Tuesday , October 21 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / Petualangan Seks Hendra, Mpok Is, Pembantu Rumahku Kusetubuhi juga

Petualangan Seks Hendra, Mpok Is, Pembantu Rumahku Kusetubuhi juga

Mpok Is


Malam itu aku tidur terlelap sekali, setelah beberapa hari kemarin sampai sore tadi, staminaku habis terkuras memuaskan nafsu birahiku dan nafsu birahi bibi dan kakak-kakak iparku serta tetanggaku. Saat mpok Is yang membantuku untuk membersihkan rumah, mencuci dan menggosok bajuku datang pagi itu, akupun masih tertidur, biasanya aku sudah pergi kekantor ketika mpok Is datang untuk beres-beres rumah. Memang mpok Is kukasih kunci cadangan rumahku ini, biar dia bisa masuk saat aku tidak ada dan menguncinya kembali bila sudah selesai semua pekerjaannya, dia selalu pulang dari rumahku sekitar jam 3-4 sore saat pekerjaannya semua selesai, dan dia orangnya bisa kuandalkan dan kupercaya.
Menurut ceritanya, mpok Is ini berusia sekitar 40 tahunan, dia mempunyai 3 orang anak, yang menurut ceritanya lagi ketiganya semua perempuan dan sudah cukup besar, anak pertamanya kelas 3 SMA, yang kedua kelas 1 SMA dan yang bungsu kelas 2 SMP, sementara suaminya menurut ceritanya lagi hampir gak pernah memberikan nafkah kepadanya, suaminya itu kata mpok Is jarang pulang, mpok Is menjalani kehidupannya sendiri dengan ke-3 anaknya itu sudah sekitar 10 tahunan. Makanya mpok Is selain membantuku untuk beres-beres rumah, dia dirumahnya juga menjadi buruh cuci, dia membutuhkan semua itu untuk membiayai hidupnya dan ke 3 anaknya.
Seperti biasanya aku tidur bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana boxerku saja tanpa celana dalam, jadi kalau ada orang yang melihatku sedang tertidur pasti mereka akan melihat celana boxerku yang menggembung karena kontolku yang besar dan panjang. Begitupula saat mpok Is masuk kedalam rumah dan m*****kahkan kaki ke belakang melewati kamar tidurku, dan dia terpaku ketika melihat diriku yang masih tertidur, dia tidak menyangka akan mendapatiku masih tertidur, karena biasanya dia datang aku sudah pergi ke kantor, terlebih dia terpaku karena melihat celana boxerku yang menggembung, setiap pagi kemaluanku selalu berulah walaupun aku masih tertidur, kemaluanku selalu bangun lebih dahulu daripadaku, mpok Is yang melihat hal itupun menjadi jengah, pikirannya membayangkan kembali kemaluan lelaki yang sudah sekitar 10 tahunan tidak pernah dirasakannya lagi.
Tubuh mpok Is yang kulihat saat dia menawarkan bantuannya padaku, tidaklah jelek postur tubuhnya, mungkin agak sedikit jauh kalau dibilang sexy, maklum umurnya sudah 40an dan sudah punya anak 3 orang, tapi bentuk tubuhnya montok tidak gemuk dan kulihat perutnya tidak terlalu besar, juga bisa kupastikan pinggangnya tidak berlemak, karena saat itu dia mengenakan kaos yang agak ketat, bentuk tubuhnya masih berbentuk gitar, payudaranya kulihat cukup lumayan menonjol dari balik kaosnya, kulitnya berwarna coklat, pantatnya sungguh bahenol, karena saat itu dia mengenakan celana selutut, kalau kubanding-bandingkan tubuh mpok Is hampir mirip tubuhnya Bella Saphira, hanya umur dan kulit saja yang membedakannya.
Mpok Is tidak beranjak dari tempatnya, matanya masih terpaku di celana boxerku, dia sedang berpikir dan membayangkan seberapa besar kemaluanku yang sedang bersembunyi di celana boxerku itu, dia juga merasa penasaran dengan bentuk kemaluanku karena dia melihat celana boxerku yang sangat menonjol itu.
Saat itu aku yang masih tertidur lelap dan tidak mengetahui mpok Is yang sedang asyik memandangi boxerku, tanpa kusadari dalam lelapnya tidurku itu kedua tanganku bergerak ke boxerku, ku loloskan bagian depan boxerku sampai biji pelerku, dalam tidurku aku merasa lega karena kemaluanku yang sedang tegang itu tidak terjepit oleh boxerku, kemaluanku yang sudah sangat tegang sekali terlepas dari jepitan boxerku, kedua mata mpok Is terbelalak melihat ukuran kemaluanku yang panjang dan besar itu, seumur hidupnya belum pernah dia melihat kemaluan lelaki sepanjang dan sebesar punyaku.
Sudah lama dia tidak merasakan kemaluan lelaki memasuki relung-relung senggamanya, dan yang pasti lubang senggamanya tidak pernah diterobos oleh kemaluan lelaki sebesar punyaku, diapun bergidik membayangkan kemaluannya bila diterobos oleh kemaluanku, tidak dapat dia bayangkan apakah dia akan enak atau sakit saat kemaluanku menerobos kemaluannya.
Nafsu birahinya yang sudah terpendam selama 10 tahun ini mulai menggelegak, memeknya terasa gatal ingin merasakan kembali disodok-sodok kemaluan lelaki, dia ingin merasakan lagi kemaluan lelaki mengaduk-aduk lubang senggamanya, mpok Is segera beranjak dari ruanganku menuju belakang, dengan perlahan pintu belakang dibukanya, dan iapun segera menuju kamar mandi, di kamar mandi tangan kanannya merabai s*****kangannya setelah mengangkat roknya, mpok Is merasakan CDnya sudah lembab oleh cairan pre-cumnya, karena takut CDnya semakin basah iapun melepaskan CDnya itu dan digantungkan di gantungan yang ada dipintu, tangannya mulai mengusap-usap memeknya, pikirannya membayangkan kemaluan lelaki yang barusan ia lihat, dia selipkan jari tengahnya kedalam lubang kemaluannya, dan mulai mengocok-ngocok kemaluannya dengan jarinya, mulutnya mendesah matanya terpejam pikirannya membayangkan yang sedang menyodok-nyodok memeknya adalah kemaluanku yang panjang dan besar yang tadi ia lihat, kemaluannya semakin basah oleh cairan precumnya, pantatnya meliuk-liuk menikmati jari tangannya yang sedang keluar masuk di memeknya.
Mpok Is yang belum pernah onani selama ini, dia merasa enak juga melakukan sendiri tapi keenakan yang dialaminya saat ini tidaklah seenak kalau yang memasuki lubang senggamanya ini adalah kemaluan lelaki, apalagi dia membayangkan kalau kemaluanku yang besar dan panjang itu menerobos lubang senggamanya, pasti akan lebih enak daripada sekarang ini, diapun menghela nafas panjang dan menyudahi perbuatannya itu, sebetulnya dia ingin menuntaskan perbuatan jarinya mengocok-ngocok kemaluannya sendiri sampai puas, tapi tadi terlintas pikirannya bahwa saat ini dia sedang di rumahku bukan di rumahnya, dia takut aku mengetahui perbuatannya, dan dia berpikir juga bahwa saat ini dia belum membersihkan rumah, mencuci pakaianku yang dia lihat sudah bertumpuk di keranjang.
Setelah menurunkan roknya, dia mengambil ember dan kain pel, kemudian dia menuju keruangan depan untuk mengepel lantai rumahku, teras depan dia bersihkan terlebih dahulu, setelah selesai dia lalu mengepel ruangan tamu, entah karena asyik bekerja atau karena pikirannya yang masih membayangkan kemaluanku, mpok Is tidak menyadari aku sudah bangun, aku terbangun saat kudengar suara kunci yang terbuka, dengan kesadaranku yang masih belum kembali normal akupun duduk di pinggiran tempat tidurku, saat kudengar suara pintu yang tertutup dan suara kunci yang diputar, aku mulai perlahan-lahan pulih kesadaranku, aku segera melongok ke depan dan kulihat mpok Is sedang menungging dekat sofa, aku baru menyadari bahwa hari sudah siang saat kulihat mpok Is dan melihat cahaya matahari yang menerobos di jendelaku berarti aku terlambat bangun hari ini, aku baru menyadari keadaanku saat tanganku bersentuhan dengan kemaluanku, kulihat celana boxerku bagian depannya berada di bawah biji pelerku, dan kemaluanku yang sedang berdiri tegak itu tak tertutupi, berarti mpok Is melihat kemaluanku yang sedang ngaceng ini, aku merasa malu menyadari bahwa mpok Is telah melihat kemaluanku, aku bertanya-tanya dalam hatiku apa yang dipikirkan oleh mpok Is setelah melihat kemaluanku ini, saat itu juga aku melihat roknya mpok Is tersingkap keatas karena tubuh bagian atas mpok Is yang sedang mengepel itu masuk ke kolong sofaku, sehingga dengan sangat jelas belahan mekinya, belahan mekinya kuperhatikan dengan jelas dan kulihat belahan mekinya mpok Is itu mengkilat terkena sinar matahari, aku tersenyum melihat itu, aku berani pastikan kilatan di belahan mekinya itu pasti adalah cairan precumnya, lalu kuhampiri mpok Is dengan perlahan, tanganku segera nemplok di belahan mekinya dan kurasakan lembab di tanganku, 
“eeeehhhh….adduuuuhhh….” suara mpok Is terdengar kaget dan kesakitan, kaget karena ada yang menjamah selangkangannya, sakit karena saking kagetnya dia mengangkat kepalanya tanpa sadar dia sedang berada di kolong sofa.
Mpok Is berusaha untuk mundur dari kolong sofa, tapi tubuhnya tak bisa bergerak mundur karena pantatnya terhalang oleh tubuhku, sementara setengah badannya di kolong sofa dan setengah badannya diluar terhalang oleh tubuhku dan tertahan oleh tanganku yang sedang asyik mengelus-elus tempik serta itilnya, mpok Is hanya bisa mendesah, tanpa dia tahu siapa yang sedang mengelus-elus tempiknya itu, karena dia tidak bisa melihat siapa yang sedang berada di belakang tubuhnya itu, dia hanya bisa merasakan tempiknya sedang dielus-elus saja.
“Eeeehhhh…ooohhh…eeehhh…oooohhh…jaangaaannn…eeehhh …ooohhh…punyaku jangan dielus-eluuusss …….eeehhh….ooohhh….ooohhh…ini..siapaaaaa….aaaahh hhhh… ooooohhhh…aaadduuhhh….geeliii…ddduuhhh…geeliiii….j jaaanggannn….eeehhhh… ooohhhh…aaahhh….” Desah mpok Is yang merasakan geli saat tempiknya sedang kuelus-elus.
“Sssstttt..mpok…jangan keras-keras suaranya…nanti kedengaran tetangga lho, mpok gak malu….ini aku Hendra…” jawabku sambil mengingatkan padanya untuk tidak terlalu keras mendesahnya.
“Eeehhh….oooohhh…pak Hendra…jangan dong…oooohhh…jangan pak…ooohhh..geli aku…ooohhh..pak…sudah..pak geli…” desahnya lirih.
“kok minta sudah…bukannya lagi pengen, mpok.” Kataku lagi.
“gak..aku gak pengen kok…ooohhh…pak… geliiii…ooooohhhh…sudah…pak….sudah geliii…” desahnya lagi.
“hehehe.. mpok Is bohong, nich buktinya memeknya sudah basah, pasti pengen dari tadi yach, habis lihat punyaku mpok Is jadi pengen di entot yach….” Kataku
“gak pak….oooohhhh..aku tidak lihat punya bapak…oooohhh…pak..geli…sudah…ooohhh bener kok pak aku tidak lihat punya bapak…ooohhh….” Kata mpok Is berbohong karena malu dia sudah melihat dan menginginkan kontolku dari tadi.
“hahahaha…ketahuan bener bohongnya, memeknya mpok Is dari tadi sudah basah nich, berarti dari tadi mpok Is sudah pengen di entot nich,” kataku lagi sambil tanganku semakin gencar bermain di s*****kangannya.
“Ooooohh…pak…ooooohh…pak…ooohh…pak…ampun…ampun…ooo ohhh..iya pak…iya tadi kulihat punyanya bapak…ampuunn…ooohh…ooohhh…geli..ooohhh…pak sudah dong,” desahnya mengakui bahwa tadi dia melihat punyaku.
“hehehehe…gitu dong ngaku, hehehehe…terus mpok Is kepengen yach ngerasain punyaku…” lanjutku sambil masih tetap mengelus-elus memek dan itilnya.
“Gak…oooohhh…gak pak…gak pak… ooooohhh…pak…gel…sudah…oooohhh…pak… ampun pak…ampun oooohhhhh…pak …iyaaacchhh…pak…aku ngaku…pak…ngaku..aku kepengen ngerasain dientot kontolmuuuuu…ooohhhh…yang panjang dan gede itu…oohh aaaahhh…pak…” desahnya lirih mengakui keinginannya merasakan kontolku masuk kedalam memeknya.
“Nach..gitu dong ngaku, berarti dari pagi mpok Is sudah ngebet bener yach sehabis melihat punyaku ini…hheeehhhh…baik sekarang mpok Is ngerasain punyaku masuk di memeknya..” kataku sambil menyelipkan kontolku ke belahan memeknya yang sudah sangat basah itu.
Sleeeeeppppp…. Kepala kontolku berhasil menyelinap di belahan vaginanya, 
“Ooouuugghhhhhh….besaaarrnyaaaa…pak…punya..bapak…. ” mpok Is mengerang.
Dengan perlahan-lahan kontolku kudorong masuk kedalam lubang vaginanya mpok Is sehingga seluruh batang kemaluanku itu terbenam di dalam lubang senggamanya, Bleeeeeeeeeeeeessssssssssssssssss …..mpok Is menjerit lirih merasakan kontolku menerobos lubang senggamanya.
“Oooouuuuugggghhhhhh…..pak…….besarnya punyamuuuuuu…oooooohhhh…penuh memekku disumpal punyamu…ooooohhhh…pak…oooohhh….baru pertama kali aku merasakan di sodok kemaluan sebesar punyamu ini…ooooohhhh….aaawwwwww….. dinding rahimku…ooooohhhh…kena sundul punyamu pak….oooohhhh…panjangnya…. batang kemaluanmu ini…ooooohhhhhhh…pak….” Jerit mpok Is lirih saat merasakan kemaluannya diterobos oleh kemaluanku yang besar dan panjang ini.
Kedua tanganku berpegangan pada pinggangnya mpok Is, dengan posisi setengah berdiri aku mulai mengentot mpok Is, kontolku keluar masuk dengan lancar di kemaluan mpok Is, biarpun sudah mengeluarkan 3 anak, tapi kemaluannya masih lumayan sempit kurasakan, dinding kemaluannya masih menempel dengan erat di batang kemaluanku, memeknya memang masih rapet untuk ukuran memek yang sudah mengeluarkan 3 anak, atau karena kontolku yang sangat besar sehingga betul-betul menyumpal memeknya dengan ketat.
Mpok Is yang sudah sepuluh tahun ini tidak pernah merasakan kemaluan lelaki masuk ke dalam lubang vaginanya, betul-betul merasakan enak dan nikmat sekali, terlebih kemaluan yang sedang memasuki relung kenikmatannya ini jauh lebih besar dan lebih panjang dari milik suaminya, ukurannya hampir 2 kali lipat punya suaminya baik dari besar maupun dari panjangnya, karuan saja mpok Is mendesah-desah keenakan merasakan kontolku yang sedang mengaduk-aduk lubang senggamanya ini.
Sssrrrrttttt….bleeeesss….ssrrrttttt…bleeesss…ssrrr tttt…bleeessss…sssrrttt….bleeessss batang kemaluanku keluar masuk di lubang senggama mpok Is dengan mantapnya, bukan hanya mpok Is yang mendesah keenakan, aku juga melenguh nikmat merasakan, ketatnya pergeseran kulit batang kemaluanku dengan dinding vaginanya.
“Ooohhh..mpok..sempit juga memekmu ini…ooohh…nikmat…ooohh…mpok…sedap betul pagi-pagi begitu sarapan memekmu…oooohhh…oooohhh…” lenguhku.
“Ooouuggghhh…aaaahhh..pak…enak…kontolmu enak..besar…ooohhh….aku juga sedap dientot kontol bapak yang panjang ini…ooohhh..terus..entot aku..pak…entot…aku… ssshhhh…aaahhh…shhh….aahhh…aaaahhh..ooohhh…” desah mpok Is.
“Ooohhh sudah lama aku tidak merasa enak begini….oooohhh…ooohhh..pak…ssshhhh aaahhhh…kontolmu enak..pak….aaahhh..ssshhh..aaahhhh…ssshhhh…oooohhh nikmat pak…oooohhh…ssshhhh….aaahhh…paaaakkkk…kontolmu jauh lebih enak….dari kemaluan bekas suamiku dulu…oooohhh…sshhh…aahhh..pak…terusss….pak…” desahan mpok Is terdengar lagi.
Mpok Is yang sudah lama tidak merasakan kemaluan lelaki ini betul-betul merasa nikmat memeknya diterobos lagi oleh kemaluan lelaki apalagi saat ini yang menerobos kemaluannya adalah kemaluan lelaki yang besar dan panjang, karena nafsu birahinya yang sudah meninggi dari tadi pagi itu membuat mpok Is tidak dapat bertahan lama lagi dengan serangan-serangan kemaluanku di memeknya itu, kurasakan tubuhnya mulai kelojotan, kedua kakinya mengejang, dinding vaginanya berdenyut dengan kuat meremas-remas batang kemaluanku, aku tahu saat ini sedang menyambut puncak birahinya yang telah dia capai, akupun menghujamkan kontolku dalam-dalam di memeknya.
“Ooooouuugghhhh…pak…aaakuuuu…keluaarr…aachh.. aku… puaasssss…pak..puaaass sekalii..di entot kontolmu itu….ooohhh..ssshhh…aacchhh..ssshhh.. aacchhh…sshhh … pak oooohhh…ssshhh…aaacchhh…ssshhhh…aachhh..oooohhh…,” mpok Is mengerang menyambut orgasmenya yang sudah lama tidak ia rasakan.
Ssssssrrrrrrrrrr……sssrrrrrrrrrrrrr…..sssrrrrrrrrrr r….. srrrrrrrrrrrr….ssssrrrrrrrrr….ssrrrrrrrrrrrr memeknya menyemburkan lahar kenikmatannya membanjiri seluruh rongga kenikmatannya, aku sendiri merasakan hangat pada batang kemaluanku.
“hehehehehe….wuih..hangatnya pejuhmu…mpok Is…banyaknya pejuhmu mpok Is, sampai menetes keluar nich….hehehehehe…” kataku saat melihat cairan kenikmatan mpok Is yang mulai menetes keluar dari sela-sela lubang kemaluannya yang masih tersumpal oleh kontolku itu.
Tubuh mpok Is masih gemetaran merasakan nikmat yang sangat, nafasnya kudengar tersengal-sengal, dengan perlahan kucabut kontolku dari jepitan vaginanya, berbarengan dengan terlepasnya kontolku dari jepitan vaginanya, mengalir keluar cairan kenikmatannya dari lubang vaginanya, dengan kemaluanku yang masih sangat tegang sekali, aku membantu mpok Is keluar dari kolong sofa, kulihat senyuman puas tersungging di wajahnya.
“Mpok, kita terusin yach, akukan belum ngecret nich, aku entotin lagi memekmu yach,” kataku sambil menarik tangannya untuk mengikutiku kearah tempat tidurku.
Mpok Is tidak berkata apa-apa selain pasrah dengan tarikan tanganku mengikutiku ke tempat tidurku, kurebahkan tubuh mpok Is di tempat tidurku, dengan pantat yang menempel di pinggiran tempat tidurku itu, kukangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, lalu dengan roknya ku-lap memeknya yang sangat banjir itu, setelah itu kusingkapkan lagi roknya keatas, kulihat jembutnya mpok Is yang rimbun, kupegangi kontolku dan kuselipkan di memeknya mpok Is, lalu kuhujamkan sekaligus kontolku itu memasuki relung kenikmatannya, mpok Is melenguh panjang merasakan sodokan kuat kontolku itu.
Bllleeeeeessssssssssssssssssssssssss… kontolku yang panjang terbenam seluruhnya didalam lubang vagina mpok Is, sampai mentok di dinding rahimnya.
“Oooouuuuuuggghhhhhh….pelaaaaannn…pak…aaagghhhh….” lenguh mpok Is saat kontolku melakukan terobosan di lubang vaginanya.
Setelah kontolku terbenam seluruhnya di memeknya mpok Is, kuraih kedua kaki mpok Is lalu kuangkat kedua kaki itu dan kusenderkan di dadaku, memeknya mpok Is bertambah sempit dengan posisi seperti itu, kulihat belahan bibir vaginanya menggembung karena sumpalan kontolku yang memenuhi lubang memeknya, kedua tanganku bertumpu di samping pinggangnya mpok Is, tubuhku sedikit condong kearahnya, sehingga kedua kakinya yang menempel di dadaku ikut terdorong kedepan, pantatnya terangkat sedikit membuat kontolku makin masuk kedalam lubang senggamanya.
Dengan bertumpu di kedua tanganku, aku mulai memompa kontolku keluar-masuk di memeknya mpok Is, tusukan-tusukan kemaluanku terlihat seperti piston di dalam mesin, kontolku dengan gencar dan cepat menyodok-nyodok lubang senggama mpok Is, mpok Is mendesah-desah keenakan, tubuh mpok Is terlihat terguncang oleh sodokan-sodokan kontolku yang sedang mencecar lubang memeknya.
“Oooohhh…pak..Hen…ooohh…enak…oohh..lebih enak …begini…oohhh..lebih mentok… dinding rahimku tersundul-sundul terus…ooohhh…ssshhh…aaahhh.. ooooohhh…nikmat…oooohhhh…sshhhh…aaahhh…ssh …entotin aku terus pak…ssshh..aaahhh…kontolmu enak pak…ooohh…gede….ooohh…puas memekku…disodok..kontolmu itu…ooohhhhh… ssshhhh…aaahhh..pak…ooohh…sssshhh…aaahhh..” mpok is terus menerus mendesah keenakan menikmati sodokan-sodokan kontolku.
Sssrrrtttt…bleeesss…sssrrrttt…bleeesss…sssrrttt…bl eeessss…sssrrttt..bleesss..sssrrtt… bleessss…sssrrrttt ..bleesss…ssrrrttt…bleeessss…. Kontolku keluar masuk seperti piston di lubang memek mpok Is.
Mpok Is mendesah, aku melenguh, kami berdua menikmati persetubuhan pagi ini, biarpun memek mpok Is sudah mengeluarkan 3anak, tapi masih enak aja, masih rapet kurasakan walaupun tidak serapet memek mbak Yanti, tapi lumayan pagi-pagi sudah sarapan meki untuk dientot oleh kontolku ini.
Air maniku sudah kurasakan mengantri di batang kemaluanku siap untuk menyirami lubang rahim mpok Is yang sudah lama kering tidak pernah disirami oleh air pejuh-air pejuh lelaki, merasakan hal itu akupun semakin gencar dan kuat menghantamkan kemaluanku ini kedalam lubang senggama mpok Is, gerakanku semakin tidak beraturan, kedua kakiku sudah gemetaran, kudengar mpok Is juga sedang meradang menyambut orgasmenya yang kedua.
“Ooooohhhh…pak..Hen…terus…entot yang kuat…terus…tekan yang dalam…pak Hen…ooohh…aku sudah tidak tahan lagi…aku ngecret…lagi nich…ooohhh..pak Hen..hebat…aku dua kali orgasme…nich…hebat kontolnya hebaat…puas aku… ooohhh.. sshhh…aaahh…pak Hen…cepat…pak…kontolmu percepat…pak…keluar-masuknya… ooohhhh…pak…puas aku dientot…pak Hen…ooohhh….aahhh….ssshhh…aahhh…nikmat pak Hen…nikmat….” Mpok Is mengerang saat puncak orgasmenya yang kedua telah diambang pintu.
“Aku…juga mau keluar…ooohhh..mpok Is…enaknya..memekmu ini…ooohh…mpok aku keluarin di dalam yach…ooohhh…aku…juga gak tahan….ooohh…mau muncrat….nich..” kataku.
“Iyaacchhh..pak…di daaaallaaammm..saja ngecretnya…pak…ooohhh..sirami..aku dengan pejuhmu…oooohhh…ladangku sudah lama tidak disirami…air pejuh…ooohhh….pak Hen..aku keluaaaaarrr….aaaaaccchhhhhh….aaaaaahhhh…pak…aaku keluar….” Mpok Is meradang saat memeknya mengeluarkan lahar kenikmatannya.
Ssssrrrrrr…sssrrr…..sssrrr…sssrrrr….ssssrrrr….tubu hnya kembali mengejang, pantatnya kurasakan gemetaran, dinding vaginanya berdenyut-denyut saat menembakkan air pejuhnya.
“Ooooohhh…mpok…terima ini pejuhku….oooohhh…mpok Is….aaahhh…nikmat…enak.. oooohhh…mpok Is….sambut pejuhku ini….oooohhh….” akupun mengerang saat kontolku menembakkan air mani di dalam rahimnya mpok Is.
Crreeettt….creeettt…creeettt…ccreeettt….creettt…. air maniku muncrat didalam rahimnya mpok Is seiring dengan kutekan dalam-dalam kontolku di lubang rahimnya itu.
Tubuhku kelojotan menikmati muncratnya spermaku dari kontolku ini, aku merasakan hangatnya air pejuh mpok Is yang membanjiri lubang rahimnya, dan mpok Is juga merasakan betapa hangatnya spermaku yang menyirami lubang rahimnya yang sudah lama tidak ada yang menyirami.
Setelah tetes terakhir air maniku menetes dari kontolku, dan setelah denyutan-denyutan dinding vagina mpok Is reda, aku mencabut kontolku itu dari jepitan lubang senggama mpok Is, berbarengan dengan keluarnya kontolku itu kulihat cairan putih mengalir keluar dari lubang memek mpok Is membasahi lubang pantatnya dan menetes ke tempat tidurku, akupun terkapar puas disamping tubuh mpok Is yang juga merasa puas dan lemas, mpok Is merasa lemas karena pagi ini dia mengalami dua kali orgasme, orgasme yang belum pernah dialami sebelumnya, apalagi sampai dua kali seperti pagi ini.
Nafasnya perlahan-lahan mulai kembali normal tidak memburu seperti tadi, matanya terpejam masih menikmati sisa-sisa pertempuran kami, setelah merasakan ten****ya mulai pulih, mpok Is bangkit dari tidurnya dan duduk dipinggiran tempat tidurku, aku sendiri masih telentang dengan kemaluanku yang kembali tertidur.
“Pak Hen…jangan cerita-cerita ke orang lain yach, nanti dikira saya janda gatel sama orang, pak” katanya.
“Yach..iyalah mpok Is, mau apa saya cerita sama orang, ini adalah rahasia kita aja,” jawabku.
“Pak Hen…kalau…kalau…saya…eehhh…kalau saya…eeehhh…gak jadi ach…” katanya lagi.
“Kenapa mpok Is, kalau apa? Kalau mpok Is pengen lagi gitu?” tanyaku
“Eeehhh….iyaaahhh…pak Hen….saya malu..tapi.. saya…pengen lagi dientotin kontolnya pak Hendra…habis bikin saya puas…saya sampai ngecret 2 kali…” katanya lagi malu-malu.
“Tenang aja mpok Is, kalau mpok Is mau, saya siap kok memuaskan mpok Is, sekarang juga kalau mpok Is mau lagi, sini saya entotin lagi,” kataku.
“eeehhh…pak Hendra memang belum puas, saya sich sudah puas, dan saya sudah lemas pak, nanti lagi aja…mungkin besok atau kapan lagi, sayakan belum selesai bersih-bersih rumahnya dan mencuci pakaian, kalau maen lagi nanti saya kecapaian gak bisa bebenah dech” jawabnya.
“Yach udah, kapanpun mpok Is pengen, kontolku siap untuk meladeni memeknya mpok Is sampai mpok Is puas,” kataku lagi.
“Saya beres-beres lagi yach pak, terima kasih pak sudah memberikan kepuasan pada saya, kepuasan yang belum pernah saya rasakan selama ini,” katanya lagi sambil beranjak meninggalkanku yang masih telentang diatas tempat tidurku.
Aku hanya tersenyum, membiarkan dia meninggalkanku meneruskan pekerjaannya yang tertunda gara-gara kontolku yang menyodok-nyodok memeknya, sepeninggalnya dia akupun beranjak menuju kamar mandi untuk mandi dan membersihkan kontolku yang mengkilat oleh cairan kenikmatannya.

Incoming search terms:

memek pembantu, tempik pembantu, Ngentot pembantu, cerita memek pembantu, memek ipar, Ngentot Memek pembantu, memek bude, ngentot bibi pembantu, Cerita ngentot pembantu tua, cerita ngentot tempik, cerita petualangan ngentot, ngentot pembantu tua, cerita birahi pembantu, cerita ngewe pembantu, Cerita Ngentot memek pembantu, cerita ngentot bibi pembantu, ngentot mpok, Cerita ngentot dengan pembantu, ngentot pembantu janda, cerita ngentot pembantu janda, tempik bibi, Tempik bude, cerita ngentot babu, bercinta dengan pembantu, Cerita ngentot sama pembantu

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker