Wednesday , November 26 2014
Cerita Seks Acak
You are here: Home / Cerita / PNS Berjilbab, Nining

PNS Berjilbab, Nining

Pada suatu hari, bangun tidaur dan sedang menikmati indahnya cuaca pegunungan di depan cottage yang ada di lereng gunung, aku mendapatkan telepon dari rekanku, sesama hunter. Dia bilang mau membagi sebuah file yang seama ini ia susun, khusus berisi data dan kontak para wanita berjilbab yang berhasil ia dapatkan dari usaha sendiri maupun share dengan hunter lain. Tentu saja dia tidak membaginya dengan gratis. Dia mau membaginya denganku karena katanya dia sedang butuh uang untuk membeli mobil baru. Akhirnya setel;ah kutransfer uang yang sudah disepakati, akhirnya dia mengirimkan file itu melalui email. Ternyata setelah ku cek dengan miscal dan mioscal lagi, ternyata semua yang kucoba memang masih aktif! Segera aku pilih dari berpuluh2 daftar bergambar yang cantik2 itu, yang paling dekat dengan tempatku sekarang (karena ternyata daftar itu daftar gadis berjilbab bispak dari sabang sampai merauke)
Siang itu, hawa tetap dingin di U, kota daratan tinggi ini, aku menunggu disebuah restoran sambil memakan makan siangku. Yang kutunggu adalah seorang wanita 23 tahun berjilbab bernama Nining, yang bekerja sebagai guru honorer disebuah SD didaerah itu. Difotonya dia terlihat cantik dan hitam manis.
Beberapa menit kemudian, ada taksi mendekat dan aku melihat dirinya keluar dari taksi. Baju pegawai negri masih ia pakai, dan memang dia lumayan cantik dengan tinggi semampai, dan berttubuh sekal. Jilbab biru yang ia kenakan semakin membuat kecantikan wajahnya terlihat. Beberapa saat ketika dia sudah duduk dan melihat sekeliling ruangan (sengaja aku hanya mengirim sms untuk memintanya datang ke restoran ini dengan iming2 uang, tanpa memberikan ciri2ku.) aku segera mendekatinya dan duduk dihadapannya. Sambil tersenyum kukenalkan diri. Dari sikapnya yang malu2 dan agak kikuk, aku tahu wanita ini tidak menjadikan tubuhnya sebagai penghasilan utama. Bahkan mungkin sebenarnya dalam hatinya ada perasaan berdosa melakukan hal ini. Tapi justru membuat gadis yang awalnya malu dan sok jual mahal menjadi jinak dan binal adalah kesukaanku.
Akhirnya setelah beberapa saat berbasa-basi,segera aku menuntunnya ke mobilku, menjauh dari restoran itu, mencari motel dimana aku bisa menikmati tubuhnya.
Setelah menemukan hotek yang nyaman dan kondusif, segera aku check in dan mengajaknya masuk kamar. Sebelum muali, kusodorkan kepadanya baju handuk.
“kamu mandi dulu aja, biar bersih. Tar habis mandi, jilbab sama pakaian dalam dipakai dibawah handuk ini… yang lainnya dilepas aja tar kotor.” Kataku merayu. Dia agak berpikir sebentar, lalu mengangguk. Segera dia beranjak kedalam kamar mandi, dan sesaat kemudian terdengar suara siraman air. Nining keluar dari kamar mandi dan duduk di tepi ranjang sedikit membelakangiku. Wajahnya yang tampak lugu dengan jilbab dan handuk baju yang panjang namun hanya diikat bagian depan pinggang memakai tali membuatku semakin bernafsu. Kupeluk dia dari belakang, tanganku kulingkarkan di pinggangnya. Kusibakkan Jilbabnya bagian belakang, lalu kucium dan kugigit tengkuknya dengan gigitan kecil. Berdasarkan pengalamanku dengan gigitan kecil di tengkuk, aku akan dapat menguasainya tanpa dia merasa tertekan. Benar saja, tak berapa lama, desisan mulai terdengar dari bibirnya. Tubuhnya terasa menggelinjang karena rangsanganku.
 
Nining
Aku berdiri dan kemudian membuka kancing bajuku dan menariknya hingga terlepas, lalu kemudian membuka ikat pinggangku dan akhirnya menarik ritsluiting dan menarik celanaku ke bawah. Kini kami sama-sama hanya mengenakan pakaian dalam saja. Kembali Ia mendesah ketika lehernya kujilati dalam posisi berdiri. Jilbabnya sudah kulilitkan disekeliling lehernya agar tidak mengganggu, namun tetap rapi terpakai sehingga sensasi itu tidak hilang.
Aku menarik Nining ke ranjang menindihku. Tanganku bergerak kebelakang punggungnya membuka pengait bra-nya. Kini terbukalah dadanya di hadapanku. Buah dadanya besar dan kencang. Putingnya berwarna coklat dan keras.
Pelan2 kupegang bagian belakang kepala Nining, dan kutekan sehingga bibirku beradu dengan bibir gadis cantik berjilbab itu. Aku memainkan lidahku jauh ke dalam rongga mulutnya. Bibirnya agak tebal dan kaku. Nining kurang mahir dalam berciuman bibir. Lidahku memainkan lidahnya. Dia tidak mau aktif, paling sesekali gantian mendorong lidahnya. Tangan kananku memilin puting serta meremas payudaranya.
Kunaikkan tubuh Nining agak ke atas, sehingga ayudara gadis manis PNS berjilbab itu pas sekali di depan mulutku. Segera kuterkam payudaranya dengan mulutku. Putingnya kuisap pelan dan kugigit kecil.
“Aaacchh, Ayo Mas Wawan… ennggghh…”. Ia mengerang..
Kemaluanku mengeras. Puting dan payudara Nining juga terasa semakin keras. Kusedot payudaranya sehingga semuanya masuk ke dalam mulutku, putingnya kumainkan dengan lidahku. Dadanya mulai naik turun dengan cepat pertanda nafsunya mulai naik. Napasnya terputus-putus.
Segera kukeluarkan kontolku dari dalam celana dalamku. Kutuntun Tangan Nining untuk mengelus, meremas, mengocok dan menggoyang-goyangkan meriamku. Dengans edikit susah, kulepas celana dalamku dan kulempar ke bawah. Kini aku dalam keadaan bugil.
Masih terus mencumbu tubuhnya dari bawah, Tanganku lalu membuka celana dalam gadis sekal berjilbab itu dan melemparkannya ke dekat kaki. Tangan kiriku bermain di antara selangkangannya. Rambut kemaluannya tidak lebat dan tidak panjang. Kubuka bibir luar dan bibir dalam vaginanya. Jari tengahku masuk sekitar 2 cm dan menekan bagian atas organ kewanitaan gadis cantik berjilbab itu menonjol seperti kacang. Setiap aku mengusapnya Nining mengerang tertahan. Aku tidak mau jariku terlalu masuk ke dalam, cukup hanya masuk satu ruas dan mengusap serta menekan dinding atas vaginanya.
“Oouuhh.. Aaauhh.. Ngngnggnghhk” wanita cantik berjilbab berkulit mulus itu mengerang-erang penuh gairah. Putting susunya sudah keras sekali. Memeknyapun sudah sangat becek, pertanda gadis berjilbab itu sudah sangat nerangsang. Wajahnya yang masih terbungkus jilbab terlihat pasrah sambil memejamkan mata. Mulutnya terbujka mendesah-desah.
Kulepaskan tanganku dari selangkangannya. Nining tetap mendesah-desah, sambil tangan kiri gadis cantik berjilbab itu terus memegang dan mengusap kejantananku yang telah berdiri mengeras. Badannya kurasakan kencang dan keras, mungkin dia sering berolah raga. Kugulingkan badannya sehingga aku berada di atas. Kembali kami berciuman. Tapi memang Nining kurang bisa bermain dengan bibirnya sehingga ciuman kami juga tidak terlalu nikmat. Kuisap-isap puting susu gadis cantik berjilbab itu sehingga dia mendesis dan memekik perlahan dengan suara sengau.
“SShh.. Ssshh .. Ngghh..
Perlahan lahan kuturunkan pantatku sambil memutar-mutarkannya. Penisku bagian ujung lebih besar daripada pangkalnya. penisku ditahan dengan tangannya, ketika sedang kugesek-gesekkan di mulut vaginanya yang terasa hangat dan mulai berair. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya menolak, walaupun masih sambil mendesah-desah penuh birahi. Aku harus segera mengambil keputusan cepat, kalau tidak bisa gagal kencanku ini!
Dengan lembut sambil mencumbu wajahnya dan menjilat juga menciumi bibir, pipi dan leher gadis cantik berjilbab yang sudah terangsang hebat itu, kuminta dia untuk melepaskan tangannya dari penisku. Pelan kuraih tangannya yang menggenggam kontolku, dan kulepaskan genggamannya. Kembali kugesek-gesekkan kontolku di memeknya yang sudah becek. Tangan gadis cantik berjilbab yang tadi memegang kontolku telah berpindah disisi badan kami, meremas-remas sprei. Dengan penuh kelembutan agar bisa menghanutkan gadis lugu berjilbab ini, kurenggangkan kedua pahanya dan sedikit mengangkat pantatnya. Kepala penisku sudah mulai menyusup di bibir vaginanya. Terus kugesek-gesekkan di bibir luarnya sampai terasa keras sekali. Nining hanya merintih dan memohon padaku untuk berhenti, namun sepertinya hanya di bibir saja, karena memeknya sudah terasa sangat basah, dan segala tindakanku atas tubuhnya ia terima tanpa perlawanan. .
“ahh.. Mas Wawan, please.. udaahhh… Pleasse.. janggaannhh..”
Aku mencoba untuk menusuk lebih dalam, tetapi ternyata masih agak sulit. Akhirnya kukencangkan otot Kundaliniku dan kali ini.. Blleessh. Usahaku berhasil.
“Ouhh.. Nining ouhh,” kini aku yang setengah berteriak. Memek gadis alim berjilbab ini teras sangat peret sekali, mungkin karena jarang sekali dimasuki kontol.
Aku bergerak naik turun. Perlahan-lahan saja kugerakkan, sambil mencari posisi dan saat yang tepat. Pelan-pelan sambil terus merintih dan mendesah, Nining mengimbangi dengan memutar pinggulnya. Kepalanya yang masih terbungkus jilbab mendongak ke atas dan bergerak ke kanan kiri. Kedua tanganku bertumpu menahan berat badanku. Ketika lendir gadis cantik berjilbab itu sudah membasahi vaginanya kupercepat gerakanku. Kadang-kadang kubuat tinggal kepala penisku saja yang menyentuh mulut vaginanya.
Kuhentikan gerakanku, kurebahkan tubuhku di atasnya. Kini penisku kukeraskan dengan cara seolah-olah menahan kencing hingga terasa mendesak dinding vagina gadis cantik berjilbab itu. Kutunggu reaksinya. Aku mengharap agar ia juga melakukan kontraksi dinding vaginanya. Ia hanya terpejam dan bola matanya memutih setiap penisku berkontraksi. Ternyata ia tidak terlatih untuk melakukan kontraksi otot kemaluannya. Beberapa saat kami dalam posisi itu tanpa menggerakkan tubuh, hanya otot kemaluanku saja yang bekerja sambil saling berciuman dan memagut bagian tubuh lawan main kami.
“Mas Wawan, .. ahh.. enaakkhh.. auuuhh.. udahh..aduhh..Nikmat sekali.. Ooouuhh” desis gadis cantik berjilbab itu sambil menyambut siuman ganasku.
Kuputar kaki kanannya melewati kepalaku sehingga aku berada di belakangnya. Kuputar tubuh gadis cantik berjilbab itu lagi sampai aku menindihnya dalam posisi kami berdua tengkurap di ranjang. Dalam posisi ini gerakanku naik turunku menjadi bebas. Tangan gadis cantik berjilbab itu meremas-remas tepi ranjang. Rintihannya semakin kencang terdengar. Jilbab birunya sudah bersimbah keringat. Kuciumi tengkuk dan pangkal lehernya yang tidak tertutup jilbab. Terkadang kepalanya terangkat dan mulutnya mencari-cari bibirku. Kusambut mulutnya sebentar. Kuatur gerakanku dengan ritme pelan namun kutusukkan dengan dalam sampai kurasakan kepala penisku menyentuh mulut rahimnya. Ketika penisku menyentuh rahimnya Nining mengangkat pantatnya sehingga tubuh kami merapat.
Kupegang pinggul gadis cantik berjilbab itu dan kutarik sehingga pantatnya terangkat ke belakang. Nining tahu keinginanku. Kepalanya ditaruh miring di atas bantal dan pantatnya menggantung dalam posisi nungging. Doggie Style!! Kupegang pinggulnya dengan kuat. Pantatku kugerakkan maju mundur dan terkadang memutar. Nining juga mengimbanginya dengan menggerakkan pantatnya maju mundur. Bunyi paha beradu memenuhi seluruh ruangan kamar. Kadang kujulurkan tanganku ke depan untuk memainkan payudaranya.
“Plok.. Plok plok plok.. “
“Mas Wawan.. Ayohh.. lebih cepat lagi.. Ayooh.. enaakk..”
Kupercepat gerakanku dan Nining juga mengimbanginya. Kulirik jam dinding. Sudah setengah jam lebih kami bertempur. Kupikir sebentar lagi akan kutuntaskan permainan ini.
“Lebih cepat lagi, oohh.. Aku mau keluar aacchhkk.. “
Akupun merasa ada yang mau terlepas dari laras meriamku. Aku selalu mau mencapai puncak dalam posisi konvensional. Kucabut meriamku dan kugulingkan lagi tubuh gadis cantik berjilbab itu kembali dalam posisi konvensional. Tidak mungkin dalam posisi doggie style kembali ke konvensional tanpa mencabut penis. Kumasukkan kembali penisku dengan perlahan dan dengan ketegangan yang penuh. Nining memelukku erat. Kakinya membelit pahaku, matanya terpejam, kepalanya terangkat.
Kuubah gerakanku, kugerakkan dengan pelan dan ujung penisku saja yang masuk beberapa kali. Dan kemudian kutusukkan sekali dengan cepat sampai seluruh batang terbenam. Mata gadis cantik berjilbab itu semakin sayu dan gerakannya semakin ganas. Aku menghentikan gerakanku dengan tiba-tiba. Payudaranya sebelah kuremas dan sebelah lagi kuhisap kuat-kuat. Tubuh Nining bergetar “Ayo jangan berhenti, teruskan.. Teruskan lagi ” pinta gadis cantik berjilbab itu.
Aku merasa wanita montok berjilbab ini hampir mencapai puncak. Kugerakkan lagi pantatku dengan gerakan yang cepat dan dalam. Bunyi seperti kaki yang berjalan di tanah becek makin keras bercampur dengan bunyi desah napas yang memburu
“Crrok crok crok.. “.
“Ayolah Mas Wawan, aku mau kelluu.. “.
Gerakan pantatku semakin cepat dan akhirnya
“Sekarang.. Sayang.. Sekarang..!!”
Tubuh gadis cantik berjilbab itu menegang, dinding vaginanya berdenyut kuat, napasnya tersengal dan tangannya mencakar punggungku. Kukencangkan otot perut dan kutahan, terasa seperti ada aliran yang mau keluar. Aku berhenti sejenak dalam posisi kepala penis saja yang masuk vaginanya, kemudian kuhunjamkan cepat dan dalam.
Crot Crott.. Crott, beberapa kali spermaku kutembakkan. Kami saling berteriak tertahan untuk menyalurkan rasa kepuasan.
“Yess.. Achh.. Auuhhkk”.
Pantat gadis cantik berjilbab itu naik menyambut hunjamanku dan tubuhnya gemetar, pelukan dan jepitan kakinya semakin erat sampai aku merasa sesak, denyutan di dalam vaginanya terasa kuat sekali meremas kejantananku. Setelahs elesai kutumpahkan spermaku, kucabut meriamku dan aku diam sambil memandang gadis cantik berjilbab itu menikmati orgasmenya..
“Kamu enak sayang.. memekmu peret..” kataku memuji.
Nining tidak bisa menjawab, karena tubuhnya masih bergetar2 karena serbuan orgasmenya yang masih mendera. Setelah beristirahat sebentar, segera kami membersihkan diri. Ketika hendak keluar kamar, aku kembali terangsang melihat dia sudah memakai baju seragam lengkapnya serta jilbab, sehingga aku kembali menerkamnya, dan melakukan seks kilat dengan menunggingkannya diatas kasur dengan kaki ada di lantai, menyingkap rok spannya, emmelorotkan celana dalamnya dan langsung menusukkan kontolku yang sudah kembali keras. Gadis berjilbab itu hanya bisa mengerang dan kembali mendesah menikmati permainan kilatku. Kembali kami mendapatkan orgasme kami yang kedua bersama. Setelah itu kami keluar bersama. Tidak lupa kuambil gambar gadis cantik itu, agar jika besok aku ingin menikmati tubuhnya lagi, aku tidak lupa. sErta ku berikan juga uang 400rb yang tadi kujanjikan padanya. Bahkan, dia mau kuantarkan sampai ke rumah kosnya, sehingga besok jika aku membutuhkannya, aku tidak susah2 hareus janjian.
Alangkah nikmatnya memek peret gadis alim berjilbab PNS itu.

Incoming search terms:

cerita ngentot pns, Cerita seks bergambar, pns ngentot, ngentot pns, cerita dewasa PNS, cerita sek pns, cerita sek bergambar, Cerita memek pns, www cerita ngentot bergambar, cerita seks jilbab bergambar, cerita dewasa ngentot pns, Cerita ngentot jilbab bergambar, www cerita sek terbaru, cerita hot pns, Ngentot memek PNS, cerita panas pns, ngentot pns jilbab, cerita bergambar ngentot, cerita ngentot memek pns, Ngentot pns cantik, Cerita ngentot cewek berjilbab bergambar, Memek gadis berjilbab, ngetot pns, memek pns, cerita ngentot memek bergambar

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

eXTReMe Tracker