Wednesday , October 22 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / Panasnya Nafsu Birahi

Panasnya Nafsu Birahi

Ini adalah kisah dua orang sahabat sejati, Arif Budiman dan Jokko Herlambang, yang sama-sama kuliah disebuah Universitas terkenal di Jakarta. Dua orang sahabat yang berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Arif, pemuda berkulit putih dengan potongan tubuh pendek agak gemuk. Pemuda berusia 21 tahun ini adalah anak seorang janda kaya. Ibunya, Tante Melly adalah seorang pengusaha garment yang sukses. Ayahnya Tuan Sugondo, sudah meninggal setahun lalu akibat kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan Jokko, pemuda berkulit hitam dan berambut keriting, dengan bentuk tubuh yang atletis, berasal dari Indonesia bagian Timur yang merantau ke Jakarta. Kedua orang tuanya adalah petani sederhana dikampungnya. Maka tak heran jika pemuda berusia 22 tahun ini harus berfikir keras untuk bisa melanjutkan kuliahnya di Jakarta yang serba mahal. Apalagi Jokko hanya mengandalkan kiriman orang tuanya dari kampung yang tidak seberapa dan kadang-kadang terlambat. Untungnya Arif sahabatnya, tak segan-segan membantu jika Jokko lagi kesulitan uang.

Meskipun perbedaan diantara mereka cukup jauh, terutama dalam hal ekonomi, tetapi hal itu tak mengurangi keakraban mereka. Arif yang berasal dari kalangan elite tak pernah memandang rendah terhadap Jokko yang berasal dari keluarga miskin. Arif sering mengajak Jokko untuk main kerumah mewahnya yang terletak dilingkungan elite. Persahabatan mereka terus terjalin, meski Arif dan Jokko sama-sama pernah menaruh hati pada seorang gadis, Poppy namanya. Walau akhirnya Poppy lebih memilih Arif, Jokko cukup tahu diri. Dia dengan ikhlas dan berlapang dada menerimanya.

Dalam persahabatan mereka, banyak suka dan duka mereka lewati. Seperti suatu ketika Arif mau dipukul seseorang yang juga naksir sama pacarnya Poppy, Jokko dengan gagah berani membantunya. Jokko yang memiliki keberanian dan ilmu bela diri yang dapat diandalkan dengan mudah mengusir orang itu. Membuat orang itu kapok dan tak berani lagi mengganggu Arif.

Sore itu Jokko sedang tidur-tiduran di kamar kostnya yang sempit dan pengap, seorang temannya datang mengabarkan, kalau Arif mengalami kecelakaan. Mobilnya menabrak trotoar, bagian depan mobilnya ringsek dan kondisi Arif sendiri cukup parah, terutama kedua kakinya yang terbentur stir mobil. Sebagai sahabat, Jokko bersama beberapa temannya segera mendatangi tempat kejadian dan membawa Arif kerumah sakit, sementara temannya membawa mobil Arif ke bengkel.

Karena luka yang dialami Arif cukup parah maka atas saran dokter, Arif harus menjalani rawat inap. Jokkopun segera menghubungi Tante Melly, ibunya Arif, kalau anaknya harus diopname. Berhubung Tante Melly masih berada diluar kota untuk urusan bisnisnya, maka Tante Melly meminta tolong Jokko supaya menjaga Arif dirumah sakit sebelum dia datang. Dia akan mengirimkan sejumlah uang ke ATM Arif untuk biaya selama perawatan.

Setelah tiga hari berada di UGD, Arif dipindahkan ke kamar. Maunya Jokko mencarikan Arif kamar VIP, tetapi karena sudah penuh terpaksa Arif mencarikan kamar kelas satu yang ditempati oleh dua orang. Di kamar rumah sakit itu, Arif harus dirawat sekamar dengan seseorang yang bernama Pak Indra yang juga mengalami kecelakaan. Menurut Mbak Heny, istrinya, Mas Indra menabrak sebuah mobil karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Dan yang membuat Mbak Heny kesal adalah saat kecelakaan, didalam mobil Mas Indra sedang bersama seorang gadis panggilan.

Tak terasa sudah tiga hari Jokko menunggu Arif sahabatnya yang sedang terbaring sakit di kamar itu. Dan persahabatannya dengan Mbak Heny semakin akrab. Tak jarang Mbak Heny membikin segelas kopi untuk Jokko, begitupun Jokko sesekali memijit tubuh Mbak Heny kalau dia lagi pegal-pegal.

Di hari yang keempat Jokko merasakan matanya ngantuk sekali karena sudah tiga hari dia tidur baru menjelang dini hari. Diapun permisi sama Mbak Heny untuk pergi tidur. Jokko tidur di lantai beralaskan tikar. Tak lama berselang Mbak Heny menyusul tidur, sekitar dua meter dari Jokko.

Di saat tengah malam, disaat semua penghuni kamar sudah tertidur pulas, Jokko terbangun. Samar-samar dia mendengar desahan-desahan yang berasal dari arah Mbak Heny tidur. Jokko memicingkan matanya, mengintip ke arah suara desahan itu. Jokko terkesiap melihat pemandangan disebelahnya. Dimana Mbak Heny yang tidur terlentang, dengan gaun tidur yang tersingkap ke atas, memperlihatkan pahanya yang putih mulus, sedang menyusupkan tangannya ke balik celana dalamnya dan meraba-raba vaginanya sendiri.

Sesaat kemudian Mbak Heny melepaskan celana dalamnya, membuat Jokko semakin terkesima melihat bentuk vagina Mbak Heny yang indah, dihiasi bulu-bulu tipis. Jokko merasakan nafsu birahi mulai bangkit, batang kemaluannya mengeras. Jokko memiringkan tidurnya agar dapat melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan Mbak Heny selanjutnya.

Detik-detik selanjutnya, Mbak Heny kembali melanjutkan aktivitasnya. Tangannya meraba-raba bibir vaginanya yang merah merekah, sambil mulutnya tak berhenti mendesah. Pemandangan selanjutnya semakin membuat perasaan Jokko tak karuan. Dimana, Mbak Heny mencucuk-cucuk vaginanya sendiri dengan irama yang semakin lama semakin cepat.

“Akkhh.. oohh.. oughhtt.. ouhh.. akhh..” desahan dan rintihan yang keluar dari mulut Mbak Heny semakin keras, sampai suatu saat Jokko melihat tubuh Mbak Heny terhentak-hentak, pantatnya terangkat dan tubuhnya mengejang beberapa saat untuk kemudian terkulai lemas dan tertidur kembali. Rupanya Mbak Heny sudah mencapai orgasme, pikir Jokko dalam hati.

Jokko yang sedari tadi mengintip tak dapat membendung nafsu birahinya. Sesaat kemudian dia bangkit dari tidurnya lalu pergi ke kamar mandi yang ada disebelah kiri kamar. di kamar mandi Jokko menurunkan celananya dan mengocok-ngocok batang kemaluannya sendiri.

Saat Jokko tengah asyik mempermainkan kemaluannya sendiri, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Jokko terkejut bukan main melihat Mbak Heny yang hanya mengenakan handuk yang dililitkan ditubuhnya, sudah berdiri dipintu kamar mandi yang terbuka. Saking terkejutnya Jokko tak sempat berbuat apa-apa. Tangannya masih menggenggam batang kemaluannya yang telah berdiri tegak. Apalagi Mbak Heny memandang ke arah selangkangannya dengan mata melotot.

“Ma.. maaf.. Mbak.. sa.. ssa.. yaa” suara Jokko terbata-bata saking terkejutnya, mukanya bersemu merah menahan malu karena dipergoki Mbak Heny sedang beronani.
“Nggak.. apa-apa.. aku yang salah,” sahut Mbak Heny pelan, membuat Jokko merasa sedikit tenang.
“Lanjutin aja Jokk,” imbuh Mbak Heny sambil tersenyum.

Dalam hatinya, Jokko menduga Mbak Heny akan segera keluar dari kamar mandi. Tapi dugaannya meleset seratus persen. Mbak Heny bukannya keluar dari kamar mandi. Sambil menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam, Mbak Heny melepaskan handuk yang melilit ditubuhnya, kemudian berjalan ke arah Jokko yang masih bengong tak percaya. Dengan tubuh yang telah telanjang bulat Mbak Heny berdiri tepat dihadapan Jokko.

Tanpa memperdulikan Jokko yang masih terbengong-bengong, Mbak Heny langsung memeluk tubuh pemuda itu.

“Ohh.. Jokkk.. Mbak.. kesepian.. tolong puasin Mbak,” pinta Mbak Heny sambil membuka mulutnya dan dengan rakusnya dia

Menyambar bibir Jokko dan langsung melumatnya, sambil tangan kirinya dengan lembut mengelus-elus batang kemaluan Jokko yang besar panjang dan berwarna hitam mengkilap. Jokko yang tengah dirasuki nafsu birahi membalas lumatan mulut Mbak Heny dengan pagutan yang tak kalah hebatnya.

Perlahan Mbak Heny menurunkan jilatannya keleher Jokko. Jilatan yang membuat Jokko merinding, dan mendongkrak saraf-saraf birahinya. Selanjutnya kecupan dan jilatan Mbak Heny merambat turun kedada Jokko.

“Oohh.. Mbak.. eenaakk.. akhh.. sstt..” erang Jokko saat Mbak Heny mengecupi buah dadanya dan menjilati puting susunya. Mulut Mbak Heny membuka dan mengatup mengecupi dada Jokko yang bidang.

Setelah puas mengecupi dada Jokko, Mbak Heny kemudian berlutut dilantai kamar mandi. Wajahnya menghadap keselangkangan Jokko. Mbak Heny mendekatkan wajahnya keperut Jokko. Beberapa saat lidah Mbak Heny menari-nari diatas kulit perut Jokko, kemudian turun kebatang kemaluan Jokko.

Batang kemaluan Jokko yang telah berdiri tegak mulai dijilatinya. Mbak Heny menusuk-nusuk lubang kencing Jokko dengan lidahnya. Membuat lubang kencing Jokko memerah. Jokko mendesah saat lidah Mbak heny menyentuh saraf-saraf peka pada lubang kencingnya. Desahan yang membuat Mbak Heny semakin bersemangat meningkatkan serangan birahinya. Dengan buasnya Mbak Heny menjilati, menyedot dan mengulum batang kemaluan Jokko yang mengkilap dengan urat-urat kasar disekelilingnya. Buah pelir Jokko tak luput dari jilatannya.

“Oohh.. Mbakk.. nikk.. matt.. terus.. isseepp.. truuss.. Mbak,” desah Jokko.

Gelombang nikmat yang datangnya bertubi-tubi, membuat Jokko merintih berusaha menahannya. Perlakuan Mbak Heny pada batang kemaluannya membuatnya serasa melayang kesorga kenikmatan. Dengan penuh nafsu, Jokko mengamati mulut Mbak Heny yang sedang menjilati dan mengulum kemaluannya, sambil mengelus-elus rambut istri Mas Indra itu.

Mbak Heny semakin ganas menjilati dan sesekali menggigit batang kemaluan Jokko ketika dia merasakan batang kemaluan itu semakin mengeras dan berkedut-kedut.

“Oohh.. akhh.. Mbaakk.. truuss.. nikk.. matt.. enak..” racau Jokko tak karuan.

Dan saat merasakan orgasmenya akan segera tiba, Jokko menjambak rambut Mbak Heny dan membenamkan kepala wanita itu diselangkangannya, sambil mendorong pantatnya maju mundur melawan gerakkan kepala Mbak Heny.

“Akhh.. Mbak.. ak.. uu.. mauu.. ke.. luarr.. oohh,” erang Jokko keras.

Sedetik kemudian sperma Jokko menyemprot dan tumpah didalam mulut Mbak Heny. Setiap semprotan spermanya ditandai dengan anggukan-anggukan batang kemaluannya. Tanpa rasa jijik sedikitpun Mbak Heny menelan seluruh sperma yang keluar dari kemaluan Jokko. Dan sambil tersenyum ke arah Jokko, Mbak Heny menjilati sisa-sisa sperma yang masih blepotan dibatang kemaluan Jokko.

Setelah mencapai orgasmenya yang pertama, Jokko beristirahat sejenak memulihkan tenaganya. Kemudian dia berdiri sambil menarik tangan Mbak Heny untuk berdiri. Dalam keadaan berdiri sejajar, Jokko memeluk tubuh Mbak Heny erat-erat. Mulutnya langsung melumat mulut Mbak Heny. Sementara tangannya meremas-remas pantat Mbak Heny yang padat. Mbak Heny membalas lumatan Jokko dengan pagutan yang tak kalah serunya, sambil tangannya menggenggam batang kemaluan Jokko yang masih layu.

Tangan lembut Mbak Heny dengan jari-jari yang lentik mengurut-urut kemaluan Jokko, membuat batang kemaluan itu perlahan-lahan bangkit lagi. Sementra Jokko dengan buasnya mengecup dan menyedot dari leher terus merambat turun ke buah dada Mbak Heny yang ranum.

“Oohhhhhh.. akhhhhhhhh..” desah Mbak Heny sambil menggeliat saat Jokko menyedot-nyedot puting buah dadanya.

Mata Mbak Heny merem melek dan kepalanya mendongak kelangit-langit kamar mandi meresapi kenikmatan yang dirasakannya. Tanpa melepaskan lumatannya pada mulut Mbak Heny, Jokko mengangkat tubuh Mbak Heny dan mendudukkannya diatas bak kamar mandi, dan membuka kedua kaki wanita itu lebar-lebar. Kemudian Jokko berlutut dihadapan istri Mas Indra itu.

Jokko mendekatkan wajahnya ke bagian perut Mbak Heny. Dengan penuh nafsu, Jokko menyosorkan mulutnya, menjilati dan mengecupi permukaan kulit perut Mbak Heny yang ramping. Mbak Heny menggelinjang hebat. Jilatan Jokko terus merambat turun kebibir vagina Mbak Heny. Kini mulut Jokko melumat bibir vagina Mbak Heny, yang ditumbuhi bulu-bulu tipis. Sesaat kemudian lidah Jokko menjilati sambil menusuk-nusuk lubang vagina Mbak Heny, membuat wanita itu menjerit histeris.

Mbak Heny merasakan dirinya seolah-olah terbang melayang kesorga kenikmatan, saat organ-organ vaginanya yang lembut dan peka tersentuh lidah Jokko yang kasar. Mbak Heny melupakan sejenak bayangan suaminya yang sedang terbaring menahan sakit didalam kamar. Jeritan dan desahan dari mulut Mbak Heny membuat Jokko semakin agresif mencucuk-cucukkan lidahnya pada lubang vagina wanita itu. Mbak Heny menjambak rambut Jokko dan membenamkan kepala pemuda itu keselangkangannya.

“Jokkk.. sudah.. masukin punyamu.. akuu.. nggak.. tahan,” pinta Mbak Heny dengan nafas yang memburu.

Jokko memenuhi permintaan Mbak Heny yang sudah nggak tahan menunggu batang kemaluan Jokko yang sudah tegang dan mengeras untuk segera menusuk lubang vaginanya. Sesaat kemudian Jokko berdiri. Kini selangkangannya berada pas di depan selangkangan Mbak Heny. Jokko memegang batang kemaluannya, mengocoknya sebentar kemudian mengarahkannya ke lubang vagina Mbak Heny. Dan Jokko mulai mendorong maju pantatnya.

Setelah beberapa kali gagal menembusi lubang vagina Mbak Heny yang sempit, akhirnya pada pada tusukkan yang kesekian kalinya. Dengan diiringi desisan dan disusul jeritan nikmat, batang kemaluan Jokko yang besar dan panjang itu, dengan sukses menembus lubang vagina Mbak Heny.

Tanpa membuang-buang waktu, Jokko langsung menggerakkan pantatnya maju mundur. Dengan penuh nafsu Mbak heny mengamati setiap gerakkan kemaluan Jokko yang keluar masuk dari lubang vaginanya. Desisan-desisan yang disertai kata-kata kotor keluar dari mulut Mbak Heny. Tangan Mbak Heny mencengkeram keras punggung Jokko, kedua kakinya mengapit pinggang Jokko. Seolah-olah tak mau kalah, Mbak Heny mengimbangi gerakkan pantat Jokko dengan mendorong-dorong pantatnya maju mundur.

Sambil terus menghujam-hujamkan kemaluannya pada lubang vagina Mbak Heny, Jokko menikmati setiap racauan dan jeritan histeris wanita itu. Sesekali Jokko menggerakkan pantatnya memutar. Membuat Mbak Heny merasakan lubang vaginanya seperti diubek-ubek. Nikmatnya luar biasa. Nikmat yang belum pernah dia rasakan selama berhubungan badan dengan Mas Indra, suaminya.

Sekitar tiga puluh menit berlalu, Mbak Heny merasakan akan segera mencapai orgamenya. Remasan tangannya kepunggung Jokko semakin keras. Seolah-olah hendak menjemput kemaluan Jokko agar menusuk lebih dalam lagi ke lubang vaginanya, Mbak Heny mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi. Mbak Heny menggelinjang hebat.

Wajah Mbak Heny berubah ganas, matanya mendelik saat puncak kenikmatan itu benar-benar datang. Jokko tahu kalau Mbak Heny akan segera orgasme, dia semakin cepat menghujamkan kemaluannya ke lubang vagina Mbak Heny. Sampai akhirnya puncak kenikmatan Mbak Heny datang. Mbak Heny mendekap erat tubuh Jokko. Vaginanya berkedut-kedut, menjepit batang kemaluan Jokko. Cairan hangat dan kental merembesi dinding vaginanya. Orgasme yang beruntun telah dicapai Mbak Heny.

Untuk beberapa saat, Jokko membiarkan Mbak Heny menikmati orgasmenya. Kemudian Jokko yang belum mencapai puncak kenikmatan, menyuruh Mbak Heny turun dari bak mandi. Saat Mbak Heny sudah berdiri, Jokko mendorong tubuh wanita itu ke dinding. Jokko kemudian berlutut dibelakang Mbak Heny. Perlahan tangan Jokko membelai dan mengelus-elus paha Mbak Heny.

“Akkhh.. oohh.. sst,” Mbak Heny mulai mendesah, saat lidah Jokko mulai menjilati pahanya yang putih mulus.

Tangan-tangan nakal Jokko meremas-remas bibir kemaluannya dari belakang. Membuat nafsu birahi Mbak Heny bangkit lagi.

Kini jilatan Jokko terus merambat naik keselangkangan Mbak Heny. Lidah dan mulut Jokko melumat-lumat selangkangan Mbak Heny beberapa saat untuk kemudian berpindah ke lubang vaginanya. Lidah Jokko mencucuk-cucuk lubang vagina Mbak Heny membuat Mbak Heny kelabakan dan kewalahan menahan rasa nikmat.

Setelah puas memainkan lidah dan mulutnya dilubang vagina Mbak Heny, Jokko kemudian mendekatkan wajahnya kebelahan pantat Mbak Heny yang padat dan kenyal. Dicium dan dikecupnya pantat wanita itu beberapa kali. Kemudian Jokko menjulurkan lidahnya dan mulai menjilati lubang anus Mbak Heny, membuat Mbak Heny tersentak kaget. Karena baru kali inilah pantatnya diciumi dan lubang anusnya dijilati.

Jokko semakin kesetanan, dia meremas-remas pantat Mbak Heny sambil mencucuk-cucuk dan menyedot-nyedot lubang anus wanita itu. Mbak Heny yang sudah bertekad memberikan segalanya pada Jokko membiarkan saja apa yang dilakukan pemuda berkulit hitam itu. Sekitar sepuluh menit Jokko memainkan mulut dan lidahnya pada pantat Mbak Heny, dia kemudian berdiri smbil menarik pantat Mbak Heny kebelakang. Membuat posisi Mbak Heny jadi menungging. Tak lama berselang Jokko membuka belahan pantat Mbak Heny dengan tangannya lalu mengarahkan kemaluannya ke lubang anus Mbak Heny.

Rasa sakit yang hebat dirasakan Mbak Heny, saat kepala kemaluan Jokko menerobos masuk ke lubang anusnya yang masih perawan. Dan rasa sakit itu semakin hebat ketika sedikit demi sedikit batang kemaluan Jokko masuk ke lubang anusnya. Dengan sekuat tenaga Mbak Heny berusaha menahan rasa sakit itu. Sampai akhirnya seluruh batang kemaluan Jokko tertelan lubang anusnya.

Jokko mendiamkan kemaluannya di sana beberapa saat, untuk beradaptasi. Jokko hanya mengelus buah dada Mbak Heny dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya meremas-remas lubang vaginanya. Setelah dirasa cukup, Jokko mulai menghujamkan kemaluannya ke lubang anus Mbak Heny. Setelah beberapa kali sodokkan, Mbak Heny merasakan sakit pada lubang anusnya perlahan-lahan mulai mereda dan berganti dengan rasa nikmat.

Kini dia mengimbangi dengan goyangan saat kemaluan Jokko menusuk-nusuk pantatnya. Sungguh pemandangan yang sangat kontras. Seorang putri cantik berkulit putih mulus sedang menungging, menghadap kedinding sambil memutar-mutar pantatnya, sedang disodok-sodok lubang anusnya dari belakang oleh seorang pemuda berkulit hitam legam.

Dan ketika Jokko merasakan kenikmatan yang sedang mencapai puncaknya. Jokko bergerak seperti kuda jantan yang sangat liar. Dia semakin cepat menyodok-nyodokkan pantatnya, sambil tangannya semakin cepat mencucuk-cucuk lubang vagina Mbak Heny. Sementara Mbak Heny tak mau kalah dia semakin cepat memutar-mutar pantatnya. Sampai akhirnya orgasme mereka datang menjemput.

Dan diiringi lolongan panjang yang hampir bersamaan. Jokko menyemprotkan spermanya dilubang anus Mbak Heny. Sedetik kemudian Mbak Heny menyusul. Cairan hangat dan kental merembesi dinding vaginanya, membasahi tangan Jokko. Jokko menarik tangannya dari lubang vagina Mbak Heny lalu mendekatkannya kemulut Mbak Heny. Tanpa ragu, Mbak Heny menjilati sisa-sisa spermanya sendiri yang menempel ditangan Jokko.

Sesaat kemudian Mbak Heny membalikkan tubuhnya. Sambil tersenyum dia memandangi wajah Jokko. Senyum penuh kepuasan, kepuasan yang belum pernah dirasakannya. Jokko membalas senyuman istri Mas Indra itu, senyuman bangga karena telah berhasil menyetubuhi wanita secantik Mbak Heny. Wanita yang tak mengeluh sedikitpun meski Jokko telah memerawani lubang anusnya.

Setelah membersihkan badan masing-masing, Jokko dan Mbak Heny keluar dari kamar mandi. Dengan mengendap-endap mereka berjalan menuju kamar. Sampai di kamar, mereka melihat Arif, sahabat Jokko dan Mas Indra, suami Mbak Heny yang masih tertidur pulas. Setelah dirasa aman, Jokko dan Mbak Heny kemudian tidur terpisah ditempat masing-masing, agar tidak mencurigakan. Mas Indra yang sedang tertidur lelap, sama sekali tidak tahu kalau istrinya telah berselingkuh dengan Jokko, penunggu pasien disebelahnya.

Dan malam-malam berikutnya, mereka melakukan lagi, bersama-sama mereguk kenikmatan. Tentu saja harus menunggu Arif dan Mas Indra tidur terlebih dahulu. Dan setiap menjelang tengah malam Mbak Heny yang sudah lama kesepian, membangunkan Jokko untuk memberinya kepuasan lagi. Jokko yang sudah merasakan buas dan ganasnya Mbak Heny saat bersetubuh, tentu saja menyambut hangat ajakan wanita itu. Sampai akhirnya Mas Indra dinyatakan sembuh dan dokter memperbolehkannya pulang. Otomatis Mbak Heny sebagai istrinya ikut pulang.

Tapi sebelum pulang Mbak Heny masih sempat memberikan alamat dan nomor telponnya pada Jokko. Mbak Heny mengundang Jokko untuk main-main ke rumahnya. Tentu saja kalau suaminya tidak ada di rumah. Apalagi kalau bukan untuk melanjutkan persetubuhan mereka yang untuk sementara tertunda.

***

Tak terasa sudah dua puluh hari lamanya Jokko seorang diri menunggui Arif yang sedang dirawat dirumah sakit. Sampai akhirnya pada hari yang kesebelas, ibunya yang baru datang dari luar kota menjenguk Arif. Saat itu kondisi Arif sudah sedikit membaik, dia sudah mulai bisa bicara. Karena sudah ada Tante Melly, ibunya yang menunggunya, maka Arif meminta Jokko untuk mengabarkan tentang kondisinya yang lagi sakit pada Poppy, pacarnya.

Dengan mobil pinjaman dari Tante Melly, Jokko segera berangkat menuju tempat kost Poppy, yang jaraknya sekitar 10 km dari rumah sakit. Poppy, gadis cantik berbody sexy dan berkulit putih mulus adalah pacar pertama Arif. Poppy yang baru berusia 17 tahun dan masih duduk dikelas dua SMU, juga kenal baik dengan Jokko. Bahkan Jokko seringkali menggoda Poppy, agar mau menjadi pacarnya kalau dia putus dengan Arif.

Sekitar satu setengah jam perjalanan, Jokko sampai ditempat kost Poppy. Didapatinya rumah kost sangat sepi. Mungkin penghuninya lagi kerja atau sekolah, pikir Jokko dalam hati. Dengan berjalan santai Jokko menuju kamar Poppy. Jokko mengetok pintu tiga kali. Tok!Tok!Tok! Tak ada jawaban. Iseng-iseng Jokko membuka pintu kamar, tidak terkunci.

Saat Jokko membuka pintu, pandangannya tertuju kelayar televisi yang masih menyala dan dilayar terlihat adegan seorang pria negro sedang menyetubuhi seorang gadis Jepang. Dan Jokko lebih terkejut lagi saat menoleh ketempat tidur Poppy. Disana diatas ranjang, Poppy sedang tertidur pulas masih mengenakan seragam sekolahnya. Pasti Poppy tertidur sehabis nonton film porno, pikir Jokko.

Dan yang membuat perasaan Jokko tak karuan adalah posisi tidur Poppy yang terlentang dengan rok yang tersingkap ke atas, memperlihatkan pahanya yang putih mulus. Jokko teringat kembali kenangan dirumah sakit, saat mengintip Mbak Heny yang berakhir dengan persetubuhannya dengan istri Mas Indra itu.

Melihat posisi tidur Poppy yang sangat menantang, membuat nafsu birahi Jokko bangkit. Batang kemaluan mulai mengeras dari balik celana dalamnya. Disaat nafsu setan mulai merasukinya dan menutupi akal sehatnya, maka tanpa berpikir panjang lagi, Jokko segera menutup pintu kamar kost Poppy dan menguncinya dari dalam. Anak kunci dia sembunyikan di bawah meja rias.

Kini Jokko berjalan mendekati Poppy, samar-samar terlihat gundukan putih menggiurkan yang ditumbuhi bulu-bulu tipis dari balik celana dalam Poppy. Membuat nafas Jokko naik turun. Poppy sebenarnya tahu kalau Jokko memasuki kamarnya, dia juga tahu kalau Jokko terangsang dengan posisi tidurnya yang mengundang birahi laki-laki. Tapi Poppy yang juga sedang terangsang sehabis menonton film porno, sengaja membiarkannya dan memejamkan matanya seperti orang tidur.

Sesaat kemudian Jokko duduk disamping Poppy, tangannya mengelus-elus lembut buah dada gadis itu dari balik baju seragamnya. Setelah yakin Poppy tertidur, Jokko membuka satu persatu kancing-kancing seragam sekolah, kemudian kaitan BH Poppy yang ada di depan.

Kini Jokko dengan bebasnya memandangi ranumnya buah dada Poppy, pacar Arif temannya, yang membuat Jokko semakin terangsang. Maka tanpa ragu lagi, tangan kasar Jokko meremasi buah dada Poppy. Selanjutnya Jokko merangkak diatas tubuh Poppy, menciumi dan menjilati buah dada gadis itu.

“Akhh.. terushh.. oohh,” Poppy tak tahan lagi, perlahan dia membuka matanya.

Poppy tersenyum ke arah Jokko, membuat pemuda yang tadi mengira gadis itu akan berontak menjadi semakin bernafsu. Jilatan dan ciuman Jokko kini mulai turun keperut dan pusar Poppy. Ciuman Jokko dibagian perut dan permainan lidah dipusarnya, menimbulkan rasa geli yang amat sangat bagi Poppy. Tangannya meremas-remas rambut Jokko dan erangan-erangan kecil dari mulut Poppy menikmati nakalnya permainan lidah Jokko.

Poppy yang sedang dilanda birahi yang sangat hebat, membiarkan saja saat tangan Jokko menggerayangi daerah sekitar vaginanya. Dari luar celana dalam Poppy yang mulai basah, tangan Jokko tak henti-hentinya mengelus-elus bukit kenikmatan gadis itu. Poppy semakin menikmati perlakuan Jokko, terbukti dengan semakin membanjirnya lendir kenikmatan divaginanya. Apalagi saat Jokko mulai menyusupkan jari-jarinya kebalik celana dalam Poppy sambil mengusap lembut gundukkan didalamnya. Poppy semakin tak kuasa menahan lendir kenikmatan yang semakin membanjiri vaginanya.

“Akhh.. Jokk.. terushh.. ohh,” desah Poppy saat tangan Jokko mulai mencucuk-cucuk lubang vaginanya.

Poppy yang semakin terbakar nafsunya, menjambak rambut Jokko sambil mendorong kepala pemuda itu ke arah vaginanya. Jokko mengerti keinginan Poppy. Ditariknya celana dalam juga rok sekolah gadis itu hingga terlepas. Tanpa membuang waktu lagi, Jokko menjilati daerah sekitar vagina Poppy. Dijilati dan digigitnya bibir vagina Poppy dengan penuh nafsu. Sesekali Jokko menusuk-nusuk lubang vagina Poppy dengan lidahnya. Poppy mengangkat-angkat pantatnya menyambut jilatan Jokko, sambil menarik kepala pemuda itu dan membenamkan keselangkangannya.

Tak lama berselang, saat Jokko sedang asiknya menjilati vagina Poppy, Jokko merasakan getaran didaerah selangkangan gadis itu. Getaran itu semakin lama semakin hebat, sedetik kemudian Poppy berteriak keras.

“Jokk.. aku.. ke.. Luarr,” Poppy menjerit saat mencapai puncak kenikmatan.

Cairan hangat dan kental merembes didinding vagina Poppy. Dan tanpa menunggu lagi, Jokko menjilati dan meraupi cairan kenikmatan yang membasahi lubang vagina Poppy. Jokko mengumpulkan cairan kenikmatan Poppy dimulutnya dan menelannya. Jokko membiarkan Poppy beristirahat menikmati orgasmenya, sambil melepaskan seluruh pakaiannya. Setelah telanjang bulat, Jokko kemudian mengangkangi wajah Poppy, sambil mengacung-acungkan batang kemaluannya yang sudah mengeras ke mulut Poppy.

“Wow.. gede sekali Jokk, punyamu,” seru Poppy berdecak kagum sambil menggerakkan tangannya menggenggam kemaluan Jokko, lalu mengelusnya dengan lembut.
“Akkhh.. Pop.. nik.. matt.. terus,” erang Jokko saat tangan kiri Poppy mengocok kemaluannya.

Kepala Jokko tengadah dan matanya merem melek meresapi kenikmatan yang dirasakannya. Poppy menarik kemaluan Jokko kemulutnya yang sudah terbuka dan langsung mengulum kemaluan pemuda itu.

“Pop.. pyy.. terus.. akhh,” racau Jokko tak karuan, sambil mengacak-acak rambut Poppy.

Racauan yang keluar dari mulut Jokko membuat Poppy semakin liar dan bersemangat menjilati batang kemaluan Jokko yang besar dan panjang. Poppy terus menjilati dan mengulum kemaluan Jokko sambil sesekali menggigit urat-urat yang mengelilingi kemaluan itu, membuat Jokko meringis menahan sakit.

Sesaat kemudian, Jokko yang sudah tak sabar lagi, menarik kemaluannya dari mulut Poppy, kemudian Jokko berjongkok diatas selangkangan Poppy. Jokko menggenggam kemaluannya dan langsung mengarahkannya ke lubang vagina Poppy. Perlahan Jokko mendorong pantatnya untuk menusukkan kemaluannya ke lubang vagina Poppy yang masih perawan.

Setelah beberapa kali gagal, akhirnya pada tusukkan yang kesekian kalinya, kemaluan Jokko berhasil menerobos masuk dan merobek selaput dara Poppy. Poppy menjerit sangat keras, merasakan nyeri dan ngilu pada lubang vaginanya. Tanpa memperdulikan jeritan Poppy, Jokko menekankan pantatnya lebih keras hingga seluruh batang kemaluannya masuk dan terbenam, tertelan lubang vagina Poppy. Jokko mendiamkan sejenak kemaluannya disana untuk beradaptasi sambil menatapi tetesan darah segar keluar dari lubang vagina Poppy dan merembesi paha mulus gadis itu.

Dengan irama pelan Jokko mulai menarik dan mendorong pantatnya. Terlihat dengan jelas, bibir vagina Poppy tercelup ke dalam saat kemaluan Jokko masuk dan mekar keluar saat Jokko menarik kemaluannya. Jokko menghujam-hujamkan kemaluannya ke lubang vagina Poppy sambil meremasi kedua buah dada gadis itu, dan Poppy mengimbangi gerakkan Jokko dengan mengangkat-angkat pantatnya. Kepala Poppy terdongak ke atas dan matanya merem melek meresapi kenikmatan yang diberikan Jokko. Poppy teringat kata teman-temannya yang sudah pernah bersetubuh, bahwa bersetubuh itu sangat nikmat.

Semakin lama gerakkan keduanya semakin cepat dan liar. Nafas mereka semakin memburu dan peluh-peluh semakin deras mengaliri tubuh mereka, hingga akhirnya, diiringi jeritan yang hampir bersamaan dan memecah kesunyian kamar. Kedua insan itu mencapai puncak kenikmatan. Jokko membenamkan seluruh kemaluannya dalam-dalam sambil menyemprotkan seluruh spermanya dilubang vagina Poppy. Sejenak tubuh mereka mengejang, kemudian terkulai lemas.

Jokko tertidur disamping Poppy sambil tersenyum penuh arti mengecup bibir sexynya. Dengan sisa-sisa tenaganya, Poppy berusaha bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan tertatih menuju kamar mandi, yang ada didalam kamar. Poppy membersihkan bercak darah yang mengering disekitar daerah vagina dan pangkal pahanya. Setelah membersihkan semuanya, Poppy kembali kekamar. Dipandanginya wajah Jokko yang masih tidur telanjang diatas ranjang.

Mata Poppy tertuju pada kemaluan Jokko, kemaluan yang baru saja berhasil menembus vaginanya dan merobek keperawanannya. Dalam keadaan layu saja kemaluan Jokko sudah gede, apalagi kalau tegang. Membayangkan kembali rasa nikmat yang baru dialaminya, membuat nafsu birahi Poppy bangkit lagi. Tanpa berpikir lagi Poppy langsung menindih tubuh Jokko dari atas. Mulutnya terbuka lalu dengan ganas mencaplok mulut Jokko dan langsung melumatnya. Jokko terbangun, tanpa menunggu lagi Jokko langsung membalas lumatan mulut Poppy dengan pagutan yang tak kalah hebatnya.

Kecupan dan jilatan Poppy kemudian merambat turun ke leher Jokko, dan beberapa saat lamanya, lidahnya bermain-main disana, untuk kemudian terus merambat turun kedada Jokko. Secara bergantian Poppy menjilati dan mengecupi dada Jokko. Puas memainkan lidahnya disana, Poppy menurunkan jilatanya kebagian perut Jokko. Jokko merasakan geli yang amat sangat saat lidah Poppy yang lembut menjilati kulit perutnya.

“Oohh.. akhh.. sstt.. Pop.. terus,” desah Jokko menahan rasa nikmat saat Poppy mulai mengelus-elus pangkal kemaluannya dengan tangan kiri, sementara mulut gadis itu mencucuk lubang kencingnya dengan lidah. Perlahan kemaluan Jokko menegang dan urat-urat disekitar kemaluannya membesar.

Poppy semakin bersemangat menjilati, mengocok, menghisap dan mengulum kemaluan Jokko. Setelah dirasa cukup, Poppy kemudian mengangkangi kemaluan Jokko yang sudah mengeras dan kaku. Jokko memandangi tubuh montok dan mulus Poppy, pacar Arif temannya, yang membelakanginya, yang saat ini tengah memegang kemaluannya sambil mengarahkan selangkangannya diatas kemaluannya.

Bongkahan pantat yang padat sintal dan selangkangan Poppy yang sedang mengangkang lebar perlahan turun mendekati dan menyentuh kepala kemaluan Jokko. Pemuda itu mengira Poppy akan segera menurunkan pantatnya untuk memasukkan kemaluan Jokko ke lubang vaginanya.

Tapi dugaannya meleset, Poppy rupanya ingin mempermainkan Jokko. Poppy sengaja memutar-mutar pantat sintalnya diatas kepala kemaluan Jokko, membuat Jokko jengah.

Tak sabar menunggu, Jokko meraih pantat Poppy kemudian menekannya turun, membuat kemaluannya melesat masuk menerobos lubang vagina gadis itu. Jokko kemudian menyodok-nyodok vagina Poppy dari bawah. Dengan kedua tangan bertumpu pada kedua kaki Jokko, Poppy menggerakan pantatnya naik turun dan sesekali memutarnya, mengimbangi hujaman kemaluan Jokko dari bawah.

Tanpa menghentikan goyangan pantatnya, Poppy mendongakkan kepalanya meresapi kenikmatan dari setiap denyutan kemaluan Jokko yang menyesaki lubang vaginanya.

Sekitar lima belas belas menit berlalu, tanpa melepaskan kemaluan Jokko dari lubang vaginanya, Poppy memutar tubuhnya. Kini posisi Poppy berhadapan dengan Jokko. Sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya, Poppy membungkukkan tubuhnya, mendekatkan mulutnya kemulut Jokko lalu melumat mulut teman pacarnya itu.

Desahan dan erangan semakin sering terdengar dari mulut mereka seiring meningkatnya tempo permainan mereka. Ayunan pantat Poppy semakin cepat seolah-olah sedang memburu sesuatu. Gerakkan tubuhnya semakin lama semakin liar. Sampai akhirnya Poppy merasakan selangkangan bergetar hebat dan vaginanya berdenyut tak beraturan.

Poppy merasakan seluruh urat sarafnya menegang dan diiringi lolongan panjang Poppy mencapai puncak kenikmatan mendahului Jokko. Poppy menekankan pantatnya membuat kemaluan Jokko terbenam dalam-dalam. Tubuhnya menegang beberapa saat. Dan dari dalam vagina menetes cairan hangat dan kental, merembesi dinding vaginanya.

Poppy beristirat beberapa detik untuk menikmati orgasmenya, lalu dia turun dari tubuh Jokko dan duduk disamping pemuda itu. Sambil duduk, Poppy mengocok dan mengulum kemaluan Jokko. Semakin lama kocokkan dan kulumannya semakin cepat, sampai Poppy merasakan kemaluan Jokko berkedut-kedut.

“Pop.. aku.. mauu.. keluarr,” jerit Jokko sangat keras.

Dan beberapa detik kemudian, meledaklah cairan panas dari lubang sperma Jokko, menyemprot ke dalam mulut Poppy. Setiap semprotan ditandai dengan agukan kemaluan Jokko. Poppy menelan seluruh sperma Jokko yang masuk kemulutnya. Dan tanpa rasa jijik sedikitpun, Poppy menjilati sisa-sisa sperma yang masih tercecer dikemaluan Jokko sampai benar-benar bersih tak tersisa, lalu menelannya dengan rakus.

Hari itu mereka bersetubuh sampai sore, sampai mereka benar-benar kelelahan. Malam harinya, Jokko mengantarkan Poppy ke rumah sakit, untuk menjenguk Arif, pacarnya yang juga teman baik Jokko, sesuai dengan permintaan Arif. Sambil menggandeng tangan Poppy menuju rumah sakit, Jokko membisiki telinga gadis itu, agar merahasiakan persetubuhan mereka.

Setelah hari itu, dihari-hari berikutnya, Jokko semakin sering mengunjungi tempat kost Poppy. Apalagi kalau bukan untuk menikmati lagi indahnya tubuh gadis itu. Dan Poppy menyambut hangat setiap kunjungan Jokko, pemuda perkasa yang telah membuatnya ketagihan untuk merasakan nikmatnya sorga dunia.

Arif yang sedang terbaring dirumah sakit sama sekali tidak tahu kalau Jokko, sahabat karibnya telah meregut keperawanan Poppy, pacarnya.

***

Selama Arif dirawat di rumah sakit, Jokko dengan setia menunggu sahabatnya, bergantian dengan Tante Melly, ibunya Arif. Kadang-kadang Jokko merasa berdosa terhadap Arif yang selama ini begitu baik terhadapnya, karena telah menodai Poppy pacar Arif. Tapi setiap membayangkan tubuh mulus Poppy, nafsu birahinya bangkit dan melupakan kalau Poppy adalah pacar sahabatnya.

Setelah tiga bulan lamanya dirawat dirumah sakit, setelah dinyatakan sudah baikan, akhirnya Dokter mengijinkan Arif pulang dan menjalani rawat jalan. Mengingat jasa baik Jokko yang dengan setia menunggu Arif dirumah sakit, Tante Melly mengajak Jokko untuk tinggal dirumahnya yang cukup besar.

Enam bulan kemudian, setelah benar-benar sembuh, Arif disuruh kakeknya untuk tinggal dikampung. Jokko sebenarnya mau ikut Arif tinggal disana, tetapi Tante Melly melarangnya dengan alasan takut karena tidak ada laki-laki yang tinggal dirumahnya, sementara pembantunya perempuan semua. Disamping itu, karena Jokko bisa menyetir, biar ada yang mengantarnya kalau mau bepergian jauh.

Dirumah Tante Melly, Jokko menempati sebuah kamar dilantai dua, yang berdekatan dengan kamar wanita itu. Sementara pembantu-pembantunya tidur dilantai satu.

Sejak tingal dirumah Tante Melly, diam-diam Jokko sering memperhatikan gerak-gerik wanita itu. Jokko mengagumi kecantikan Tante Melly, ibu Arif sahabatnya. Meski sudah berusia 43 tahun, tetapi kecantikannya belum pudar. Tubuhnya yang montok dan sexy, mengundang air liur setiap lelaki yang memandangnya, tak terkecuali Jokko. Jantungnya sering berdebar saat bertatapan mata dengan Tante Melly. Sorot mata sayu tetapi tajam Tante melly, seakan mengisyaratkan bahwa dia seorang wanita yang haus dan binal diranjang.

Apalagi belakangan ini, Jokko merasakan kelakuan Tante Melly makin genit saja. Tante Melly sering mengenakan pakaian yang sexy, kaos ketat tanpa lengan yang dipadukan dengan rok mini, memperlihatkan lekuk tubuhnya dan pahanya yang mulus. Bahkan Tante Melly sering membiarkan pintu kamarnya terbuka, dan didalam kamar dia hanya mengenakan Bh dan celana dalam. Seolah-olah menantang Jokko, yang saat hendak kekamarnya harus melewati kamar Tante Melly, untuk menjamah tubuhnya.

Hingga suatu sore, saat itu Jokko baru datang dari membeli rokok diwarung dekat rumah Tante Melly. Baru saja Jokko menginjakkan kakinya diruang tamu, ketika terdengar suara Tante Melly memanggil namanya dari dalam kamar. Jokko bergegas menuju kamar wanita itu.

“Jokk, tolong ambilkan handukku dong,” teriak Tante Melly dari dalam.
“Ia Tante,” sahut Jokko pendek.

Jokko lalu bergegas mengambil handuk ditempat jemuran kemudian berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam kamar. Sampai di depan kamar mandi Jokko mengetok pintu, sambil memanggil Tante Melly. Jokko tertegun di depan pintu, saat pintu kamar mandi terbuka. Kini di depannya, Tante Melly sedang berdiri dengan tubuh yang masih basah, tanpa selembar benangpun melekat ditubuhnya. Jokko dapat melihat dengan jelas lekuk-lekuk tubuh Tante Melly, yang membangkitkan nafsu birahinya.

Belum hilang rasa terkejutnya, Tante Melly menarik tangannya, kemudian memeluknya erat-erat membuat Jokko gelagapan. Tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, Tante Melly langsung mancaplok mulut Jokko dan melumatnya. Jokko yang sudah berpengalaman tidur dengan banyak wanita, tahu kalau Tante Melly, yang sudah lama menjanda, sangat haus akan sentuhan laki-laki.

Dengan rakusnya, Tante Melly mengecup dan melumat mulut Jokko, sambil meraba-raba selangkangan pemuda itu. Tidak mau membuang kesempatan yang sudah lama diimpikannya, Jokko langsung membalas dengan pagutan-pagutan yang tak kalah buasnya, sambil meremas-remas pantat sintal Tante Melly. Sambil tetap melumat mulut Jokko, Tante Melly mulai menyusupkan tangannya kebalik celana dalam Jokko dan menggenggam kemaluan Jokko yang mulai mengeras.

“Ooh.. Jokk.. puasin aku.. sayang,” pinta Tante Melly, sambil mengelus-elus kemaluan Jokko.

Sementara Jokko dengan buas menjilati dan menyedot dari leher merambat turun kebuah dada Tante Melly. Sesekali Jokko menggigit buah dada Tante Melly yang ranum. Tante Melly mendesah hebat. Matanya merem melek dan kepalanya terdongak ke atas, manakala lidah Jokko yang kasar menyentuh saraf-saraf peka pada buah dadanya. Tanpa melepaskan pagutannya, Jokko mendorong Tante Melly hingga tersandar kedinding. Kemudian Jokko berlutut dihadapan wanita itu.

Kini Jokko mulai menjilati dan mengecupi daerah perut Tante Melly. Wanita itu mendesah semakin hebat, saat lidah Jokko menari-nari dipusarnya dan diatas kulit perutnya yang ramping. Desahan Tante Melly, membuat Jokko semakin bernafsu mengerjai wanita itu. Kini mulut Jokko mendekati selangkangan Tante Melly. Lidahnya terjulur, menjilati sambil mencucuk-cucuk vagina Tante Melly, membuat ibu Arif itu histeris. Pinggulnya meliuk-liuk menahan rasa geli yang luar biasa.

Tante Melly merenggangkan kedua pahanya, memberikan jalan, agar lidah Jokko lebih leluasa menjilati vaginanya. Tante Melly menarik kepala Jokko dan membenamkannya keselangkangannya. Tujuannya agar, lidah Jokko lebih dalam menusuk lubang vaginanya. Jokko semakin cepat menusuk-nusukkan lidahnya ke lubang vagina Tante Melly, saat dirasakannya vagina wanita itu berdenyut hebat. Membuat Tante Melly semakin tak dapat menahan orgasmenya. Dan iapun pasrah menerima tusukan-tusukan lidah Jokko yang semakin cepat pada lubang vaginanya. Sampai akhirnya Tante Mely merasakan sesutau yang hendak meledak dari lubang vaginanya. Dan beberapa saat kemudian, diiringi lolongan panjang Tante Melly mencapai orgasmenya yang pertama.

Cairan hangat dan kental menyembur dari lubang vaginanya dan membasahi dinding-dinding vaginanya. Tanpa ragu-ragu, Jokko menjilati vagina Tante Melly yang masih basah. Gundukkan daging yang membengkak merah dan mengeluarkan lendir putih itu, dijilati dan disedotnya sampai bersih.

Jokko membiarkan Tante Melly yang baru saja mencapai puncak kenikmatan, menikmati orgasmenya beberapa saat. Kemudian Jokko membopong tubuh wanita itu, membawanya ke atas ranjang, lalu mendudukkan tubuh Tante Melly diatas ranjang. Kini Jokko berdiri dihadapan Tante Melly sambil melepaskan seluruh pakaiannya. Tante Melly benar-benar terpesona melihat besar dan panjangnya kemaluan Jokko yang ada dihadapannya.

“Luar biasa Jokk, baru kali ini aku melihat kemaluan sebesar punyamu,” puji sambil tersenyum.

Tante Melly meraih kemaluan Jokko yang sudah mengeras, dengan lembut dielus-elusnya lalu dikocok-kocoknya.

“Oohh.. Tante.. enak.. terus,” rintih Jokko sambil mengelus-elus rambut Tante Melly, saat janda itu melai menjilati kepala kemaluannya.

Rintihan-rintihan yang keluar dari mulut Jokko membuat Tante Melly semakin ganas dan liar untuk meningkatkan serangannya. Sambil terus mengocok pangkal kemaluan Jokko, Tante Melly menusuk-nusuk lubang kencing pemuda itu dengan lidah lembutnya. Lubang kencing Jokko langsung memerah, akibat menahan desakan darah syahwat yang menjalari kemaluannya.

Tante Melly semakin bersemangat mengulum, menyedot dan memompa kemaluan Jokko yang tegak kaku dengan urat-urat kasar disekelilingnya. Tante Melly berusaha memasukkan seluruh batang kemaluan Jokko ke dalam mulutnya, hingga mentok diujung tenggorokkannya.

“Akhh.. nik.. mat.. terus.. Tante.. terus,” desah Jokko.

Dia sudah tak mampu menahan rasa geli pada kemaluannya. Kedua tangannya meraih dan menjambak rambut Tante Melly, lalu Jokko menarik dan mendorong kepala Tante Melly, membuat kemaluannya keluar masuk dari mulut wanita itu.

Nampaknya Tante Melly benar-benar ingin memuaskan Jokko dengan oral seksnya. Sambil meremas-remas buah dada dan lubang vagina sendiri Tante Melly, meningkatkan tempo jilatannya. Hampir seluruh batang kemaluan Jokko dijilatinya. Buah pelir dan lubang anus Jokko tak luput dari ciuman dan jilatannya. Tante Melly menikmati desahan dan erangan Jokko dengan meliarkan jilatan dan kulumannya. Sesekali dia menggigit-gigit kemaluan Jokko.

Beberapa menit berlalu Tante Melly menghentikan jilatan dan kulumannya pada kontol Jokko. Matanya yang sayu menatap wajah Jokko penuh birahi. Jokko yang sudah berpengalaman menyetubuhi wanita, tahu bahwa Tante Melly sudah menunggu kemaluannya yang sudah benar-benar tegang untuk segera menusuk lubang vaginanya. Didorong tubuh Tante Melly hingga terlentang diranjang. Kedua paha wanita itu dibukanya lebar-lebar. Kini Jokko mengangkangi

Selangangkangan Tante Melly. Perlahan Jokko menurunkan pantatnya, hingga kepala kemaluannya menyentuh bibir vagina Tante Melly.

“Cepet Jokk, masukkin punyamu,” pinta Tante Melly tak sabaran, sat Jokko hanya menggesek-gesekkan kepala kemaluannya dibibir vagina wanita itu.

Sedetik kemudian Jokko memenuhi permintaan Tante Melly, didorongnya pantatnya pelan-pelan.

Mula-mula agak susah kemaluan Jokko menembus lubang vagina Tante Melly yang sempit, karena sudah lama tidak dimasuki. Tetapi setelah mencoba berkali-kali, akhirnya pada tusukkan yang kesekian kalinya kepala kemaluan Jokko berhasil masuk menerobos lubang vagina Tante Melly.

Tante Melly menjerit menahan rasa nyeri pada lubang vaginanya, saat kepala kemaluan Jokko berhasil masuk. Dan jeritannya bertambah keras saat seluruh batang kemaluan Jokko menerobos masuk dan terbenam, tertelan lubang vaginanya. Lubang vagina Tante Melly penuh sesak oleh besar dan panjangnya kemaluan Jokko. Jokko merasakan kemaluannya seperti dijepit dan dipijit-pijit. Jokko mendiamkan kemaluannya disana beberapa saat, untuk beradaptasi.

Kemudian Jokko mulai menaik turunkan pantatnya. Terlihat dengan jelas batang kemaluan Jokko keluar masuk dari lubang vagina Tante Melly yang sempit. Bibir vagina Tante Melly tercelup ke dalam saat Jokko mendorong kemaluannya masuk dan mekar keluar saat pemuda itu menariknya.

Tante Melly benar-benar tak berdaya menahan serangan birahinya. Sambil meremasi sprei, kepalanya bergoyang kekiri dan kekanan. Ditengah-tegah desisannya, mulutnya meracau, mengeluarkan kata-kata kotor. Serasa hendak menjemputi kemaluan Jokko agar menghujam lebih dalam lagi ke lubang vaginanya, Tante Melly mengangkat pantatnya tinggi-tinggi.

Sekitar tiga puluh menit berlalu mereka berganti posisi. Kini Jokko duduk diatas ranjang, dengan kemaluan yang masih tegak, sementara Tante Melly berjongkok diatas selangkangan pemuda itu. Kini Tante Melly memegang kendali, dia meraih kemaluan Jokko, dikocok-kocoknya sebentar, kemudian diarahkannya ke lubang vaginanya. Dengan cepat lubang vagina Tante Melly menelan seluruh batang kemaluan Jokko.

Tanpa membuang-buang waktu, Tante Melly langsung mendorong pantatnya naik turun, memompa kemaluan Jokko. Jokko mengimbangi gerakkan pantat Tante Melly dengan menyodok-nyodokkan pantatnya. Semakin lama semakin cepat Tante Melly memompa kemaluan Jokko. Sampai akhirnya, dia merasakan puncak kenikmatannya akan segera datang. Gerakkan Tante Melly semakin liar, matanya nanar dan wajahnya berubah ganas.

Dan akhirnya, dengan diiring lolongan panjang, Tante Melly menekankan pantatnya dalam-dalam. Tubuhnya mengejang beberapa saat, selangkangannya bergetar, dan vaginanya berdenyut keras. Orgasme yang kedua kalinya tengah melanda Tante Melly. Cairan hangat dan kental merembes dari lubang vaginanya, membasahi batang kemaluan Jokko.

Tante Melly diam beberapa detik, menikmati orgasmenya yang baru kali ini dirasakannya, setelah sepuluh tahun menjanda. Kemudian dia turun dari tubuh Jokko, lalu duduk disamping pemuda itu. Tangannya menggenggam lalu mengocok-ngocoknya pangkal kemaluan itu dengan tempo semakin lama semakin cepat. Sementara mulutnya mengulum kepala kemaluan Jokko.

Sampai akhirnya Tante Melly merasakan kemaluan Jokko berkedut-kedut. Jokko mengangkat-angkat pantatnya, menyambut kuluman dan kocokkan Tante Melly, tangan-tangannya dengan kuat menekan kepala Tante Melly dan membenamkan keselangkangannya saat dirasakannya orgasmenya hampir sampai.

“Ohh.. Tante.. akuu.. keluarr,” jerit Jokko saat puncak kenikmatanya telah sampai.

Spermanya menyemprot ke dalam mulut Tante Melly. Setiap semprotan spermanya ditandai dengan anggukan-anggukan kemaluannya. Tanpa ragu, Tante Melly menelan seluruh sperma Jokko yang masuk kemulutnya. Dan sambil tersenyum puas, Tante Melly menjilati sisa-sisa sperma yang masih blepotan dibatang kemaluan pemuda itu.

Tante Melly benar-benar puas dengan permainan ranjang yang diberikan Jokko. Kepuasan yang tak pernah diberikan oleh siapapun, termasuk bekas suaminya yang kini telah tiada. Kepuasan yang sama juga dirasakan Jokko. Dugaanya tak meleset, wanita seperti Tante Melly, sangat ganas dan benar-benar luar biasa diatas ranjang.

Mereka tertidur pulas karena kelelahan, sehabis mereguk kenikmatan sorga dunia. Kira-kira satu jam tertidur, Jokko terbangun, saat merasakan ada yang bergerak-gerak pada bagian bawah tubuhnya. Jokko mengangkat kepalanya dan melihat Tante Melly sedang duduk sambil meraba-raba selangkangannya. Sambil tersenyum, Jokko menikmati setiap sentuhan lembut tangan Tante Melly, saat mengelus-elus kemaluannya yang masih layu.

Tante Melly yang bangkit lagi nafsu birahinya, berusaha semaksimal mungkin, membuat kemaluan Jokko tegang. Dengan tangan kanannya, Tante Melly mengocok-ngocok kemaluan Jokko. Sementara tangan kirinya, meremas-remas lubang vaginanya sendiri. Sambil memasukkan lalu menusuk-nusukkan jemari lentiknya, ke lubang vaginanya sendiri, Tante Melly tersenyum penuh nafsu dan semakin bersemangat mengocok kemaluan Jokko, saat dirasakannya kemaluan pemuda itu mulai mengeras dalam genggaman tangannya. Desahan-desahan yang saling bersahutan, mulai keluar dari mulut keduanya.

Tanpa melepaskan kocokkannya pada kemaluan Jokko, Tante Melly mendekatkan wajahnya ke kepala kemaluan itu. Tante Melly menciumi lalu menjilati kepala kemaluan pemuda itu. Lidahnya menusuk-nusuk lubang kencing Jokko, membuat kepala kemaluan Jokko memerah. Mendapat sentuhan-sentuhan erotis dari lidah Tante Melly, saraf-saraf sensitif dikemaluan Jokko mulai menegang. Urat-urat kasar yang mengelilingi kemaluan Jokko mulai membesar. Tante Melly terus memainkan lidahnya dikepala kemaluan itu.

“Aku akan memberimu kepuasan sayang,” kata Tante Melly sambil menoleh ke arah Jokko.
“Iya, Tante puasin aku sayang, terus.. enakk,” sahut Jokko saat Tante Melly mulai mengulum kemaluannya.

Mulut Tante Melly bergerak naik turun memompa kemaluan Jokko. Terlihat kemaluan Jokko yang sudah benar-benar tegang dan kaku, keluar masuk dari mulut Tante Melly. Sambil tetap mencucuk-cucuk lubang vaginanya sendiri dengan jari-jari tangannya, Tante Melly mengecup, menjilat, mengulum dan memompa batang kemaluan Jokko. Setiap jengkal batang kemaluan Jokko tak luput dari jilatannya. Buah pelir pemuda itu juga diseruputnya.

Nampaknya Jokko tak mampu menahan rasa geli yang melandanya. Dia merengkuh dan menjambak rambut Tante Melly dengan kedua tangannya. Jokko mengangkat-angkat pantatnya, menyambuti kuluman Tante Melly. Tante Melly semakin ganas serta liar, meningkatkan serangan birahinya mendengar desahan dan rintihan yang keluar dari mulut Jokko. Tante Melly mengulum seluruh batang kemaluan Jokko sampai mentok diujung tenggorokannya.

Sekitar dua puluh menit berlalu, Tante Melly menyudahi kulumannya pada kemaluan. Ia kemudian berjongkok diatas selangkangan Jokko, dengan posisi memunggungi pemuda itu. Tante Melly meraih kemaluan Jokko yang telah basah oleh air ludahnya, kemudian menempelkannya pada bibir vaginanya. Perlahan Tante Melly menurunkan pantatnya. Dan sedikit demi sedikit batang kemaluan menyeruak masuk dan menembuas lubang vaginanya.

Tante Melly mendiamkan sejenak gerakkan pantatnya, saat seluruh batang kemaluan Jokko telah masuk dan terbenam, tertelan lubang vaginanya. Kini dengan kedua tangan bertumpu pada kedua paha Jokko, Tante Melly mulai menggerakkan pantatnya naik turun.

“Kamu merasa enak sayang,” tanya Tante Melly pada Jokko.
“Nik.. matt.. banget.. Tantee,” sahut Jokko terpatah-patah, sambil meresapi nikmatnya goyangan janda itu.

Tante Melly terus menggoyang-goyang pantatnya dengan gerakkan naik turun, sambil sesekali memutarnya. Gerakkan pantat Tante Melly semakin lama semakin cepat memompa kemaluan Jokko ke lubang vaginanya, saat dia merasakan mulai menapaki puncak kenikmatan. Nafasnya semakin memburu.

Dan ketika puncak kenikmatan itu benar-benar datang, Tante Melly menekankan pantatnya keras-keras agar betang kemaluan Jokko lebih dalam menusuk lubang vaginanya. Otot-otot tubuhnya mengejang dan vaginanya berdenyut hebat. Dan diiringi jeritan histeris, Tante Melly mencapai orgasmenya. Cairan panas dan kental menyembur dari lubang vaginanya membasahi batang kemaluan Jokko.

Beberapa saat setelah Tante Melly mencapai orgasmenya, Jokko yang belum mencapai puncak kenikmatannya, mendorong tubuh wanita itu hingga telungkup ke kasur. Jokko mengangkat pantat Tante Melly, membuat posisi wanita itu menungging. Jokko lalu berlutut dibelakang pantat Tante Melly. Tangan kanan Jokko meremas-remas pantat Tante Melly, sementara tangan kirinya merabai lubang anus janda itu.

Sesaat kemudian Jokko mendekatkan wajahnya ke lubang anus Tante Melly dan mulai menciumnya. Sensasi geli yang luar biasa dirasakan Tante Melly, saat lidah Jokko menelusuri vagina dan lubang anusnya. Wanita itu langsung menggelingjang saat lidah Jokko menusuk-nusuk lubang anusnya. Tante Melly menggerakkan tangannya ke belakang meraih kepala Jokko, maksudnya agar Jokko lebih dalam menjilati lubang pantatnya.

Setelah puas menjilati lubang anus Tante Melly, Jokko kemudian menggenggam kemaluannya, lalu diarahkannya ke lubang anus Tante Melly. Perlahan Jokko mendorong maju pantatnya. Dan rasa sakit luar biasa yang dirasakan Tante Melly, saat kepala kemaluan Jokko memaksa masuk ke lubang anusnya.

“Ja.. jangan.. disituu.. Jokk.. sakitt,” pinta Tante Melly menghiba, agar Jokko mengurungkan niatnya.

“Tahan Tante, nanti pasti enak,” sahut Jokko cuek.

Tapi Jokko tak mau peduli, sambil mencengkeram pantat Tante Melly dengan kedua tangannya, Jokko terus mendorong maju pantatnya hingga seluruh batang kemaluannya masuk dan tertelan lubang anus janda cantik itu. Jokko merasakan kemaluannya seperti dijepit oleh sempitnya lubang anus Tante Melly yang masih perawan.

Tante Melly menjerit keras, merasakan perih dan panas yang sudah tak tertahankan lagi pada bibir dan dinding anusnya. Tanpa memperdulikan jeritan Tante Melly, Jokko mulai menggerakan pantatnya maju mundur, membuat kemaluannya keluar masuk, memompa lubang anus Tante Melly.

Sambil terus menghujam-hujamkan kemaluannya ke lubang anus Tante Melly, Jokko meremas-remas buah dada wanita itu dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya mencucuk-cucuk lubang vagina Tante Melly yang memerah. Perlakuan Jokko pada kedua lubang bawahnya, membuat nafsu birahi Tante Melly mulai bangkit. Rasa sakit pada lubang anusnya mulai mereda, kemudian menghilang, lalu berganti dengan rasa nikmat. Jeritan-jeriatan Tante Melly kini berganti dengan desahan-desahan nikmat.

Kini Tante Melly mulai mengimbangi goyangan setiap kemaluan Jokko menghujam lubang anusnya, dengan menyodok-nyodokkan pantatnya, melawan gerakkan pantat Jokko. Tante Melly mendongakkan kepalanya ke atas, memandangi langit-langit kamar sambil meresapi kenikmatan yang sedang dirasakannya. Memang benar apa yang dikatakan Jokko, ternyata disodomi sangat nikmat.

Sementara Jokko semakin mempercepat goyangan pantatnya, batang kemaluannya semakin cepat menghujam-hujam lubang anus Tante Melly. Demikian juga jari-jari tangannya semakin cepat mencucuk-cucuk lubang vagina janda sexy itu. Dan desahan-desahan serta rintihan, tak henti-hentinya keluar dari mulut Tante Melly, saat menerima kenikmatan yang kini sedang menuju puncaknya. Dan ketika Jokko sudah tak mampu lagi menahan spermanya yang akan segera muncrat, maka desahan dan rintihan yang disertai jeritan keluar dari mulutnya.

Tante Melly yang juga merasakan puncak kenikmatannya akan segera tiba, semakin cepat menyodokkan pantatnya, menjemputi kemaluan Jokko. Sampai akhirnya Tante Melly merasakan selangkangannya bergetar hebat, vaginanya berdenyut-denyut. Dan diiringi lolongan panjang Tante Melly mencapai orgasmenya. Cairan yang sangat panas menyembur dari lubang vaginanya, membasahi tangan Jokko.

Beberapa saat kemudian Jokko menyusul. Seluruh otot-ototnya menegang beberapa saat. Dan sedetik kemudian kemaluannya menyemprotkan sperma yang sangat banyak dilubang anus Tante melly. Jokko membiarkan kemaluannya terbenam beberapa saat dilubang anus Tante Melly, sambil meresapi sensasi nikmat yang dirasakannya. Kemudian Jokko terkulai lemas dan rebah diatas ranjang.

Sesaat kemudian Tante Melly merebahkan tubuhnya disamping Jokko. Sambil tersenyum, janda cantik dan sexy itu memeluk tubuh Jokko. Kemudian mereka berdua tidur berpelukan. Dan baru terbangun saat matahari telah tinggi.

“Semalam kamu hebat sekali Jokk,” puji Tante Melly, saat mereka mandi bareng.
“Terima kasih, Tante puas kan?,” tanya Jokko, yang dijawab Tante melly dengan anggukan.
“Kamu mau lagi kan, memberiku kepuasan sayang,” tanya Tante Melly sambil meminta.
“Siapa yang nggak mau sama Tante yang cantik dan sexy,” puji Jokko sambil mengecup bibir Tante Melly.

Dan mulai hari itu, hampir setiap malam Jokko dan Tante Melly mereguk kenikmatan. Tante Melly yang sudah cukup lama menjanda, sangat tergila-gila dengan permainan Jokko diranjang, yang sangat memuaskan. Bersama Jokko, rasa hausnya akan sentuhan laki-laki yang telah lama terpendam, kini terobati. Nafsu birahinya yang meledak-ledak kini telah tersalur. Dan sebagai timbal baliknya, segala kebutuhan kuliah Jokko ditanggungnya. Bahkan berlebihan. Tante Melly juga memberikan mobil dan rumah untuk Jokko.

Tetapi sebagai laki-laki muda yang mempunyai nafsu birahi yang sangat tinggi, tak puas dengan Tante Melly saja. Jokko masih menginginkan wanita lain. Selain menikmati tubuh Tante melly, yang setiap saat merindukan kehangatan darinya. Jokko masih tetap menyetubuhi Poppy, pacar Arif, anak Tante Melly, yang juga sahabat karibnya. Gadis belia yang ia renggut keperawannya. Juga Mbak Heny, masih sering dikunjunginya, apalagi belakangan ini Mas Indra, suami Mbak Heny, menderita impoten dan jarang dirumah.

Maka Jokko dengan leluasa menikmati tubuh ketiga wanita itu secara bergantian. Dan dengan rapi dan sangat hati-hati, Jokko mengatur waktu, agar rahasia hubungannya dengan ketiga wanita itu tidak terbongkar.

Incoming search terms:

panasnya nafsu birahi, cerita dewasa panasnya nafsu birahi, panasnya nafsu birahi 1, Kisah birahi liar yg terpendam ibu jilbab, Cerita ngentot tante heny, cerita nafsu birahi dewasa, ngentot penunggu pasien, CeritaNgentotanustante, Cerita ngentot tante mely, Gairah birahi tante Mely, ngentot tante mely, cerita nafsu birahi jilbab yang terpendam, cerita birahi syahwat, nafsu birahi tante jilbab, ngentot dengan penunggu pasien di rs, panas nafsu birahi, nafsu berahi perempuan, Cerita dewasa nafsu birahi tante Melly, cerita nafsu birahi tante, nafsu ngentot terhadap pasien, cerita seks panasnya nafsu birahi, cerita 17 tahun nafsu birahi, birahi terpendam wanita jilbab, birahi yang terpendam, buasnya nafsu tante

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker