Thursday , April 17 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / Menjebak Guruku

Menjebak Guruku

Semua rahasianya ada di tanganku. Foto – foto perselingkuhannya dengan guru lain ada padaku. Sebenarnya ia sudah bertobat dengan memakai jilbab lebarnya. Namun ada pikiran nakal mengusikku. Bukannya membantu ia untuk bertobat, aku malah mengancam akan menyebarkan foto – foto itu kalau ia tidak menuruti semua keinginanku. Bu Indri namanya. Putih, langsing, walaupun payudara dan bokongnya tidak terlalu besar, namun terlihat masih kencang, walau ia sudah berumur 32 tahun. Wajahnya cantik.
Keinginanku yang pertama adalah agar dia tidak memakai BH dan celana dalam ketika mengajar. Untuk memastikannya, aku datang ke ruangannya. Dia kaget melihat kedatanganku. Segera kututup pintu ruangannya.

“Sekarang ibu berdiri” pintaku.
“Mau apa kamu?” tanyanya ketus.
“Nurut aja bu” kataku menyeringai.
Setelah ia berdiri, aku raba payudaranya. Benar saja, ternyata ia tidak memakai BH. Payudaranya masih kencang. Kuremas – remas kedua payudaranya.
“Mmmmmhhhh” erangnya.
Ia tidak bisa melawan, karena ia takut ketahuan guru yang lain. Aksiku cukup sampai di situ karena aku pun takut ketahuan guru yang lain.
“Bagus kalau ibu nurut sama aku”
Aku pergi meninggalkannya yang masih berdiri.
Ketika ia mengajar di kelasku, bukannya memerhatikan materi yang diberikan, aku malah memerhatikan tubuh Bu Indri. Pikiranku mulai kemana – mana. Tempat dudukku yang di pojok belakang menyendiri membuat teman – temanku tidak ada yang memerhatikanku. Perlahan aku membuka retsleting dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah agak mengeras. Aku mulai mengocok batang kemaluanku. Tepat sebelum orgasme, pelajaran selesai.
Karena sudah tanggung, aku pun mendatangi ruangan Bu Indri lagi. Suasana kantor sudah agak sepi. Langsung kukunci ruangannya. Dia kaget dengan apa yang kulakukan.
“Mau ngapain lagi kamu?” tanyanya.
“Sekarang ibu isep batang kemaluan aku” pintaku.
Ku dekati dia yang masih duduk diam di kursinya. Kubuka retsleting dan kukeluarkan batang kemaluanku yang mulai tertidur. Kupegang kepala Bu Indri dan kupaksa batang kemaluanku masuk ke mulutnya.
“Mmmmmmm” gumamnya.
Kukocokkan batang kemaluanku di dalam mulutnya.
“Enak bu, ternyata ibu pinter juga yah”

Tidak lama kemudian aku sampai pada orgasmeku. Sebagian pejuhku masuk ke mulutnya. Ada juga yang muncrat di mukanya, bahkan jilbab hitamnya. Setelah itu kusuruh ia menungging di lantai. Kuangkat jubah bagian bawahnya. Terlihat pantat yang putih mulus dan vagina yang ditumbuhi bulu – bulu halus. Kumasukkan dua jariku ke vaginanya.
“Aaaahhhh” erangnya perlahan.
Kukocok vaginanya dengan jariku dan kumainkan klitorisnya dengan tangan satu lagi. vaginanya mulai basah. Kuambil spidol marker besar white board yang ada di mejanya dan kutusukkan ke lubang pantatnya.
“Aaaaaahhhhh” teriaknya kaget.
“Jangan berisik bu, ntar kedengeran tukang bersih – bersih” kataku.
vagina dan pantatnya terus kusodok. batang kemaluanku pun mulai menegang lagi. Dengan spidol marker besar masih di pantat. Aku langsung menyetubuhinya.
“Mmmmmmhhhhhh” erangnya.
“vagina ibu masih rapet yah, enak banget bu”
vaginanya yang mulai basah langsung menyemprotkan cairan orgasmenya. batang kemaluanku jadi basah dibuatnya. Kocokanku semakin cepat, menimbulkan bunyi ‘cpak cpak’. Tak lupa pantatnya terus kusodomi dengan spidol marker besar.
5 menit kemudian aku orgasme. Kumuncratkan semua pejuhku ke rahimnya.
Crooot crooottt…
“Enak banget bu, makasih yah bu” kataku.
Sebelum aku pergi, aku mengencingi jilbab dan jubahnya.
“Heh, gimana ibu pulang nanti?” tanyanya dengan marah.
“Ya terserah ibu mau gimana. Hehehe” seringaiku.
Aku pun pergi dari ruangan itu.
 
Esoknya Aku mendengar kabar kalau suaminya Bu Indri sedang bepergian keluar kota. Seketika aku punya ide untuk memuaskan hasratku malam ini. Rumah Bu Indri tidak jauh dari rumahku. Hanya berbeda gang saja. Malam itu, tepat pukul 8, aku bersiap pergi ke rumahnya. Aku membawa tas yang berisi perlengkapan untuk mengerjainya.
Sesampainya di rumahnya, aku memencet bel yang ada di pagar rumahnya. Keluarlah Bu Indri, memakai daster dan jilbab kausnya. Ia agak kaget dengan kedatanganku. Raut wajahnya menunjukkan kalau dia tidak senang dengan kedatanganku.
“Buka pintunya dong” kataku menyeringai.
“Mau apa lagi kamu?” tanyanya dengan ketus sambil membuka pintu pagar.
“Pake nanya, ibu sudah tahu kan?” jawabku.
Aku pun masuk ke dalam, pintu pagar langsung ku kunci dengan gembok yang kubawa dari rumah.
“Heh” bentaknya.
“Apa sih? Nurut aja deh” kataku.
Aku masuk ke ruang tamu. Ketika masuk, aku kaget, ternyata ada orang lain di rumah ini. Aku tahu kalau Bu Indri punya anak, namun masih berumur 5 tahun. Tapi yang kulihat adalah wanita berjilbab berumur sekitar 25 – an. Wajahnya cantik, berkulit putih, pantat dan payudaranya masih kencang. Menurutku ia masih perawan. Ia sedang menonton tv, ketika melihat kedatanganku, ia langsung masuk ke kamarnya.

Dini

“Itu siapa?” tanyaku.
“Adik saya, namanya Dini, awas kalau kamu macam – macam sama dia” ancamnya.
Aku mengangguk, namun pikiranku mulai berjalan mencari ide bagaimana caranya supaya aku bisa menikmati tubuh indahnya. Aku langsung menarik Bu Indri ke teras rumah. Ku remas kedua payudaranya, ternyata ia tidak memakai BH, lalu kucium bibir manisnya.
“Mmmmmhhhhhh” erangnya.
Tanpa basa – basi, kudorong ia sampai jatuh telungkup, kuangkat pantatnya sehingga posisinya menungging sekarang. Kuangkat dasternya sampai pantat, dan kubuka celana dalamnya. Kuusap pantat putihnya.
“Bu, aku udah ga tahan nih” kataku.
Pintu pagarnya amat tinggi, sehingga aku berani menyetubuhinya di teras.
Dia hanya bisa terdiam. Kusumpalkan celana dalamnya ke mulutnya supaya erangannya nanti tidak terdengar sampai ke dalam. Kukeluarkan penisku yang sudah mengeras. Langsung kumasukkan ke dalam vaginanya. Sleeppp.
Terasa kesat, karena vaginanya belum terlalu basah. Kukeluarkan penis mainan yang kubawa dan kusodokkan ke anusnya.
“Mmmmmmhhhhhh” erangannya tertahan celana dalam di mulutnya.
“Mantap banget vaginanya ibu” kataku.
Kusetubuhi dia sambil kuremas – remas kedua payudaranya. vaginanya terasa agak basah, 5 menit kemudian ia orgasme. penisku terasa hangat karena semburan cairan orgasmenya. Itu membuat penisku semakin lancar memasuki vaginanya. 10 menit kemudian aku orgasme.
Crooottttt crooootttt. Kumuncratkan spemaku ke dalam vaginanya.
“Mmmmmmhhhhh” erangnya.
Kupeluk tubuh indahnya dari belakang. Kusetubuhi wanita berjilbab ini untuk kedua kalinya. Kucabut penisku, kukeluarkan chloroform yang kusiapkan untuk jaga – jaga. Kusekap Bu Indri sampai dia pingsan. Kuseret dia ke dalam garasi. penis mainan tetap kusumpalkan di anusnya. Aku pun masuk ke dalam rumah.
Kuhampiri kamar Dini dan kuketuk pintunya. Sesosok wanita cantik membuka pintu dengan jilbab putihnya. Langsung kusekap dia dengan chloroform. Tidak lama kemudian, ia pingsan. Tubuhnya yang seksi hanya terbungkus daster merah tipis.
“Beruntung juga aku malam ini, dapet perawan ting ting” kataku.
Kulucuti dasternya sehingga hanya tersisa jilbab, BH, dan celana dalam. Melihat wanita jilbab setengah bugil membuat penisku tegang kembali. Kubuka BH dan celana dalamnya. Payudara putih mulus dengan puting berwarna pink mengacung terpampang di depanku. vaginanya ternyata tidak ditumbuhi bulu sedikitpun. vaginanya masih rapat menandakan ia masih perawan.
Kusedot payudaranya dan kupilin – pilin putingnya.
“Mmmmmhhh” erang Dini.

Aku kaget, kukira ia terbangun, tapi ternyata tidak. Jadi kulanjutkan aksiku. Sekarang kumain – mainkan klitorisnya. Dini mengerang tanpa sadar. Aku sudah tak sabar lagi, jadi langsung kukeluarkan penisku dan kucoba memasukkannya ke dalam vagina perawan yang sudah mulai basah karena permainanku tadi.
Agak susah karena vaginanya masih rapat, namun kupaksa dan berhasil. Darah segar mengalir di penisku menandakan bahwa Dini benar – benar perawan. Setelah kupaksa lebih kuat, akhirnya seluruh penisku masuk ke vaginanya. Mulai kukocokkan penisku di vaginanya. penisku serasa dipijat oleh vagina Dini yang masih rapat.
“Mantep ni perawan” kataku.
“Mmmmmmhhhhhh” erang Dini tanpa sadar.
vaginanya menjadi basah yang menandakan ia orgasme. Aku pun bertambah semangat mengocokkan penisku di dalam vaginanya. Tidak lama kemudian spermaku muncrat di rahimnya.
Croootttt croootttt.
Kucabut penisku dan kukeluarkan kamera digital yang kubawa di dalam tas. Ku foto Dini yang bugil namun tetap memakai jilbab putihnya. Ku foto close up vaginanya yang menjadi agak lebar dengan sperma yang mengalir keluar. Tidak lupa ku foto anusnya dan kucolokkan dua jariku ke dalam anusnya dan kukocok sebentar anusnya.
Kucium vaginanya sebagai tanda perpisahan. Dan kutulis pesan yang berisi bahwa kalau Bu Indri atau Dini berani melaporkannya kepada siapapun, maka semua foto bugil Dini dan foto perselingkuhan Bu Indri akan kusebarkan. Sebelum pergi, kukencingi sekujur tubuh Dini begitu juga jilbabnya. Aku pun pulang dengan perasaan puas dan lega.

Incoming search terms:

www 17tahun2 com, cerita ngentot ketahuan, Cerita ketahuan ngentot, cerita 17tahun2, Ngentot guruku, Cerita dewasa ketahuan ngentot, cerita seks menjebak, Cerita seks ketahuan, cerita chloroform, cerita ngentot sampai pingsan, cerita dewasa mengancam, cerita dewasa menjebak, cerita seks ketahuan ngentot, Kuperkosa guruku, cerita dewasa ketahuan, cerita dewasa ngentot sampai pingsan, cerita menjebak jilbab, cerita dewasa pingsan, Cerita seks chloroform, menjebak istri tetangga, cerita dewasa menjebak tante, Cerita menjebak tante, cerita chloro, cerita dewasa chloroform, cerita dewasa ketauan ngentot

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker