Saturday , December 20 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / Wiwiek, Setubuhi dan Buntingi Aku Nak

Wiwiek, Setubuhi dan Buntingi Aku Nak



Wiwiek

Surya adalah anak tunggal bu Wiwiek. Sejak kelas 1 SMA dia dipindahkan oleh ayahnya ke tempat neneknya bersekolah. Perkenalhain antara Wiwiek dengan suaminya tak terelakkan, setelah menurut suami Wiwiek dia berselingkuh. Perselingkuhan itu memang benar terjadi, tapi hanya lapioran orang, karena Wiwiek jugapintar menjaga rahasia. Setelah sekian tahun berpisah dan kemudian suami Wiwiek sudah berobat kemana-mana dan kontolnya diangap bisa berfungsi, akhirnya mereka rujuk kembali.


Saat itu pun Surya sudah lulusSMA dan dia ditarik kembali ke rumah mereka. Pada saat itu suami WIwiek berada di kota dan sekali seminggu pulang ke kebun teh seluas 20 hektar milik mereka. Wieik sengaja di tempatkan di sana, agar tidak berselingkuh. Mereka hanya berhubungan suami isteri sekali dalam seminggu, itu pun kalau suami Wiwiek tidak sedang sibuk. 

Surya langsung ke villa di kebun teh, atas surahan ayahnya, agar dapat istirahat barang seminggu, menunggu pendaftaran di perguruan tinggi ternama. Surya tiba di villa kebun teh dan menekan bell. Villa itu sepi sekali. Surya sudah kedinginan. Bayangkan biasanya di Semarang, lalu piondah ke kebun teh yang sangat dingin di sore hari. Angin berhembus dari segala penjuru ke villa yang tempatnya di ketinggian. Betapa senangnya Wiwiek melihat anaknya muncul di depan pintu. Tinggi. Tiga tahun berpisah, membuatnya sangat rindu dan Surya juga sangat rindu. Langsung Wiwiek memeluk anaknya dan emncium bibirnya. Surya terkejut sekali.

Setelah pintu dikunci dan mereka ke ruang tengah, Wiwiek langsung memeluk Surya dan menciuminya. Tangannya meraba-raba kontol Surya dari balik celananya.
“Mama…”
“Ya sayang. AKu sangat mencintaimu. Aku tak sanggup berpisah denganmu.”
Surya heran, kenapa ibunya demikian. Apakah ibunya sudah gila? Melihat tubuh ibunya yang sintal dan semakin cantik dan menggairahkan, Surya bergetar juga. Dengan cepat ibunya melepas dasternya. Cepat pula dia melepas bra dan menurunkan celana dalamnya. Wiwiek yang sudah kesetanan sudah telanjang bulat.
“Mama…?
“Kalau hanya kita berdua, aku bukan ibumu nak. Aku kekasihmu. Puasi ibu nak. Sudah lama aku menungumu. AKu tak pernah selingkuh dengan siapapun. Kini aku juga tidak berselingkuh. Tapi aku ingin bersetubuh denganmu, sayangku, cintaku…” ibunya menciuminya dan melepas satu persatu kanting baruSurya dan melepas semua yang ada. Angi terus berdesir, membawa dingin.
“Kita ke kamar sayang…” diseretnya tubuh Surya ke kamar tidurnya dan pintu dikunci rapat.
“Ayo sayang. Puasi mama Nak. Puasi mama sayang…” Ibunya memeluk dan menioumi Surya yang sudah telanjang dan terbengong seperti terkena stroom. Akhirnya Surya memberikan ciuman hangat pada ibunya. Mereka saling berpelukan.
“Oh… sayang, kontolmu sangat besar dan keras sayang. Belum pernah menusuk memek perempuan lain kan?” kata Wiwiek. 
“Belum Ma..”
“Bagus, sekarang puasi ibu nak. Ibu sudah lama tidk terpuasi. Ayo sayang, ayolah…” Ditariknya Surya anaknya itu menindihnya. Disodorkannya teteknya ke mulut anaknya itu.
“Isap sayang-isap. Ayo Nak, puasi ibu nak, ayo sayang…” Surya juga sudah mulai bernafsu. Mereka melupakan diri mereak antara ibu dan anak. Mereka sepadang anak manusia yang benar-benar sedang saling membuituhkan.

Wiwiek tak mampu membendung keinginannya. Dia melakukan berbagai gerakan dari bawah dan anaknya memompanya dari atas. Pergumulan yang keras dan hangat itu membuat keduanya berpelukan rapat dalam udara dingin. Di luar angin terdengan menderu-deru.
“Ayo sayang, buntingi Mama nak. Buntingi Mama Nak, biar papamu merasa anak mu adalah anaknya. Ayo sayang…”
“Ya, Mam.. aku akan membuntingimu.”
“Terima kasih sayang… tujah sedalam-dalamnya memek mama sayang. Enak kan? Nikmat, kan? Ayo sayang…. ayo,” cerocos Wiwiek pada anaknya. Keduanya sudah tak perduli. Malam sekitar pukul 19.00, pak Amat dan Pak Ujang baru datang menjaga ruah mereka. Itu pun jauh digerbang dan satu atau setengah jam sekali, mereka baru ronda mengelilingi rumah. Sebenarnya di kawasan itu tak ada maling. Tapi sebagaisebuah rumah besar dan milik bosa harus dijaga, agar kesannya kelihatan lebih elite.
“Habisi mama sayang,” teriak Wiwiek. Surya terus menggenjo tubuh ibunya dengan kerakusannya. Suara bunyi air berceipak di dalam memek Wiwiek terdengar sebagai irama musik yang indah. Bibir mereka saling berpagut, lidah mereka saling berkait. Desir angin yang kuat menyelusupdari kisi-kisi jendela membuat mereka dingin. Merekamenutupi tubuh mereka pakai selimut tebal sampai ke leher. Selimut ituseperti bergelombang.

“Kamu ingin punya anak, kan sayang…” kata Wiwiek sembari terus mengguyang pantatnya dari bawah.
“Ingin, Ma. Aku ingin punya anak.”
“Nanti kamu harus menyayanginya ya. Jaga diabaik-baik dan sekolahkan setingi-tingginya.”
“Ya. Mam.”
“Nah… buntingi mama sayang,.Semprotkan spermamu sebanyak-banyaknyake dalam memek mama sayang. Kontolmu besar dan enak sekali. Ayo Nak,” Wiwiek terus menyerocos seperti orang kesurupan. Surya anaknya pun terus memeompa.

“Ma, apa nanti tidak ketahuan?”
“Tidak sayang. Kita jaga rahasia. Ayosayang, buntingi Mama sayang. Mama mau punya anak darimu, bukan dari Papamu sibajingan itu. Ayo sayang, tujah memek mama sepuasmu,” kata Wiwiek mendesah-desah. Sesekali dijilatinya leher anaknya, sesekali digigitnya bahu anaknya itu. 
“Ma… aku sudah mau keluar Ma…”
“Ya sayang, mama juga sudah mau keluar. Ayolah, kita sama -sama dan keluarkan yang banyak sayang…”
“Ya Mam… ini dia,” Surya memeluk mamanyasekuat ten****ya dan tubuhnya kejang. Wiwiek memeluk anaknya dengan kuat dari bawah dan berteriak sekuat ten****ya memenuhikamarnya.
“Buntingi mama sayaaaaaannnngggg…”
“Ya Ma. Mama harusBunting…” Bisik Surya. Merekabepelukan dengan kuat dan saling mendesahkan nafasnya dengan kuat.

“Terima kasih sayang… terima kasih. Doakan mama bunting dan anakmu akan lahir semibilan bula kemudian,” kata Wiwiek.
Sejak saat itu, jika hanya merekaberdua di Villa, keduanya bukan seperti ibu dan anak, melainkan sebagai sepadang kekasih. Setiap hari mereka berpelukan, berciuman, bermesraan dan saling membelai. Setiap sabtu, suami Wiwiek pulang ke villa. Mereka pastimelakukan persetubuhan. Ya.. hanya sekali dealam seminggu. Biasanya Wiwiek akan selalu dingin, walau nafas suaminya sudah ngos-ngosan. Sabtu pagi, biasanya suaminya pulang ke kota dan Surya berangkat senin pagi, karena dia pada senin kuliah siang. Saat itu, mereka lakukan dengan penuh kemesraan dan penuh kenikmatan.

“Sayang… rabalah perut Mama syang. Bayimu sudah ada didalam. Sudah tiga minggu menurut dokter,” kata Wiwiek senang. Surya senang sekali. Bayinya sudah tumbuh dalam rahim ibunya.
“Bayi ini, hasil kontolmu sayang,” kata Wiwiek.
“Ya Ma. Mama harusmenjaga anakku dengan baik,” kata Suryua.
“Anak kita sayang. Anak kita berdua. Ingat itu. Dan ini rahasia kita.”
“Ya Ma.”
“Kamu mau punya anak berapa dari mama sayang?”
“Dua Ma. Bila aku sudah tmat kuliah, mereka sudah masuk TK dan play grup. Saat aku belum berusia 40 tahun, mereka sudah sarjana, Ma.”
“Ya sayang. Tapi Mama mau dientoti lagi sayang. Puasi mama sayang.Mama tak pernah puas akan kontolmu sayang.”
“Ya, Ma. Kontolku akan memuaskan Mama”
Mereka bergumuldan saling memeluk, memebelai, menjilat dan memberikan yang terbaik pada lawannya. Keduanya puas dan sangat menikmati hari-hari mereka. Papa Suryajuga senang, karean sebentar lagi, diamengira anaknya akan lahir. Setiap kali dia mengelus perut Wiwiek, Wiwiek tersenyum dan dari beberapa meter, Surya mencibirkan bibirnya. Wieik melihat itu.

Dua tahun kemudian, Wiwiek bunting lagi. Surya senang bukan main. Tapi kali ini, ini diapunya rencana. Dia membubuhi beberapa tetes racun ke dalam gelas papanya. Itu disaksikan oleh Wiwiek dan Wiwiek tersenyum. Setiap pulang ke Villa, Papanya ditetesi dua tiga tetes ke gelas minumnya. Terkadang bahkan dua sampai tiga kali. Saat kandungan Wiwiek sudah tujuh bulan, Suami Wiwiek terjatuh di kantornya dan harus dibawa ke rumahsakit. Tiga hari di rumahsakit, suaminya meninggal.

“Ma… suami mu swudah mati,” kata Surya melalui telepon saat menyetir mobilnya menuju Jakarta. 
“Hahahaha… baguslah. Kamu urus kuburannya. Malam ini Mama ke Jakarta,” kata Wiwiek. Wiwiek menangis sejadi-jadinya di hadapan jenazah suaminy. Semua orang terharu. Semuanyamengucapkan rasa belasungkawa. Esoknya jenazah suaminya di makamkan. Malam itu juga mereka pulang ke villa, karean dia akan tahlilbersama para karyawan di villa. Semua orang dapat mahfum. 

Setiap malam seusai tahlil, Surya dan Wieiek tidur sekaamar dan berpelukan dengan mesra.

“Semua orang tau, Mama sudh bunting sayang. Sekarang tak ada lagi yang menghalangi kita. Kita bebas,” kara Wiwiek. Surya tersenyum.
“Kalau bayi ini sudah lahir, rahim mama harus ditutup agar takbunting lagi,” kata Surya.
“Ok sayang. Mama juga berpikiran seperti itu.”
Mereka tersenyum dan sama-sama menelanjangidirinya dan mengunci kamar tidur mereka.
Semua yang menyaksikan, kalau perempuan itu seoang ibu yang beruntung. Anaknya Surya, sebagai anak tunggal, sangat memperhatikan ibunya. Kelahiran anak kedua mereka, semuanya sehat. Mereka kelihatan demikian mesra sekali. Anak mampu memanjagakan ibunya dan ibunya juga memanjakan anaknya. Surya setiap kamis sudah berada di perkebunan teh mereka. Kuliahnya tak seperti semester pertama kedua, ketiga dan keempat. Dia sudah banyakperluang. Saat itulah mereka liburan ke Singapura. DI sana sang ibu melakukan operasi kecil, menutup peranakannya. Dokter menjamin, perempuan itu tidak akan pernah hamil lagi.

Dengan bahagia mereka kembali ke perkebunan teh yang luas dan indah serta sejuk itu. Tak berapajauh dari perkebunan teh itu, ada sebuah danau. Mereka selalu mengisi waktu senggang mereka ke danau itu. Pembantu mereka pun setiap sore pulang ke rumah mereka. Pembantu tak tidur di rumah mereka. Satpam penjaga rumahpun semakin diperketat. Kalau biasanya setiap malam yang jaga dua orang menjadi tiga orang. Jika sudah ada aba-aba satpam akan selalu menolak tamu pada malam hari.

Kedua anak mereka sudah tidur pulas. Kamar tidur yang besar itu tertutup rapat. Udara sejukmembangkitkan gairah seks mereka. Mungkin malam itu adalah masa subur perempuan itu. Walau usianyasudah 40 tahunlebih, tubuhnya masih sintal, putih dan mulus terjaga rapi. Anaknya kedua baru berusia 5 bulan, masih terus menyusui. Surya tak mengizinkan perempuan itu memberinya susu kaleng, harus ASI.

“Mama, sudah kepingin sayang…” bisik perempuan itu ke telingan Surya anaklnya. Surya tersenyum. Di peluknya perempuan itu dengan lembut dan dikecupnya bibir perempuan itu. Perempuan itu langsung merebahkan kepalanya ke dada Surya. Mereka saling meraba dan mengelus.

“Kamu tidak menyesal membuntingi ku, kan?”
“Tidak sayang,” jawab Surya.
“Kamu adalah suamiku yang sejati. Papamu hanya mampu memberiku anak laki-laki tunggal, yaitu kamu. Setelah itu papamu loyo, terlalu banyak melacur. Tapi justruaku yang dituduhnya selingkuh. Hatiku sangat pedih,” rayu perempuan itu. 
“Sudahlah Ma. Sekarang kita sudah bebas. Aku juga tau kalau papa suka melacur,” biskSUrya ke telingan ibunya. Ibunya tersenyum bangga. 

“Di Singapura, klamu meminta dubur Mama, sayang?”
“Ya Ma. Kata orang lewat dubur itu enak, Ma.”
“Sekrang kamu mendaptkannya, tapi jika sudah dapat dubur, jangan lupa memek Mama sayang.”
“Ya, Ma.”
Si ibu melepaskan pakaiannya sendiri sampai bugil. Surya juga melepas pakaiannya. Mereka sudah sama-sama bugil. Ibu lengasung mengisap kontol Surya dan mengelus-elus buah zakarnya. Langsung kontol itu berdiri dengan keras. Ibu menmgambil baby oil bayinya dri meja dan melumasi kontol SUrya yang besar dan panjang itu. Beberapa tetes, disapunya ke lubang duburnya. Dia pun menungging di atas tempat tidur. Surya berdiri di lantai.
“Ayo sayang, dimasukkan. Perlahan-lahan, ya. Mama belum pernah.”

Kedua kaki ibu sudah mengangkang. Suryua merapatkan kepala kontolnya ke lubang dubur ibunya. Saat kontol itu mengena ke lubang dubur ibunya, ibunya sudah merasakan kenikmatan. Perlahan Surya menekan kontolnya. Surya memperlajarinya dari beberapa buku sebagai petunjuk. Setelah ditekannya kepala kontol itu masuk sedikit. Surya mencabutnya kembali, menekannya lagi dan cabut kembali. Setelah beberapa kali demikian, Surua memasukkan habis kepala kontolnya ke dalam dubur ibunya, sampai batas paret yang ada antara kepala kontol dengan batangnya. Surya membiarkan sejenak kepala kontol itu di sana. Ada berkisar 45 detik. Lalu Surua mencabutnya kembali. Lalu ditekannya kembali ke dalam, sampai ke paret kontolnya dan membiarkannya lagi sejenak. Kemudian perlahan-lahan kontolnya ditekan. Ibunya mendesah. Surya membiarkannya, sembari mengelus-elus punggung ibunya.

“Tetesi lagi baby oilnya, sayang,” kata ibu mendesah. Surya mengambil baby oil dari tilam tempat tidur dan meneteskannya ke lubang dubur ibunya, juga mengenai kontolnnya. Surya pun mulai menekan kembali kontolnya perlahan-lahan dalam licinnya baby oile itu. Perlahan didorongnya kontolnya memasuki dubur ibunya. Baby oil yang membuat licin, terus ditetesi sembari mencucuk kontolnya ke dalam dubur ibunya.

“Raba memek Mama sayang. Pulas-pulas itil mama sayang,” desah ibunya. Surya mulai meraba-raba itil mamanya dengan tangan kirinya dan sebelah lagi meraba tetek ibunya dan lidahnya menjilat-jilat punggung ibunya. Dan… Surya pun menembus memek ibunya. Kontolnya sudah masuk semua dan Surya menahannyasebentar. Tanganyamasih meraba-raba itil mamanya dengan lembut dan mengelus tetek mamanya yang masih berair susu. 
Perlahan, Surya mencabut kontolnya dari lubang memek ibunya. Saat mau menusuknya kembali, Surya tak lupa meneteskan bebetrapa tretes baby oil. Saat Surya menarik kontolnya perlahan, ibunya mendesah. 
“Oh… enak sekali sayang..” Surya Diam. Terus dia lakukan dengan perlahan-lahan. Dia memperlajarinya dri buku. Saat menarik dan mencucuk, bagi pemula, harus perlahan-lahan. Cucuk cabut perlahan itu terus dilakukannya. Sampai akhirnya ibunya mendesah-desah, minta sedikit dipercepat. Memek mamanya sudah basah dan becek.

“Percepat sedikit sayang. Tapi nanti, kalau mau keluar, semprotkan dalam memek mama sayang. Mama mau spermamu.”
Surya mulai mempercepat tusukannya ke lubang dubur ibunya. Cucvuk-tarikcucuk-tarik-cucuk-tarik-cucuk-tarik begitu terus. 

“Tolong mama sayang. Percepat sayang….”
Surya memeluk ibunya dari belakang dan menciumi punggung ibunya dan mempermainkan bibirnya dengan lembut. Dia mempercepat cucuk-tarik kontolnya di lubang memek ibunya. Dan ibunya mendesah-desah. 
“Ayo sayang… jangan siksa mama, nak. Puaskan mama, baru nanti kamu puaskan dirimu dan semprotkan spermamu sebanyaknya di memek mama sayang..”
Surya pun bagaikan kuda liar mengentoti dubur mamanya semakin cepat dan semakin cepat. Mamanya merapatkan kedu kakinya dan mendesah panjang….
“Mama sampai sayang. Cepat cabut kontolmu. Masukkan ke lubang memek mama sayang…”
Surya mencabut kontolnya yang keras.. Saat itu ibunya merebahkan diri terlentang di atas tempat tidur. Di raihnya anaknya dan dipeluknya. Dia enangkap kontol Surya dan menuntunnyake lubang memeknya yang basah. Clup. Kontol itu segeramemasuki lubang ibunya. Ibunya langsung memeluk Surya dan menjeopit kedua kakinya ke pinggang Surya. Mulut Surya diarahkannya ke teteknya yang penuh.
“Menyusu lah nak. Menyusulah. Ada air susu untukmu,” katanya mendesah. Surya meyedot susu ibunya. Dia satu tetek dengan adiknya dan juga anak kandungnya. Surya meneguk air susu ibunya yang tanpa rasa itu. Dari satu ettek ke tetek lainnya. 
“Jangan habisi susunya sayang. Sisanya untuk anak kita,” kata ibunya mendesah dan terus memeluk Surya dengan kuat.

Surya juga memeluk ibunya dengan kuat dan mendesah panjang. Surya melepaskan spermanya di rahim ibunya. Mereka berpelukan kuat. Masih ada sesekaliogetar di tubuh Surya. Ibunya terus memeluknya dan menjilati leher Surya. Sebelah tangannya mengambil selimut, lalu menyelimuti tubuh mereka agar terlindung dari udara dingin pegunungan. 
Saat desah nafas mereka sudah mereda dan normal, saat itu bayimereka merengek meminta minum susu. Surya tersenyum. Diabangu dari dan ikut membangkitkan ibunya. Ibunya menmgambil anak mereka dari box dan menyusuinya. Surya langsung ke kamar mandi mencuci kontolnya. Dia menikmati sepasang bvibir mungil mengisapi tetek ibunya. Surya berdiri di sisi ibunya yang sedang menyusui anak mereka. Si ibu tersenyum dan mengelus kontol Surya yang terkulai. Surya memeluk ibunya dan menggesek-gesekkan kontolnya dan akhirnya keras kembali. 
“Dasar buas,” bisik ibunya merayu dan genit. Surua duduk di sisi ibunya. Mereka berdua masih telanjang bulat. Bugil. 
“Naiklah ke pangkuanku dan masukkan kontolku ke memek mu, Ma.” Ibunya tersenyum.
“Masih belum puaskah sayang?”
“Untukmu tak ada kepuasanku, Ma.”
Ibunya mengendong bayi dan naik ke pangkuan Surya. Suruamenuntun kontolnmya ke lubang memek ibunya. Kontol itu segera masuk. Teteknyadiisap oleh bayi mereka dan memeknya di cucuk lubang memeknya.edua anaknya sedang memainkan perannya masing-masing. Sampai akhirnya Suryamelepaskan kembali spermanya dan ibu pun tersenyum bahagia.
“Puas sayang,” katanya tersenyum. Surya diam tak menjawab. Ditariknya selimut dan diselimutinya dirinya.
Bayi pun sudh kenyang minum susu, dikembalikan ke boxnya. Ibu memasuki selimut Surya dan mereka tertidur pulas sampai pagi. Mereka tidak akan terbangun, jika bayi mereka tidak menangis.



Incoming search terms:

Cerita itil, cerita ngentot sampai hamil, cerita seks nenek, cerita dewasa ngentot nenek, Cerita seks sampai hamil, cerita seks ibu hamil, cerita ngentot mama sampai hamil, cerita ngentot anus mama, cerita ngentot ibu menyusui, cerita seks dengan nenek, cerita seks wanita hamil, cerita memek nenek, ngentot sampai hamil, cerita memek hamil, cerita dewasa ngentot mama sampai hamil, Cerita seks minum susu, cerita ngentot memek ibu hamil, cerita ngentot memek nenek, cerita dewasa ngentot sampai hamil, besar sekali susu ibu berjilbab, Cerita seks ibu menyusui, cerita seks mama selingkuh, Ngentot ibu menyusui, ngentot lubang anus mama, cerita ngentot dubur mama

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker