Friday , August 29 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / Pengalamanku di pelabuhan

Pengalamanku di pelabuhan


Cerita ini adalah pengalaman saya dengan si bule tersebut. Waktu itu saya pergi ke Pelabuhan Ratu, kami berangkat dari Jakarta pagi, berdua saja berangkat dengan tujuan di atas, tanpa berhenti dimana-mana. Siang kira-kira jam 14:00 kami tiba di tempat tujuan. Setelah selesai check in, masuklah kami ke dalam kamar yang telah ditunjukkan oleh salah satu pegawai hotel. Kami bermalam disanalah satu hotel top di daerah tersebut. Sesampainya di kamar, tanpa mengucapkan “ABC”, saya juga lupa siapa yang mulai dulu, tahu-tahu kami berdua sudah dalam keadaan bugil, padahal rencana sebelumnya kami akan pergi berenang. Mula-mula kami berciuman dengan tangan berdua masing-masing bergerilya pada tempat yang makin membangkitkan nafsu birahi kami, kemudian dia mulai menelusuri bagian selangkangan saya dan menggosok-gosokkan tangannya pada kemaluan saya, yang otomatis menimbulkan rasa nikmat yang luar biasa, dia mencari klitoris saya dan mulai mempermainkannya dengan jari jempolnya. Karena saya sudah begitu bernafsu otomatis daerah lubang kemaluan saya menjadi lebih dan lebih basah lagi dan itu mempermudah dia untuk memasukkan salah satu jarinya pada lubang kewanitaan saya. Bisa dibayangkan bagaimana nikmatnya saya saat itu. Sementara saya pun tidak ketinggalan beraksi, dengan tangan saya, saya juga berusaha memijat, meremas dan mengusap-usap batang kemaluannya yang makin lama makin menegang, rupanya dia juga sangat menikmati permainan yang saya lakukan. Kami terus berciuman sambil terus saling meraba dan meremas selama kira-kira lima menitan.
Kemudian dia mengajak saya dan merebahkan saya di atas tempat tidur, tanpa membuang waktu sedikit pun dia langsung meletakkan seluruh wajahnya pada selangkangan saya, yang sudah basah sejak tadi, dia menjilat, menyedot dan menggigit kecil klitoris saya dengan rakusnya. Sementara jari tengahnya dimasukkan dan dikocok-kocokkan pada lubang kemaluan saya. Saya betul-betul merasa seperti berada pada surga kenikmatan, sebentar saja saya sudah mengalami orgasme dan saya menggelinjang hebat, “Ooohh.. I’m comiing..” dan sepertinya dia tahu, dia malahan tidak melepaskan mulutnya dan malahan semakin agresif mengenyot-enyot klitoris saya. Setelah dua kali orgasme dia kemudian berhenti menjilati saya dan berlutut dekat saya dan mendekatkan batang kemaluannya pada wajah saya, yang langsung saya masukkan ke dalam mulut saya, dengan rakusnya saya menjilat, menghisap dan mengulum batang kemaluan pasangan saya dengan nikmat, “Hhhmm..” Mulut saya yang mungil terasa sangat penuh, mengingat batang kemaluan pasangan saya cukup besar dan panjang.
Pasangan saya begitu menikmati semua yang saya lakukan padanya, sambil berseru, “Oh yess.. yess..” dan sampai pada akhirnya sepertinya dia sudah tidak tahan lagi, dia langsung mencabut batang kemaluannya dari mulut saya dan langsung memasukkannya pada lubang kemaluan yang sudah sangat basah. Mula-mula dia menggenjot secara perlahan sambil menikmati remasan lubang kemaluan saya dan saya pun menikmati besarnya batang kemaluan bule yang masuk ke lubang kemaluan saya. Ritme goyangannya semakin cepat dan saya pun sudah akan mencapai orgasme lagi, sementara dia pun seperti gunung yang sudah akan meletus, mempercepat goyangannya, maju-mundur, sampai akhirnya dia berteriak, “I’m comiing..” dan saya pun merasakan spermanya yang hangat menyemprot-nyemprot lubang kemaluan saya dan kedutan batang kemaluannya segera membuat saya mencapai orgasme yang sangat luar biasa nikmatnya dan berteriak dengan serak, “Ooohh.. I’m comiing too..” lubang kemaluan saya terus meremas batang kemaluannya sampai akhirnya dia terkulai lemas di ranjang.
Kami kemudian membersihkan badan di kamar mandi, sekalian memakai baju renang dan pergi ke kolam renang, kami berenang sebentar dan sempat santai ke pinggir pantai untuk menikmati matahari yang sudah akan tenggelam, kemudan balik lagi ke kamar untuk mandi. Setelah mandi kami coba istirahat di atas ranjang yang tersedia, dengan maksudnya mau istirahat, tapi kenyataannya menjadi lain begitu dia mulai meraba-raba selangkangan saya lagi, mencari-cari mulut saya untuk dilumatnya, begitu hot-nya ciuman kami, beradunya dua bibir dan lidah yang saling memilin menimbulkan suara kecipakan khas suara orang yang sedang berciuman, dan kami kembali bugil saling melumat bibir dan juga saling meraba dan meremas alat kelamin pasangan kami. Kami berdua menggelinjang penuh kenikmatan. Digosokkannya telapak tangannya pada permukaan lubang kemaluan saya, sambil mencari-cari klitoris saya dan tak lupa jari tengahnya dimasukkan ke dalam lubang kemaluan saya yang sudah mulai basah dan jempolnya tetap menggosok klitoris saya, hal ini membuat saya melenguh keenakkan, “Oh.. yess.. oh.. nicee..”
Sementara itu tangan saya pun sudah mengurut-urut batang kemaluannya yang sudah semakin besar dan mengeras saja. Pasangan bule saya itu kemudian membalikkan badannya, sehigga posisi kami saat itu menjadi “69″, dia mulai menjilat bibir labia saya, mengulum, menyedot klitoris, dan juga lidahnya mencoba masuk ke dalam lubang kemaluan saya yang sudah mulai memproduksi “santan” yang cukup banyak, sepertinya dia amat menikmati perbuatannya itu dan begitu rakusnya dia menikmati lubang kemaluan saya, hal ini semakin membuat saya menggelinjang kenikmatan, “Achh.. achh..” nikmat sekali, terus terang saya memang paling menikmati jika lubang kemaluan saya, dijilat, disedot, dikulum seperti orang sedang makan ice cream saja. Beberapa kali saya mencapai orgasme waktu itu saya tidak ingat, kelihatannya dia tahu benar bagaimana memberikan kenikmatan yang saya inginkan, saya menggelinjang hebat, sampai merasakan ngilu pada klitoris saya karena terus-terusan disedot, dikulum dan digigit-gigit oleh pasangan saya. Sementara saya sendiri pun, begitu melihat ada batang kemaluan yang besar tepat di muka saya. Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi langsung melahapnya, saya kulum, jilat dan saya sedot seperti saya sedang makan es waktu kecil, buah zakarnya terayun-ayun membuat saya semakin ingin mengulumnya juga, saya jilat, saya kulum dan disertai remasan-remasan yang memberikan rasa nikmat, dia juga begitu menikmati apa yang saya kerjakan, terlihat dari semakin besar dan keras batang kemaluan pasangan saya, cairan bening dari batang kemaluannya sudah mulai keluar dan desahan nikmat yang keluar dari mulut kami berdua sudah bercampur. Kami terus saling menghisap, mengulum alat kelamin pasangan kami dan juga saling menikmati sampai kira-kira cukup lama berlangsung sekitar 10 menitan.
Baru setelah itu dia membalikkan badannya sehingga wajah kami saling berhadapan, dengan bantuan tangannya segera diarahkan batang kemaluan besarnya pada lubang kemaluan saya yang sudah amat basah. Terasa penuh batang kemaluannya dalam lubang kemaluan saya. Mula-mula diputar-putarkan batang kemaluannya sehingga seluruh lubang kemaluan saya bisa merasakan nikmatnya batang kemaluan besarnya, saya sudah tak tahan lagi, baru sebentar saja saya sudah mencapai orgasme, dengan erangan nikmat saya, “Ooohh.. I’m comiing..” Setelah tahu saya orgasme, pasangan saya malah semakin semangat menggoyang-goyangkan pantatnya, dengan posisi memutar dan juga maju mundur, bunyi suara batang kemaluannya keluar masuk lubang kemaluan saya yang sudah sangat basah terdengar kecipakan keras sekali. Rupanya lama-lama dia juga sudah tidak dapat menahan nikmatnya remasan dan jepitan lubang kemaluan “melayu”, sebentar kemudian dia pun ikut berteriak, “I’m comiing.. too..” saat itu sperma yang disemprotkan begitu terasa hangat menyiram lubang kemaluan saya, “Sret.. sret.. sret..” dan kedutan batang kemaluannya masih terasa sehingga membuat saya mencapai orgasme lagi yang kedua kalinya. Orgasme ini benar-benar membuat saya melayang serasa di surga ke tujuh.
Selanjutnya kami berpelukan dengan lunglai tapi penuh kenikmatan, tertidur dengan bugil cukup lama karena begitu terbangun hari sudah lumayan malam dan perut kami sudah mulai terasa lapar, karena dari siang tidak sempat makan, hanya roti bekal kami yang mengganjal perut saat itu. Segera kami bersih-bersih dan memakai pakaian untuk “dinner” di restaurant di bawah. Pada waktu berjalan terasa dengkul saya lemas karena orgasme yang saya capai berkali-kali, tapi saya bersyukur karena saya bisa menikmati orgasme yang kata orang suka susah didapat, apalagi kalau pasangan kami tidak perdulian.
Malam itu sehabis pergi makan malam, saya coba pasang TV yang ada dalam kamar, ternyata tidak ada acara yang menarik, sementara dia pergi ke teras untuk melihat suasana di luar, saya tidak mau ikut ke teras karena perasaan tidak nyaman terus menyelimuti hati saya, saya tahu pasti cerita yang beredar tentang Nyi Roro Kidul, jadi saya coba untuk di dalam kamar saja. Karena acara TV tidak ada yang bagus, saya pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan membersihkan make up saya, sekalian saya ganti baju tidur, eh nggak tahunya dia juga sudah masuk kamar lagi, dan begitu melihat saya sudah memakai celana pendek dan kaos, dia bilang katanya, “I think it’s better if you’re not wearing anything..” sambil dia langsung melepas semua pakaian saya, dan juga melepas pakaiannya sendiri.
Dengan saya masih berdiri tegak telanjang dengan lembut diciuminya semua badan saya dari wajah sampai kaki, dia bilang, “You smells good..” Setelah itu baru kami mulai berciuman, mula-mula sih dengan lembut, tapi lama-lama yang namanya nafsu tidak dapat ditahan lagi, lidah yang saling memilin, bibir yang saling memagut sepertinya nggak ada hari esok, tangannya pun sudah mulai melakukan usapan-usapan tangannya ke arah selangkangan saya seperti biasa, dan saya juga sudah mengelus-elus batang kemaluannya, jarinya pun sudah dimasukkan juga ke dalam lubang kemaluan saya dan terasa enak sekali dan saya mengeluh dan mendesah, “Oooh.. yess.. yess.. nice..” terus ciumannya mulai turun dari mulut terus lagi ke leher, ke perut dan akhirnya mentok pada selangkangan saya. Dia mulai menciumi lubang kemaluan saya yang sudah basah, mengulum, menggigit klitoris saya dan sambil jarinya tetap berada dalam lubang kemaluan saya dan dikocok-kocok dan diputar-putarnya, rasanya begitu nikmat. Dalam waktu singkat saya sudah mencapai orgasme dan santan yang keluar langsung disedot sampai habis dengan rakus olehnya, dia bilang, “Wow.. kemaluan kamu enak sekali..” Hal itu makin membuat saya makin terangsang, sepertinya dia rakus sekali dengan lubang kemaluan yang terpampang di depannya.
Kemudian dia menarik saya dan menyuruh saya duduk di pinggir ranjang dan dia berdiri di muka. Saya sudah tahu apa yang diinginkannya, langsung saja saya nikmati batang kemaluan besarnya, begitu besarnya sampai penuh rasanya di mulut saya, mula-mula saya jilati batang kemaluannya yang penuh dengan urat, kemudian kepala batang kemaluannya saya kulum, dan saya hisap sambil menggumam, “Hmm.. hmm..” sambil tangan saya meremas-remas dengan lembut buah zakarnya, dia begitu menikmati, terlihat dari mimik wajahnya dan desahan yang keluar yang keluar dari mulutnya, “Oooh.. yes.. ooh yess..” Kemudian setelah berlangsung 5 – 7 menitan dia rupanya sudah sangat tidak tahan dan melepaskan batang kemaluannya, dan mendorong saya tertidur dan langsung menimpa badan saya dan segera memasukkan batang kemaluannya sepenuhnya sepanjang 16 cm itu ke dalam lubang kemaluan saya. Terasa penuh dan enak sekali rasanya terutama ketika ujung batang kemaluan menusuk ujung lubang kemaluan saya. Dia kemudian mulai bergerak maju-mundur perlahan-lahan sambil pantatnya melakukan goyangan memutar, sepertinya seluruh bagian dalam lubang kemaluan saya terkena kena sentuhan dan gesekan batang kemaluannya. Saya sudah tidak tahan lagi, sebentar saja rasa nikmat menjalar keseluruh badan saya dan saya mencapai orgasme sampai bergetar rasanya, tetapi pasangan saya itu bukan berhenti atau memperlambat gerakannya, tetapi malah ditambah dengan kocokannya yang semakin cepat, sehingga orgasme lanjutan tak dapat saya cegah lagi.
Betul-betul luar biasa rasanya, sepertinya dia tahu benar cara untuk memuaskan saya. Baru setelah saya mencapai orgasme yang keempat kalinya dia berteriak, “I’m comiing too..” sambil disemprotkannya sperma hangat ke dalam lubang kemaluan saya, “Sret.. sret.. sret..” begitu terasa kedutan batang kemaluannya dalam lubang kemaluan saya. Kami berdua jatuh terhempas lemas, terutama saya merasa lemas sekali karena orgasme yang terus menerus. Kami berbaring sambil tetap berpelukan dan dia mengecup saya sambil mengatakan “I love you..” Kemudian beberapa lama baru saya ke kamar mandi untuk cuci-cuci, begitu banyak sperma yang keluar dari lubang kemaluan saya saat saya buang air. Setelah itu kami pergi tidur, saya pun tidur hanya memakai kaos tanpa mengenakan celana dalam dan dia pun bertelanjang dengan cuma memakai celana pendek longgar saja, sepertinya tenaga kami sudah sangat terkuras habis, terbukti dari langsung lelapnya kami begitu kepala bersandar di bantal.
Esok paginya, seperti mimpi, saya merasa seperti ada orang yang sedang menciumi selangkangan saya, ternyata begitu saya buka mata, dia langsung bilang,
“Good Morning, I’m having my breakfast now..” katanya.
“Do you want to joint me..?”
Ya, begitulah sekali lagi melakukan apa yang telah dilakukan sebelumnya dan acara bersetubuh pun terulang lagi dan yang berakhir dengan saya orgasme dua kali. Setelah selesai baru kami pergi mandi dan siap-siap sarapan benaran, beres-beres barang dan check out, karena takut kemalaman sampai di Jakarta.
Sepanjang perjalanan saya merasa sperma yang ada dalam lubang kemaluan saya kadang-kadang keluar kalau saya bergerak, celana dalam saya sudah mulai terasa basah. Ternyata begitu sampai di rumah saya periksa celana dalam saya benaran basah kuyup, bisa dibayangkan banyaknya sperma yang disemprotkan ke dalam lubang kemaluan saya. Selesailah cerita saya di Pelabuhan Ratu, besok-besok saya coba cerita pengalaman saya yang juga cukup seru, mudah-mudahan pembaca dapat menikmatinya dan sampai nanti, bye.

Incoming search terms:

tv seks17 com, ngentot di pelabuhan, ngentot d pelabuhan, cerita janda ngentot di pelabuhan, cerita seks di pelabuhan, ngentot nyi roro, ngentot memek pelabuhan ratu, Ngentotplabuanratu com, NGENTOT DI PALABUHAN RATU, Ngentot dengan mama di pelabuhan, ngentot dipelabuahan, Cerita seks Ngentot di Dermaga, cerita ngewe anak pelabuhan ratu, cerita ngetot di pelabuhan, cerita ngentot pelabuhan, Cerita ngentot dipelabuhan, cerita ngentot di pelabuhan, Cerita ngentot di dermaga, cerita dewasa ngentot di dermaga, cerita dewasa di pelabuhan

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker