerita ngentot di pabrik, cerita seks anak pabrik, Cerita ngewe karyawan, sek berjilbab, cerita sek buruh pabrik, memek buruh pabrik, cerita ngentot karyawan, cerita dewasa buruh, Cerita seks buruh, cerita dewasa buruh pabrik, cerita seks pabrik

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker